YOU'RE MINE, SERRA

YOU'RE MINE, SERRA
Bagian 105.


__ADS_3

Sandra mendatangi mansion Alkavero dengan surat undangan pernikahan yang sudah di remas kuat. Sandra marah harus mengetahuinya dari orang lain bukan dari Liora sahabat dekatnya.


Sandra melempar surat undangan pernikahan ke wajah Liora yang tengah bersantai diruang tamu.


"Lo apa apaan sih San, datang datang kok main lempar aja ke muka gue. Lo kira muka gue sampah," ujar Liora bersungut-sungut kesal pada sahabatnya.


"Maksud lo apa engga ngasih tau gue kalau Arka mau menikah besok. Lo jahat banget sih sama gue, gue sahabat lo Lio. Harus ini gue tahu dari lo bukan dari orang lain," teriak Sandra marah.


"Sandra bisa nggak sih lo duduk dulu, kita omongin ini baik-baik," ujar Liora meraih tangan Sandra tapi langsung ditepis Sandra begitu saja.


"Gak usah, gue gak mau! Mana tante Devita sama om Alka?" tolak Sandra dan menanyakan keberadaan kedua orang tua Liora.


"Mama gue lagi liat gedung buat acara pernikahan besok. Papa gue masih di kantor. Emang ada apa lo nyariin bokap nyokap gue?" jawab Liora dan bertanya balik.


Sandra mengelus perutnya, mata Liora menyipit. Otak masih mencoba menerka maksud sahabatnya.


"Gue hamil, dan itu buktinya." Sandra menunjukkan tespack dan hasil usg dari rumah sakit.


"Berapa bulan?" tanya Liora memastikan dugaannya.


"Baru dua minggu," jawab Sandra lancar.


"Berarti udah pasti itu bukan anak abang gue, karena lo ngelakuin itu sama abang gue udah lama banget hampir dua bulan lebih dan lo baru hamil dua minggu. Jadi sama siapa lo melakukan hubungan itu?"


'PLAK' tamparan keras dilayangkan sandra ke pipi mulus milik Liora. Liora memegangi pipi kiri yang sakit.


"Jaga mulut lo, gue ngelakuin ini cuman sama Arka. Lo pikir gue cewe murahan, gue sahabat lo Lio. Lo tahukan kalau selama ini gue cuma mencintai Arka, gue rela minta bantuan lo, jebak abang lo cuma buat bisa dapetin dia."


'PLAK' Liora membalas balik menampar Sandra dengan keras.


"Gue bantuin lo karena gue kasihan ngeliat lo yang ngebet banget mau sama abang gue. Setelah gue ngeliat dengan mata kepala gue sendiri lo dengan gampang nyerahin tubuh murahan lo sama kak Agung. Saat itulah respect gue hilang sama lo, gue tau sebenarnya lo kemaren dalam pengaruh minuman, setidaknya lo menghindar ketika kak Agung nyentuh lo. Gue yang nyuruh kak Agung buat ngejar lo, tapi bukan nyuruh kalian ngelakuin itu. Paham sekarang lo! Mengapa gue diam aja dan gak berusaha buat batalin pernikahan ini, karena Rachel lebih pantas bersama abang gue ketimbang lo." Jelas Liora panjang lebar dengan nafas naik turun karena emosi.


"Lo gak pernah tau rasanya ngeliat orang yang lo suka dansa sama cewek lain. Gue marah pada saat itu, dan sama sekali gak sadar meminum minuman yang udah gue siapin buat Arka. Mana bisa gue tahan, gue jadi murahan karena obat sialan ini, gue nyesel Lio hiks. Gue cuma cinta sama Arka bukan Agung atau siapapun hiks."


Tubuh Sandra luruh kebawah dan duduk dilantai yang dingin, dia menangisi penyesalan yang telah terjadi. Niat menjebak Arka, malah dirinya sendiri yang terjebak. Sekarang dia juga harus menanggung kesalahan hamil anak dari orang yang tidak dia cintai.

__ADS_1


"San, maafin gue!" Ucap Liora memeluk sahabatnya, walaupun Liora sebenarnya marah pada Sandra. Saat mengingat kembali persahabatn mereka malah memnuat dia merasa bersalah.


"Hiks Lio gue harus gimana sekarang, gue mana bisa gugurin anak ini. Gue gak mau semakin berdosa hiks," lirih Sandra lemah.


