
"Hueek! Hueek!" Rida merasa sangat lemah, buru buru dia membersihkan mulutnya. Perlahan keluar dari kamar mandi dengan berpegangan pada dinding.
Rida berjalan pelan keluar dari kamar, melangkah menuruni tangga menuju meja makan.
"Sayang kamu kenapa, sakit? wajah mu pucat sekali," tanya Avrian saat melihat wajah sang istri.
Rida menggeleng dan menutup hidungnya, ketika mencium bau parfum Avrian yang sangat menyengat menurutnya.
"Mas kamu jauh-jauh." Bukannya menjauh Avrian malah mendekat tubuhnya, membuat Rida tak tahan dan berlari masuk ke kamar mandi bawah. Akhirnya muntah-muntah kembali.
"Hey? sayang sebenarnya kamu kenapa?" Avrian ikut masuk dalam kamar mandi.
"Mas jangan mendekat, parfum mu engga enak banget dicium. Kalau mau dekat sama aku mending ganti baju, gausah pakai parfum aku gak suka," lirih Rida lemah.
"Iya tapi kenapa mas harus ganti pakaian segala. Biasanya mas pakai parfum apapun kamu gak masalah. Ini kok tiba-tiba bilang gak suka, alasan kenapa sayang," cecar Avrian.
Saat selesai membersihkan sekitaran mulutnya, Rida memegangi kepala yang malah terasa pusing.
"Sayang-"
Rida pingsan di tahan oleh Avrian dari belakang.
"Sayang kamu gak bercandain aku kan, bangun sayang!" seru Avrian menepuk pipi istrinya pelan.
"Sayang!" Avrian mencoba sekali lagi, tapi tetap sama. Rida juga tidak bangun.
Avrian seketika menjadi sangat panik, dia menggendong istrinya memasukan ke dalam mobilnya. Avrian menyetir melaju, tapi fokus memperhatikan jalanan didepannya.
Sesampai di rumah sakit, Avrian membawa Rida ke ruang yang memang telah Avrian siapkan khusus untuk keluarganya. Tak berselang lama, dokter yang diberitahu oleh salau satu suster jika tuan Avrian menunggu di ruangan VIP. Lantas dokter tergesa-gesa mendatanginya.
Dokter melakukan pemeriksaan terhadap Rida selaku istri Avrian. Avrian juga sudah menyuruh dokter untuk tutup mulut soal apa yang diketahuinya.
__ADS_1
"Bagaimana keadaan istriku?" tanya Avrian serius.
"Tidak ada yang perlu di khawatirkan pak, karena ini sudah biasa dialami oleh ibu hamil," jawab dokter.
"Hamil? Maksud anda istriku hamil, benarkah begitu?" Avrian bertanya memastikan pendengarannya tak salah.
"Iya pak istri anda hamil, kalau anda masih merasa tak percaya. Biar saya panggilkan teman saya untuk memeriksanya agar lebih jelas."
Avrian menganggukinya, dokter yang barusan memeriksa Rida lantas keluar memanggil teman sejawatnya agar melakukan pemeriksaan ulang.
"Gimana dok? Apa benar istriku tengah mengandung?" tanya Avrian saat dokter sudah selesai melakukan pemeriksaan, bahkan dokter itu juga melakulan usg.
"Selamat pak, istri anda memang tengah hamil. Kabari baiknya lagi istri anda hamil anak kembar sekaligus," jelas dokter kandungan.
Avrian sangat bahagia mengetahui, akhirnya sebentar lagi dia akan mempunyai anak, kembar sekaligus. Betapa bahagianya dirinya saat ini, tidak bisa berkata-kata lagi. Penantiannya selama ini untuk memiliki anak kandung, akhirnya terkabul.
•••
"Terimakasih kamu sudah mau menikah dengan suamiku dan memberikan kami keturunan. Ketahuilah sebenarnya laki-laki yang menikah dengan mu adalah suamiku. Aku adalah istri pertamanya, maafkan kami telah membohongi mu selama ini. Kami hanya memanfaatkan mu agar bisa memiliki keturunan, agar mertuaku tidak terus menerus mendesakku. Bukan aku tidak mau hamil, tetapi keadaanlah yang membuatku tak bisa mengandung. Biar ku beritahu mengapa aku tidak bisa hamil, karena aku mandul, aku bukan wanita sempurna seperti mu yang bisa mengandung. Semantara mertuaku masih berada di luar negeri saat ini, maka dari itu kami memanfaatkan waktu ini sebaik mungkin, untuk mengelabui mereka."
Sabrina malah berterus terang menceritakan semuanya, tanpa mereka sadari bahwa Rida sebenarnya bangun saat mendengar suara pintu. Rida hanya pura-pura tertidur, saat matanya melihat suaminya masuk bersama seorang wanita ke dalam kamar rawatnya. Maka untuk mengetahuinya Rida memilih berpura-pura tidur. Jadi Rida mendengar semua yang telah diceritakan oleh Sabrina.
*"Sekali lagi maafkan kami! Aku berjanji akan menjaga bayi kembar mu dengan baik, dan menyayangi mereka sepenuh hati dan jiwaku. Aku telah menganggap mereka seperti anakku sendiri*. Aku akan mencintai dan mencurahkan kasih sayangku pada baby twins."
"Sabrina sudah cukup, kalau Rida bangun bagaimana?! dan mendengarkan semua cerita mu.”
"Engga mas, aku yakin dia sudah tidur pulas."
"Sebaiknya kamu pulang ya, besok aku akan membawa bayi kembar kita ke rumah. Aku juga akan menjelaskan pada Rida yang sebenarnya."
"Surat cerai kalian apa sudah kamu persiapkan?"
__ADS_1
"Semua sudah aku persiapkan, besok aku akan meminta Rida menandatanganinya."
"Baguslah mas, sekarang aku pamit pulang dulu ya."
Hati Rida menjadi sesak mendengar semua yang mereka omongkan. Selama ini dia telah dibodohi dan dimanfaatkan saja.
"Jahat sekali kalian." batinnya ingin sekali berteriak.
Tengah malam, setelah Avrian tertidur. Rida bangun mengemas pakaiannya dan beberapa pakaian bayi kembarnya. Diam-diam Rida menyelinap masuk dalam ruang khusus bayi. Rida yang melihat ada seorang suster dari kejauhan, membuatnya menjadi membawa satu bayinya saja. Ya, Rida membawa bayi perempuannya keluar dari ruangan khusus bayi, sebelum suster itu mendekat. Rida bersembunyi di balik pintu ketika suster membukanya Rida diam. Saat suster tersebut sudah masuk, barulah Rida keluar dan langsung berjalan cepat terburu-buru. Sebelum suster menyadari jika satu bayi kembar menghilang.
Risa menyusuri jalan raya entah mau pergi kemana dirinya sekarang. Rida menimang putrinya yang menangis, Rida memeluk erat putrinya cantiknya.
"Sabar ya sayang, maafkan Ibuk memisahkan mu dari ayahmu dan tidak sempat membawa kakak laki-laki mu," ucap Rida lirih, mengusap lembut pipi bayinya.
"Kita akan pulang ke desa Ibuk, dan hidup disana. Ibuk juga akan mengubah identitas mu demi keamanan kita sayang."
Rida akhirnya memutuskan akan pulang ke desanya dengan menaiki kereta api. Avrian tidak akan bisa menemukannya.
Flashback off.
...****************...
Guys! Ayo guys join grup chat antiloversn!!!
Follow ig aku yuk guys : @dianti2609
Bersambung. . .
Follow juga ya!!
Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.
__ADS_1
Terimakasih💓