YOU'RE MINE, SERRA

YOU'RE MINE, SERRA
Bagian 58.


__ADS_3

Ting tong ting tong ...


Bunyi bell apartement mengganggu kegiatan Serra yang tengah bersantai membaca buku sambil menikmati jus mangga buatannya. Dengan sangat males ia meletakan buku ke atas meja dan bangkit dari duduk nyamannya melangkah ke depan membukakan pintu untuk orang di luar.


"Arka, kamu kok gak ngabarin dulu mau kesini." Serra membuka pintu lebar agar Arka masuk dan menutup pintu kembali.


"Sengaja sayang." Arka mencium kening Serra.


"Kamu udah makan belum? tadi aku masak," ujar Serra bertanya.


Arka mengelus perut sebagai jawaban. Serra yang peka pun paham maksud dari suaminya.


"Aku siapin ya.." Arka mengangguk.


"Ra ibu mana?" tanya Arka.


"Istirahat di kamar," jawabnya.


Serra meletakan piring yang telah diisi nasi dan lauk pauk yang di masaknya. Arka hanya diam meratapi makanan tanpa mau menyentuh.


"Kenapa?" tanya Serra sedikit bingung.


"Suapin," ucap Arka manja memeluk perut Serra dari samping.


"Manja banget sih suami aku." Serra mengelus kepala Arka.

__ADS_1


Serra mendudukan pantatnya di kursi sebelah Arka, dengan telaten ia menyuapi suaminya.


"Ra sekarang kita balik ke mansion hari ini. Sandra udah pulang kemarin, soal kemarin aku minta maaf gak bisa jemput ibu sama kamu ke rumah sakit. Karena nganterin Sandra pulang, mama maksa terus padahal aku udah nolak. Kamu tau sendirikan sifa mama gimana," tukas Arka.


Serra mengangguk, "Gak usah minta maaf ka, aku ngerti kok posisi kamu gimana. Aku mau balik bareng kamu, tapi Ibuku harus ikut bersama kita. Gimana pun aku gak bisa biarin ibu tinggal sendiri."


"Iya sayang aku juga mana tega biarin Ibu tinggal sendirian dalam keadaan sekarang. Aku akan ngomong sama mama dan papa, buat bolehin Ibu tinggal bersama kita."


"Sekarang kamu dan Ibu siap siap. Kita balik sekarang." Lanjutnya, Serra menurut dan menyuapi Arka sampai makanan di piring tak tersisa.


Serra membawa piring dan gelas bekas makan suaminya ke wastafel untuk langsung dicuci agar tidak meninggalkan peralatan kotor apapun lagi, bila ditinggalkan.


Kini Serra dan Ibunya Rida telah berada dalam mobil Arka. Serra duduk di depan bersama Arka semantara Rida Ibunya berada di kursi penumpang belakang.


"Belum bu, tapi Ibu tenang saja aku pastikan mama papa mengizinkannya. Masalah ini jangan dipikirin ya bu, biar ini menjadi urusan aku saja," jelas Arka meminta Ibu mertuanya tak memikirkan.


"Terimakasih kalau begitu nak, kamu memang menantu yang baik. Tidak salah putri Ibu begitu mencintaimu," terang Rida memuji menantunya.


Arka hanya tersenyum menanggapi pujian dari Ibu mertuanya. Serra malah tersipu malu mendengar kejujuran sang Ibu.


Arka mengambil tangan Serra untuk dibawa ke bibirnya.


"Aku mencintaimu." Bibir Arka berucap pelan.


"Ya aku juga sama," balesnya pelan.

__ADS_1


"Sama apa sayang?" godanya bertanya.


"Ka fokus nyetir aja bahaya kalau kamu liatin aku terus," ujar Serra mengingatkan suaminya.


"Katakan dulu," desaknya.


"Hmm, juga mencintai mu." Serra mengatakan cepat.


Hampir 40 puluh menit menempuh perjalanan dari apartement menuju mansion. Jalanan yang pada di sore hari, karena jam orang-orang pulang bekerja. Arka membawakan tas, sedangkan Serra menuntun Ibunya berjalan. Saat melangkah menaiki tangga terhenti akibat suara menggelegar berteriak menghentikan mereka.


"Stop!"


...****************...


Guys! Ayo guys join grup chat antiloversn!!!


Follow ig aku yuk guys : @dianti2609


Bersambung. . .


Follow juga ya!!


Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.


Terimakasih💓

__ADS_1


__ADS_2