"Satu-satunya cara Agung harus bertanggung jawab," ujar Arka yang tiba-tiba berdiri di dekat mereka dengan bersedakap dada.


Liora dan Sandra menegang melihat kehadiran Arka. Sandra mendongak menatap Arka dengan wajah sembabnya.


"Gue gak mau nikah sama dia, gue gaada rasa cinta sama dia," tolak Sandra mentah-mentah.


"Ya terus lo mau gimana, gue tanggung jawab. Ngimpi aja lo Sandra! Masih mending lo gak gue laporin ke polisi, karena udah berani ngejebak gue," sarkas Arka menatap murka dua gadis didepannya.


"Abang maafin Lio." Liora berdiri ingin meraih tangan Arka, sayang Arka menjauh begitu saja.


"Kamu harus terima hukuman dari abang nanti. Abang enggak akan ngomong sama mama papa," ucap Arka.


"Dan buat Sandra, gue bakal suruh Agung buat tanggung jawab nikahin lo. Gimanapun dalam perut lo ada anaknya, tapi untuk maafin kesalahan lo gue gak bisa, satu lagi gue juga enggak bisa menganggap lo seperti adik gue lagi. Respect gue udah hilang sama lo, setelah apa yang lo lakuin ke gue." Setelah mengatakan itu, Arka lantas naik ke lantai atas.


"Liora gue enggak mau pokoknya nikah sama Agung. Gue enggak cinta sama dia," rengek Sandra.


Sandra menghapus air matanya, "Gue baru ingat gue masih punya video saat ngelakuin itu sama Arka. Gue bisa nunjukkin itu sama bokap nyokap lo pasti percaya. Arka juga bakalan engga bisa mengelak."


Liora menoyor kepala sahabatnya, "Lo jangan gila nunjukkin video itu sama orang tua gue. Lo mau abang gue makin marah dan ngelaporin lo ke polisi. Gila lo gak waras."


"Terus gue harus gimana?"


"Ya lo harus nikah sama kak Agung, ayah dari bayi lo."


"Lo kenapa sih Lio gak dukung gue sahabat lo."


"Bukan maksud gue gitu Sandra, ini demi kebaikan lo juga. Gue engga mau sampai lo dilaporin sama abang gue."


"Liora, Sandra.. kalian kenapa pada duduk dilantai sayang," tegur Devita yang baru saja datang.


"Mama kok cepat banget pulangnya," ujar Liora bangun dan mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


"Orang mama cuma bentar aja kok. Ini kenapa kalian duduk di lantai gini?" tanya Devita.


"Oh ini tadi anting aku hilang, dibantuin sama Liora nyariin jadi kita keduduk di lantai," jawab Sandra bangun dari duduknya.


"Tapi udah ketemukan antingnya," kata Devita.


"Sudah kok tante, ini dia." Sandra menunjukkan antingnya yang tadi pura-pura di lepaskannya.


Devita mendekati Sandra, tangan memegang pipi Sandra. "Kamu habis nangis ya, pipi kamu basah. Mata kamu juga sembab, kenapa sayang kamu diapain sama Liora. Sini duduk dulu cerita sama tante."


Devita merangkul Sandra, mengajak duduk untuk mengobrol.


"Aku nangis bukan karena Liora kok tan, karena anting ku. Tapi aku senang anting ku akhirnya ketemu, ini anting kesayangan aku tan," cerita Sandra mengada-ngada.


"Oh tante kirain kenapa. Kamu sudah dikasih sama Liora belum undang pernikahan Arka?"


"Sudah tan, aku gak nyangka abang Arka bakalan nikah."


"Sama tante juga sayang, sebenarnya kalau boleh jujur tante maunya kamu yang jadi menantu tante," kata Devita mengusap rambut Sandra.


Mendengar kejujuran Devita, membuat Sandra senang mengetahui isi hati dari Devita yang sebenarnya.


"Tapi Arka akan menjadi suami orang besok, dan gue engga bisa berharap Arka bakalan balas cinta gue. Sekarang gue juga harus menanggung akibat dari perbuatan yang udah gue lakuin." batin Sandra hatinya sungguh sakit sekarang, seperti tertancap ribuan pisau.


...****************...


Guys! Ayo guys join grup chat antiloversn!!!


Follow ig aku yuk guys : @dianti2609


Bersambung. . .


Follow juga ya!!


Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.

__ADS_1


Terimakasih💓


__ADS_2