YOU'RE MINE, SERRA

YOU'RE MINE, SERRA
Bagian 114.


__ADS_3

Rafael berhenti disebuah rumah yang memiliki warung kecil didepannya. Rafael mengecek lagi Informasi yang dia dapatkan. Benar saja ini adalah kontrakannya.


"Ini kontrakannya boss," tunjuk Rafael kearah rumah kontrakan dengan bata merah yang masih belum dilapisi oleh semen.


Aiden lantas melangkah menaiki satu anak tangga untuk sampai depan pintunya. Aiden mulai mengetuk pintu tersebut beberapa kali sembari bersuara.


Tokk...tokk..tokk...


"Assalamualaikum," ucap Aiden mengawali perkataan dengan salam.


"Hem, kita tidak salah rumahkan? Kayaknya rumahnya kosong," ujar Aiden mengintinp dari kaca jendela yang tak tertutup gorden.


"Mana mungkin saya salah, informasi yang saya dapat rumah memang ini. Anda bisa melihatnya sendiri." Rafael menyodorkan handphone ke Aiden, agar bossnya bisa membaca sendiri. Kalau di informasi tersebut sangat jelas tertera alamatnya.


"Mungkin saja orang sedang keluar, kita tunggu saja beberapa menit lagi," imbuh Avrian memilih menghempaskan pantat dibangku panjang tepat samping pintu dan dibawa jendela kaca.


Berberapa menit kemudian, mereka sudah menunggu kurang lebuh sepuluh menit. Tetap nihil, orang juga tak ada, tetapi ketika mereka hendak pulang, mereka berpapasan dengan seorang Ibu-Ibu, Rafael sigap memberhentikan Ibu-Ibu tersebut untui bertanya.


"Maaf bu, boleh saya bertanya?" ujar Rafael.


"Boleh, mau tanya apa ya?" balas Ibu tersebut sedikit was-was, karena dilihat dari pakaian ketiga orang di depannya, bukan orang biasa.


"Begini bu tadi kami mendatangi kontrakan yang itu, tetapi orang tidak ada. Barangkali Ibunya tau orangnya pergi kemana," tukas Rafael seraya menunjuk kontrakan yang tadi.


"Kurang tau saya pak, biasanya orangnya selalu ada. Ini saja saya mau belanja kewarungnya sebenarnya, ngeliat warungnya gak buka, engga jadi mau beli," ucap Ibu tersebut.

__ADS_1


Rafael dibuat mangut-mangut mengerti, "Terimakasih bu, sudah mau saya tanyain," ucapnya.


"Iya pak sama-sama." Ibu-Ibu itu lalu segera melenggang pergi dari hadapan ketiganya.


"Boss sebaiknya kita balik, saya akan lanjutan pencarian. Jika saya benar-benae menemukan baru saya akan menghubungi boss," ujar Rafael merasa bersalah.


"Hemm," deham Aiden melangkah panjang, perasaan kecewa menyelimuti dirinya, harapan pupus.


"Tingkah Aiden tak perlu kamu pikirkan, kau sudah lama bekerja dengannya. Pasti kau sudah paham sama sifatnya yang kadang berubah-ubah. Teruslah lakukan pencarian, entahlah hati saya mengatakan bahwa mereka berada didekat saya, mungkin saya pernah bertemu, tapi saya tak bisa mengenali wajah anak perempuan saya," tutur Avrian, kesalahan membuatnya harus berpisah dari salah satu anak kembarnya.


"Saya paham tuan, semoga saya bisa menemukan mereka. Supaya anda bisa menebus kesalahan anda, sebelum semuanya terlambat."


...•••...


Saat tiba dikontrakan, ada Ibu-Ibu yang tengah duduk dibangku warungnya. Serra dan Ibunya menghampiri Ibu-Ibu tersebut.


"Bu untuk hari ini saya lagi gak buka warung, Ibu saya lagi sakit. Kami baru saja habis berobat dari puskesmas," ujar Serra memberitahu.


"Ibu kira kamu buka warung ra, makanya Ibu sempat heran kok jam segini belum buka warung juga. Ternyata gak buka hehe," balas Ibu tersebut diakhir senyuman.


"Rencana besok saya buka, kalau keadaan Ibu saya sudah agak baikan," kata Serra.


"Tadi gimana periksa ke puskesmas, bu Rida baik-baik sajakan?"


"Alhamdulillah keadaan saya baik bu, cuma demam biasa aja," jawab Rida.

__ADS_1


"Syukurlah kalau begitu bu saya ikut merasa senang mendengarnya. Oh iya tadi ada orang berjas mengunjungi kontrakan kalian, keliatan dari gaya pakaian kayanya orang kaya. Mereka sempat nanya sama saya, tapi jawab kurang tau. Sebab saya memang engga tua kalian kemana, tapi orang sudah pergi kok."


"Siapa ya bu? Perasaan saya juga gak ada berhutang sama orang lain," kata Serra menebak-nebak siapa orangnya, jika uncle Alrez itu tidak mungkin. Pasti Ibu langganannya mengenali. Jadi siapa? Otak Serra malah dipenuhi tentang siapa orang yang berkunjung ke kontrakannya.


"Engga usah dipikirin neng, orangnya salah rumah kayaknya. Lagian orangnya udah pergi juga, kalau ada apa-apa sama neng dan Ibu. Kami akan membantu kalian," ujar Ibu tersebut.


"Terimakasih banyak bu atas bantuannya," balas Serra tersenyum.


"Neng mending bawa Ibu Rida masuk kedalam istirahat, kasian Ibu neng lemes banget keliatannya," suruh Ibu tersebut.


Serra membawa Ibunya masuk ke kontrakan, dan melangkah menuju kamar. Membaringkan Ibunya agar beristirahat.


...****************...


Guys! Ayo guys join grup chat antiloversn!!!


Follow ig aku yuk guys : @dianti2609


Bersambung. . .


Follow juga ya!!


Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.


Terimakasih💓

__ADS_1


__ADS_2