
Tok..tok..tok...
“Permisi tuan, maaf mengganggu! Saya sudah mendapatkan perempuan yang bisa anda ajak kerjasama,” ujar Tristan bodyguard Alrez selain Cakra dan Iqbal. Diantara keduanya Tristan paling bisa diandalkan.
“Masuk!” Perintah Alrez dengan nada dingin.
Pintu terbuka dan terlihatlah Tristan laki-laki tinggi berbadan kekar masuk ke ruang kerja Rangga, bersama perempuan yang akan menjadi patner pura-pura Alrez.
Tristan berjalan dengan kedua tangab disembunyikan di sakunya.
“Siapa namanya?” Tanya Alrez.
“Namanya Widiasari tuan,” jawab Tristan.
“Apa yang ngebuat dia mau menjadi patner pura-pura saya, hanya untuk semalam,” ucap Alrez.
“Saya sedang membutuhkan uang tuan, untuk pengobatan bapak saya,” ucap Widia.
“Saya tidak menyuruh mu bicara, disini kau hanya perlu diam dan tutup mulut mu,” bentak Alrez masih dengan nada sedang.
“Ya begitulah tuan, perempuan ini memang tengah membutuhkan banyak biaya untuk pengobatan bapaknya.” Sambung Tristen mengatakan kembali ucapan Widia sebelum tuannya mengamuk.
“Hem! saya setuju dia jadi patner saya. Tristan bawa dia ke mall belikan dia pakaian yang pantas dan sekalian bawa ke salon dandanin dia, agar saat saya membawanya nanti, orang tua saya tak akan curiga,” ucap Alrez.
Tristan mengangguk paham.
“Baiklah tuan, kalau begitu saya permisi.” Pamit Tristan membawa Widia keluar dari ruangan.
•
Pukul setengah 7 malam Alrez baru pulang dari kantor. Alrez membawa perempuan bernama Widia bersamanya tapi tidak menggunakan mobil pribadi melainkan mobil untuk para bodyguardnya yang biasa menjemputnya. Alrez juga tak sendirian, ia bersama Tristan yang menyetirkan.
Mobil mereka tepat berhenti di teras rumah, Alrez keluar bersama Widia.
“Ingatlah ketika kau di tanya nanti, jangan pernah menjawab sembarangan. Mengerti?” Ucap Alrez mengingatkan Widia kembali siapa dirinya disini.
Widia menganggukkan kepala, “I-iya tuan...”
__ADS_1
“Di dalam nanti jangan memanggilku tuan, sebut saja nama ku. Jika kedua orang tuaku bertanya ada hubungan apa kita berdua, katakan saja kita hanya teman.” Lagi Alrez mengingatkan.
Alrez masuk bersama Widia di sambut oleh pelayan yang bekerja.
“Semua orang menunggu ke datangan anda tuan. Mari saya akan mengantar anda ke meja makan.” Pelayan itupun langsung mengantarkan Alrez dan Widia sampai ke meja makan.
“Ekhem! Pa, aku memenuhi permintaan papa dengan membawa perempuan yang ada dalam foto itu. Ini dia perempuannya,” ucap Alrez menjelaskan.
“Alrez bawa dia duduk, nanti saja kita membahasnya. Sekarang lebih baik kita makan malam,” balas Reno menyuruh putranya dan permpuan di samping putranya untuk makan malam.
Widia menatap makanan di atas meja makan, tampak seakan-akan kaget. Karena memang ini pertama kalinya Widia melihat berbagai macam hidangan makanan yang menggiurkan untuk di nikmati.
“Bersikaplah seperti wanita anggun. Saya tahu kau adalah gadis yang didapatkan Tristan dari kalangan biasa. Tapi jaga sopan santun mu dan jangan memperlihatkan sikap kampungan mu. Paling penting jangan mempermalukan saya,” bisik Alrez panjang lebar, saat mengetahui tatapan Widia pada hidangan makanan.
