YOU'RE MINE, SERRA

YOU'RE MINE, SERRA
Bagian 107.


__ADS_3

Lanjutan. . .


Serra berjalan sambil menunduk, bisikan orang-orang membuatnya merasa tak nyaman berada di acara ini.


"Sudah jangan dengarkan mereka, anggap saja mereka burung yang tengah berkicau merdu," bisik Alrez pelan di telinga gadisnya.


Dari kejauhan Arka melihat kedatang mantan istrinya dengan melayangkan tatapan sinis. Ternyata Arka tetap tak mempercayai Serra, dan menuduhnya main belakang dengan Alre.


Serra menatap Alrez dan mengangguk. Alrez merangkul pinggang Serra dengan mesra, keduanya berjalan menaiki panggung untuk memberikan selamat pada kedua mempelai. Alrez telah duluan memberikan selamat, kini tinggallah giliran Serra yang menyusulnya.


"Selamat atas pernikahan kalian semoga menjadi keluarga yang samawa. Aku berharap kamu bisa menerima Rachel dan mencintainya," ucap Serra sebelum ingin eralih berhadapan dengan Rachel. Arka mencekal pergelangan tangan Serra.


"Seharusnya kamu gak datang kesini ra, aku muak ngeliat kamu yang sok-sok'an tegar kayak gini. Padahal kamu juga sama bermain diam-diam dibelakang aku," ucap Arka ketus menekan suaranya agar pelan.


Serra melepaskan tangan Arka, "Susah ngejelasin sama kamu ka, intinya aku engga kayak kamu ngehamilin tapi sempat engga mau tanggung jawab. Terserah kamu mau menuduh aku gimana, aku gak perduli." balasnya tak kalah ketus. Kini melangkah berhadapan dengan Rachel.

__ADS_1


"Ra gue minta maaf! Gue sadar kesalahan gue besar banget sama lo, tapi sumpah andai gue tahu kalau Arka adalah suami lo. Gue bakal berusaha buat ngelupain dan menjauh dari Arka dan mengikhlasnya buat lo. Tapi sekarang keadaan beda, gue hamil anak Arka. Gue butuh pertanggung jawaban Arka, anak gue butuh ayahnya. Maaf kalau gue harus egois untuk hal ini," tutur Rachel sembari sedih.


"Sttt! Jujur Chel hati aku sakit banget rasanya ngeliat kalian. Aku berusaha buat tegar, itu susah banget. Buat datang kesini aja berat banget, aku harus butuh tenaga extra ngeliat kalian dan ngucapin selamat kayak gini. Aku maafin kamu, tapi jujur aku gak bisa ngelupain kesalahan yang udah kalian lakukan dibelakang aku, memang ini juga salah aku yang enggak bisa cerita sama kamu dan Billa. Asal kamu tahu aku gak cerita ada alasannya, pernikahan kami gak boleh diketahui publik maupun teman-teman atau sahabat sendiri. Kalau sampai ada yang mengetahuinya kami bakalan dapat hukuman. Maka dari kami berdua sepakat untuk tidak akan memberitahu pada siapapun," ucap Serra pelan dengan kalimat panjang lebar.


"Mungkin persahabatan kita cukup sampai disini aja." Setelah mengatakannya Serra turun dari panggung bergantian dengan yang lain. Serra menghampiri Alrez yang tengah bicara dengan seseorang.


"Ngucapin selamatnya udah?" tanya Alrez ketika ngeliat gadisnya berada disampingnya.


"Sudah," jawab Serra santai.


"Oh, tapi ngucapinnya lama banget, emang doa kamu sepanjang apa?" tanya Alrez lagi memancing Serra, malah ngebuat wajah gadisnya cemberut.


"Nanti dulu bentar, saya lagi ngobrol sama rekan bisnis saya," ucap Alrez kembali menatap Avrian tak enak.


"Apa gadis ini, kekasih anda pak Alrez," ucap Avrian tersenyum kecil menatap seorang gadis di samping rekan bisnisnya.

__ADS_1


Serra yang merasa dirinyalah disebut oleh rekan bisnis Alrez. Membuat Serra menjadi agak canggung berhadapan dengan pria yang keliatan seumuran dengan Ibunya.


"Saya bukan-"


"Ya dia memang kekasih saya pak. Kenalkan sayang ini rekan bisnis aku pak Avrian, yang sering aku ceritain ke kamu. Kalau aku engga mau kehilangan rekan bisnis seperti pak Avrian, karena beliau sungguh luar biasa profesional dalam bekerja." Arlez memotong kalimat Serra dan memberikan kode pada gadisnya lewat tatapan mata.


...****************...


Guys! Ayo guys join grup chat antiloversn!!!


Follow ig aku yuk guys : @dianti2609


Bersambung. . .


Follow juga ya!!

__ADS_1


Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.


Terimakasih💓


__ADS_2