YOU'RE MINE, SERRA

YOU'RE MINE, SERRA
Bagian 130.


__ADS_3

Arlez keluar dari kamar hotel dengan wajah berseri-seri. Malam ini akan mengungkapkan perasaan dan melamar gadisnya. Kali ini rencana harus berhasil, Alrez juga mengecek semua persiapan, memastikan tidak ada kekurangan apapun.


Ketika masuk lift Alrez belum menyadari jika orang yang berada disebelahnya adalah Aiden, lelaki yang dikenalnya sebagai kembaran gadisnya.


Saat lift berhenti di lantai bawah dan Aiden berjalan lebih dulu, tanpa sengaja menabrak bahu Alrez.


"Maaf saya ga sengaja," ucap Aiden belum melihat wajah orang yang tak sengaja ditabraknya.


"Kamu! Kok bisa ada disini?" ujar Alrez terkejut melihat Aiden berada di hotel tempat menginapnya.


"Pak Alrez, anda disini juga ternyata," ucap Aiden berpura-pura kaget dengan keberadaan Alrez. Padahal sebenarnya dia tahu Arlez memang menginap di hotel ini.


"Iya saya suda seminggu lebih berada di singapura," kata Alrez tidak ada kebohongan sama sekali.


"Kebetulan sekali saya bertemu anda disini pak. Saya ingin menanyakan apa anda tahu dimana Ibu dan adik saya berada sekarang, saya sangat merindukan mereka pak. Saya mau bertemu mereka, tapi saya engga tahu keberadaan mereka dimana," ucap Aiden berkelit atau berbohong tentang tidak memgetahui keberadaan Ibu dan kembarannya.


Alrez termasuk orang yang tak mudah percaya dengan omongan orang begitu saja. Alrez memperhatikan wajah Aiden penuh seksama, mencari kebohongan dari perkataannya. Ketara sekali Aiden kelihatan berbohong, Alrez tersenyum tipis, lelaki didepannya ini tak akan mungkin memyadari senyumannya.


"Sudah jangan membohongi saya. Sebenarnya kamu sudah menemukan mereka hanya saja kamu belum bisa menemuinya, karena waktunya belum tepat. Makanya kamu cuma bisa mengawasi dari kejauhan," tukas Alrez seraya menepuk bahu Aiden.

__ADS_1


"Hem, kayak saya engga perlu lagi menjelaskannya. Anda sendiri telah mengetahui semuanya," balas Aiden.


"Tentu saja! Datanglah malam ini di alamat xxx, jangan bertanya. Intinya kau datang saja." Setelah mengatakan Alrez melenggang pergi dari hadapan Aiden. Alrez telah mengatur semuanya.


"Siapa juga yang mau bertanya, percaya diri sekali dia," ucap Aiden kesal, sembari melanjutkan langkahnya.


...•••...


Semantara dua perempuan berada di salon kecantikan, keduanya tengah di rias bersama.


"Ibu, mengapa menyetujui permintaan uncle Alrez sih. Aku males tau bu harus kesini segala, dikira kita gak bisa dandan sendiri apa," ucap Serra menahan kekesalan dalam hatinya.


"Aku paham Ibu! Cuma aku lagi males banget di dandanin sekarang," balas Serra mengeluh.


"Husst! Kita turuti saja sayang, harus sabar ya anak Ibuk. Bentar lagi juga kelar riasannya."


Rida hanya menggeleng-gelengkan kepalanya mendengar keluhan dari putri cantiknya. Sedangkan pelayan tak mengerti apa yang dibicarakan kedua orang yang mereka rias. Jadi pelayan tersebut hanya menjadi pendengar yang baik saja.


Tiga puluh menit kemudian, riasan mereka pun kelar. Serra bernafas lega, akhirnya selesai juga. Serra bercermin untuk melihat hasil riasan wajahnya. Serra tercengang sendiri melihat wajahnya dicermin, terlihat seperti bukan dirinya.

__ADS_1


"Wow! Benar juga yang dibilang Ibu. Maksud uncle baik ternyata, tapi ngomong-ngomong buat apa ya aku sama Ibu harus didandanin begini," ucap Serra seraya mengetuk-ngetik dagunya menggunakan jari telunjuk, berpikir memcoba menebak apa yang sedang direncanakan Alrez.


"Fhia, ganti bajunya sudah belum," seru Ibu Rida dari luar, telah siap tinggal menunggu putrinya keluar dan mereka berangkat ke suatu tempat.


"Sebentar Ibu," sahut Serra dari dalam, segera merapikan dressnya. Baru keluar menemui Ibunya.


...****************...


Guys! Ayo guys join grup chat antiloversn!!!


Follow ig aku yuk guys : @dianti2609


Bersambung. . .


Follow juga ya!!


Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.


Terimakasih💓

__ADS_1


__ADS_2