YOU'RE MINE, SERRA

YOU'RE MINE, SERRA
Bagian 27


__ADS_3

Sore harinya...


Serra membuka matanya dan menyadari dirinya yang ketiduran saat belajar. Gadis itu melihat jam dinding sudah menunjukkan pukul setengah enam sore.


“Aku tidur sampe dua jam,” kaget Serra ketika melihat jam.


Gadis itu bergegas ke kamar mandi mencuci wajahnya dan mengecek handphone takut ada chat dari suaminya. Benar saja di handphone banyak chat dari suaminya yang belum di bukanya sedari pulang dari apartemen tadi.


My Husband


Sayang apa kamu sudah berada di mansion?


Sayang!


Sayang pasti handphone mu lowbet ya? kamu lupa lagi charger handphone...


Sayang maaf banget! Aku bakalan pulang malem. Kamu engga usah tungguin aku, habis makan malam langsung di kamar aja. Mereka Aldo ngajakin nongkrong, kamu izinin aku kan? Janji ga lama kok sayang..


Nanti kalau handphone kamu udah penuh, bales chat aku ya sayang❤️


^^^Iya handphone aku lowbet, tapi ini aku udah di mansion dari jam 8 pagi.^^^


^^^Aku izinin, tapi pulang jangan kemaleman, besok kita sekolah loh.^^^


Siap sayangkuh🥰


Serra bingung harus percaya atau tidak dengan Arka. Serra menatap handphonenya melihat chat Arka kembali. Serra mengingat sesuatu, dia baru ingat kalau punya nomor Aldo. Serra langsung mencari nomor Aldo dan ingin mengchat.


“Chat ga ya,” ujarnya sambil memutar-mutar handphonenya. Beberapa kali Serra mengetik dan dihapus kembali..


Aldo Winata


Al kamu sibuk ga, bisa ketemu?


^^^Buat lo, gue ga sibuk. Mau ketemu dimana?^^^


Di cafe, malam ini bisa?


^^^Kenapa ga sekarang aja.^^^


Malam aja, sekarang aku masih ngerjain tugas. Gimana bisa apa ngga? Atau kamu mau nongkrong ya sama teman-teman kamu.


^^^Kok lo tau gue mau nongkrong.^^^


Aku nebak aja Al. Kalau kamu mau nongkrong yaudah entar aja ketemuannya.

__ADS_1


^^^Iya sih gue mau nongkrong sama teman-teman, kalau lo mau ketemu bisa kok gue. Nanti biar gue batalin nongkrong sama teman-teman.^^^


Jangan Al, udah kamu nongkrong aja sama teman-teman kamu, yang mau aku omongin juga ga terlalu penting. Jadi santai aja, bisa nanti kok😁


^^^Beneran ga papa nanti aja.^^^


Iya Al santai aja.


^^^Oke ra👌^^^


Setelah itu Serra menjadi lebih tenang. Karena Arka tidak berbohong padanya. Suaminya benar-benar nongkrong dengan teman-teman. Beruntunglah dia menyimpan nomor Aldo dan bisa pura-pura menganjak cowo itu bertemu, itu hanya akal-akalan saja agar bisa mengetahuinya.


“Lebih aku masak buat makan malam ku...” Serra beranjak meninggalkan kamar menuju ke bawah.


Melihat keberadaan Ibu Paulia di dapur. Membuat kaki Serra berhenti melangkah sejenak, ia menjadi merasa ragu masuk area dapur. Apalagi kemaren dia sempat merasa bersalah pada Ibu Paulia. Dengan keberanian yang dimilikinya, ia memutuskan untuk tetap masuk dapur menemui Ibu Paulia.


“Eung bu,” panggil Serra sambil memainkan jari-jari tangan dan melihat kearah Ibu Paulia yang tengah sibuk membuat makanan.


“Iya ada apa?” Tanya Ibu Paulia acuh, karena sibuk dengan masakan yang dibuatnya.


“Aku mau minta maaf, kalau aku punya salah sama ibu,” ucap Serra berani mengatakannya.


Ibu Paulia langsung menoleh saat mendengar permintaan maaf dari istri tuan mudanya. Ibu Paulia mengingat tentang kemaren dia menegur gadis dihadapannya. Sepertinya gadis dihadapan salah paham dengan maksud tegurannya.


“Aku minta maaf soal kemaren, aku yang masak di dapur. Sebenarnya aku sangat suka memasak bu, kebiasaan kalau di rumah ibuku, saat bangun pagi aku pasti langsung masak. Sekarang aku paham, aku sudah tinggal di tempat suamiku, dimana dimansion ini sudah ada koki terbaik untuk memasak makanan lezat. Jadi aku akan memahami kebiasaan dan peraturan disini, sekali lagi aku minta maaf bu!” Tutur Serra menatap Ibu Paulia yang menatap balik padanya.


“Kamu memang gadis yang baik, pintar memasak. Tuan muda pasti mencintai dan bahagia bersama mu. Saya mengerti kamu gadis yang rajin dan ingin tuan muda Arka memakan masakan mu. Saya akan bolehin kamu masak di dapur, tapi tidak bisa sesering mungkin. Satu lagi kamu tidak perlu minta maaf, ini bukan sebuah kesalahan...” Kata Ibu Paulia.


