
Di kamar mandi Alrez sedang menyegarkan badan dan sekaligus pikirannya. Alrez benar-benar merasa sial hari ini. Niat awalnya pulang ke mansion adalah untuk bertemu Serra, tapi sungguh tidak di sangka dia malah disambut dengan pemandangan yang ngebuat hati merasa panas.
Setelah selesai memakai baju santai dan menyugar rambutnya rapi. Alrez memutuskan akan turun, tapi di pertengahan tangga Alrez berpapasan dengan Arka.
“Ehh, uncle udah segar aja nih,” seru Arka menyapa Alrez.
“Iyalah segar, uncle barusan habis mandi,” sahut Alrez.
Arka hanya mengangguk dengan sahutan Alrez berpikir mengajak Arka untuk bermain PS.
“Ka gimana kalau kamu lawan uncle main PS,” ajak Alrez yang tiba-tiba banget kepikiran.
“Boleh, hadiahnya apa kalau menang?” Tanya Arka.
“Kalau kau yang menang, uncle belikan mobil. Kau bisa memilihnya sendiri, tapi kalau uncle yang menang uncle mau meminta izin membawa Serra ke acara resepsi rekan bisnis uncle yang berada di bandung. Hanya sehari, bagaimana?”
Arka malah bimbang mau menyetujuinya atau tidak. Masalahnya permintaan unclenya membuatnya cemburu, gimana bisa ia membiarkan istrinya bersama unclenya, walaupun itu cuman satu hari. Di satu sisi ia tergiur dengan mobil, jika menang ia akan mendapatkan mobil. Tapi kalau kalah mau tak mau istrinya akan menemani uncle pergi ke acara resepsi.
__ADS_1
“Bagaimana Arka apa kau setuju?” Alrez bertanya ulang.
“Okedeh aku setuju.. Ayo uncle!” Ucap Arka bersemangat, padahal dalam hari masih tersimpan keraguan. Karena kalau ia kalah terpaksa harus membiarkan istrinya bersama uncle seharian.
Sedangkan Alrez tersenyum miring. Pria itu telah memikirkan ini. Arka tidak akan pernah bisa mengalahkan dalam bermain PS. Karena dulu waktu Arka umur 7 tahun dan ia 20 tahun pada akhirnya Arka kalah menangis, mengadu pada Alka. Akhirnya Arka meminta Alka untuk tanding melawannya dan tetap sama Alrez lah yang menjadi pemenang dalam pertandingan kedua. Dan itu membuat Arka keponakannya selama satu minggu tidak menegurnya sama sekali ia dicuekin sampai-sampai Alrez yang tak tahan di cuekin oleh Arka yang lucu pada saat itu membuat membelikan Arka mainan yang di sukai sebagai bentuk sogokan. Arka yang luluh saat itu mau menegurnya dan mereka berbaikan.
Sungguh ketika mengingat itu membuat Alrez sering tersenyum-senyum, membayangkan gimana kalau Arka kalah lagi. Maka ia harus mengizinkan istrinya seharian menemaninya. Menyenangkan sekali rasanya.
Mereka berdua menuju ruang untuk bermain PS. Tetapi ruang tersebut berada di atas tepatnya ada di lantai 4 dan harus naik lift untuk sampai disana. Sampai di ruang PS mereka berdua segera masuk.
Alrez dan Arka mulai bertanding dengan serunya. Mereka berdua selesai berteriak saling bersahutan. Bukan tading bola bola melainkan balapan motor, dengan Alrez yang sudah di depan dan Arka yang sangat jauh tertinggal. Tetapi Arka tidak mau kalah, ia menaikan kecepatan di remot PS yang ia pegang. Tetap saja tidak bisa mengejar Alrez sudah berada sangat jauh di depannya.
“Yahhh.” Ucap Arka panjang.
“Gimana uncle yang menang,” ucap Alrez bangga pada dirinya.
“Selalu, selalu uncle yang menang,” kesal Arka.
__ADS_1
“Iyalah, uncle kan pemain handal. Haha,” ucap Alrez tertawa.
“Ingat ya perjanjian kita tadi diawal, kalau yang kalah-“
“Iya iya, aku ingat uncle kalau istriku harus menemani uncle ke acara resepsi. Tapi aku harus memberitahunya dulu.”
Alrez tersenyum mengangguk dengan perkataan Arka. Alrez berpikir untuk memanfaatkan situasi ini. Sungguh di kepala sudah memikirkan bagaimana kalau ia akan menggunakan waktu kebersamaannya sebaik mungkin.
...****************...
Guys! Ayo guys join grup chat antiloversn!!!
Follow ig aku yuk guys : @dianti2609
Bersambung. . .
Follow juga ya!!
__ADS_1
Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.
Terimakasih💓