Untuk ke sekian kalinya Widia mengangguk saja. Tak mungkin dia membantah.
Selama makan tatapan Alrez mencari seseorang yang ingin dilihatnya. Tapi sayang gadisnya tidak berada di meja makan dan sialnya Arka pun sama tidak ada.
Sesudah makan malam mereka semua yang berada di meja makan berkumpul di sofa ruang keluarga.
“Siapa nama mu?” Tanya Alia berbicara.
Widia menunjuk dirinya, Alia mengangguk. “Iya kamu!”
“Eum, saya Widiasari,” jawab Widia singkat.
“Kau pacarnya Alrez?” Kali ini bukan Alia lagi yang bertanya melainkan Reno.
“Bukan om, saya hanya teman Alrez. Kebetulan kami bertemu di bandung. Saat itu kami sama-sama mendapatkan undangan resepsi, yang ternyata undangan dari rekan bisnis yang sama.” Widia mencoba menjelaskan seperti yang Alrez bilang padanya. Tidak mengurangi kata atau menambahi sedikitpun.
“Oh, kau punya perusahaan ternyata. Apa namanya perusahaan mu? Siapatau kita berkerja sama.”
Pertanyaan dari Reno membuat Widia tertegun, kebingungan akan menjawab apa. Dia takut salah menjawab dan berakhir ketahuan sandiwara ini. Maka dia tidak akan mendapatkan apapun dari kerja sama ini.
“Papa percayakan sekarang, kalau yang di foto itu bukanlah Serra melainkan Widia,” ucap Alrez mengalihkan pembicaraan.
“Ya, papa percaya. Karena kau telah membawa perempuan yang bersama mu kesini,” ucap Reno.
__ADS_1
“Eum om, tante, semuanya. Kaya nya aku harus pulang sekarang mama papa menunggu ku, aku tidak bisa lama-lama keluar malam,” bohong Widia.
Alia tampak tersenyum, sepertinya ia memikirkan sesuatu. Ketika Widia mengatakan bahwa tidak bisa lama-lama keluar malam. Alia menebak jika perempuan yang bersama putranya adalah anak kesayangan yang di jaga sepenuh hati oleh kedua orang tuanya.
“Pa, ma.. kalau gitu aku mau mengantar Widia pulang dulu,” ujar Alrez berpamitan pada kedua orang tuanya dan Alka serta kakak iparnya.
Widia dengan sopan menyalami tangan Reno dan Alia serta Alka dan Devita.
Kini Alrez bersama Widia berada dalam mobil, dimana ada Tristan di balik kemudia yang akan mengantarkan Widia pulang ke rumahnya. Semantara Alrez hanya ikutan saja, agar mereka tak mencurigainya.
•
Dalam kamar, Arka tengah memanjakan Serra yang lagi demam. Setelah pulang sekolah Arka tidak ikut nongkrong bersama kelima sahabatnya yang mengajaknya.
“Ka aku mau cerita tentang foto yang kamu lihat dari papa,” ucap Serra yang tengah berada dalam pelukan Arka saat ini.
“Tak usah sayang, aku percaya sama kamu. Menurutku kalian hanya di jebak,” kata Arka.
“Kamu benar! Lebih tepat aku di beri minuman wine sehingga aku mabuk dan hampir di sentuh oleh pria hidung belang. Untunglah saat itu uncle tepat waktu menyelamatkan ku, jadi tidak ada terjadi apapun.” Serra akhirnya menceritakan kejadiannya, tapi tak sepenuhnya ia ceritakan pada Arka. Ia harus menjaga perasaan suaminya.
Arka merangkum wajah Serra dan mencium pipinya.
“Sekarang kita tidur ya,” ujar Arka. Serra mengangguk.
...****************...
Guys! Ayo guys join grup chat antiloversn!!!
Follow ig aku yuk guys : @dianti2609
Bersambung. . .
Follow juga ya!!
Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.
Terimakasih💓
__ADS_1