“Terimakasih Ibu Paulia,” ucap Serra tersenyum senang. Ternyata Ibu Paulia tidak judes seperti yang dipikirkannya.


“Emm, boleh peluk?” Tanya Serra.


“Memang nona mansion ini mau memeluk pelayan seperti saya. Kit-“


Serra langsung memeluk Ibu Paulia, untuk menghentikan perkataan wanita paruh baya itu.


“Kita tetap sama di mata Allah swt bu, semua ini hanya titipan. Bahkan aku juga bukan gadis dari kalangan kaya sebelum menikah dengan Arka, aku hanya gadis sederhana, hidupku sangat susah. Tetapi aku selalu bersyukur masih bisa makan dan diberi kesehatan. Hidup bersama Ibu yang hebat, tidak pernah kenal lelah menjaga ku sampai akhirnya aku menikah.” Ibu Paulia merasa tersentuh dengan perkataan gadis yang memeluknya.


“Bagaimana sekarang bu, apa aku boleh membantu mu memasak?” Tanya Serra diangguki Ibu Paulia.


Kedua perempuan berbeda usia itupun memasak bersama. Kini masakan mereka akhirnya mateng dan menghidangkan di atas meja makan.


🌷🌷🌷🌷


“Harum sekali siapa yang memasak,” ujar Rino yang memasuki mansion bersama Liora dan Avrio di kursi roda yang tengah didorongnya. Rino mengantar kedua cucu dari keponakannya dengan membawa mobil sendiri. Walaupun sudah kakek-kakek, jangan meragukan kekuatan Rino. Rino masih kuat bela diri dan menghajar orang-orang yang berani menganggunya ataupun keluarganya.

__ADS_1


“Iya opa, aku juga mencium harum masakan. Ayo opa kita ke meja makan, perut aku menjadi laper,” ucap Avrio lucu.


“Ini pasti masakan Bibi Paulia,” guman Liora ikutan merasa laper saat mencium bau harum masakan.


Rino mendorong kursi roda Avrio, mereka bertiga menuju meja makan. Benar saja berbagai hidangan masakan telah ada di atas meja makan.


“Siapa yang masak makanan sebanyak ini?” Tanya Rino.


“Pasti Bibi Paulia, opa.. Disinikan urusan dapur Ibu Paulia yang memegangnya,” sahut Liora.


“Benarkan itu Paulia, kau yang memasak hidangan ini?” Tanya Rino menatap pelayan yang berdiri didekat istrinya Arka.


“Tidak semuan tuan, beberapa makanan yang terhidang juga dimasak oleh nona Serra,” jawab Paulia jujur.


“Memang sih gadis kampung cocok jadi pembantu bukan malah jadi istrinya bang Arka,” sindir Liora.


Tetapi Serra tak telalu mengambil hati, menurur sudha biasa. Adik iparnya memang dari awal tidak menyukai keberadaannya.


“Liora, jaga ucapan kamu. Biarpun begitu Serra adalah kakak iparmu, jangan sekali-kali menghinanya,” bela Rino tak suka dengan perkataan cucu keponakanya yang merendahkan istri Arka.


“Kak Rara! Rio boleh minta tolong ambilin makanan, sedari tadi Rio udah laper banget pengen makan,” ujar Avrio memcoba mencairkan suasana.


“Boleh, bentar ya kakak ambilin..” Serra mengambilkan piring dan mengisi makanan di piring adik iparnya.


“Aku mau disuapin kakak boleh?” Tanya Avrio menatap kakak iparnya. Anak lelaki itu sangat ingin merasakan disuapin oleh kakak iparnya yang baik hati dan cantik.


“Rio, biar opa aja yang nyuapin. Kakaknya kan mau makan juga,” sanggah Rino.


Avrio menatap Opa Rino dan memberikan gelengan, yang artinya dia hanya ingin disuapi oleh Serra kakak iparnya.


“Manja banget sih kamu, yang lumpuh itu kaki kamu Rio. Tangan kamu masih bisa berfungsi untuk makan sendiri. Mau ketularan kampungan ya kamu,” ketus Liora.


“Kalau kakak gamau, engga papa biar Rio makan sendiri aja.” Avrio yang ingin menggeser piringnya langsung di tahan Serra.


“Siapa bilang kakak gamau suapin Rio. Sini biar kakak suapin, tapi harus habis ya makannya,” ujar Serra.


Avrio mengangguk. Mereka berempat pun makan dalam keheningan. Liora menggeram marah marah melihat gadis kampungan yang sialnya menjadi kakak iparnya, entah kenapa Liora sangat membencinya.


Serra tahu bahwa Liora terlihat marah dengannya, tapi mengapa? Dia juga merasa tidak mempunyai masalah dengan Liora. Dia memilih membiarkannya dan fokus menyuapi Avrio dengan telaten sampai makanan dipiring habis.


🌷🌷🌷🌷


Bersambung. . .


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yaitu vote, like, comennt dan gifts agar author semakin semangat updatenya.

__ADS_1


Yuk follow ig author : @dianti2609


Terimakasih ❤


__ADS_2