
"Princess bangun sayang ini sudah pagi," ucap Oma Hilya membangunkan Serra dengan suara penuh kelembutan, sembari mencium kening Serra.
Serra yang merasakan sebuah kecupan di kening, mengusik tidur pulasnya. Sehingga mata yang tertutup, perlahan ingin terbuka. Serra menguap dengan menutup mulutnya dan mengerjapkan matanya berkali-kali untuk mendapatkan kesadaranya.
"Sayang apakah princess kita sudah bangun?" tanya Opa Haidzar yang baru saja memasuki kamar dengan pakaian santai yang terlihat rapi.
Meskipun umur Opa Haidzar sudah 65 tahun, tetapi postur tubuh masih kelihatan awet muda, bahkan gaya berpakaian tidak menunjukkan bahwa sebenarnya dia telah menjadi seorang kakek-kakek. Opa Haidzar sangat rajin berolahraga, maka dari itu badannya tetap terjaga, selain sehat juga atletis. Jika jalan bersama putranya Avrian, mereka pasti akan dibilang kakak beradik.
"Baru bangun mas," sahut Oma Hilya.
"Oma Opa! Maafin aku bangun kesiangan, biasanya selesai sholat subuh aku gak tidur. Entah kenapa malah ketiduran, maaf!" ucap Serra takut-takut akan kena marah Oma Hilya dan Opa Haidzar. Serra belum terlalu mengenal keluarga Lesham, makanya ia merasa sedikit tidak nyaman, apalagi ia harus bangun kesiangan seperti sekarang.
Oma Hilya malah tertawa lepas melihat wajah polos dan lucu cucu perempuannya. Serra malah menjadi bingung sendiri melihat Omanya tertawa lepas. Sedangkan Opa Haidzar hanya tersenyum tipis dan mendekat kearah ranjang, memberikan ciuman pada kening princessnya.
"Princess Oma engga marah kok, cuma Oma heran aja kamu malah minta maaf. Oma tau kamu pasti capek Oma ajak keliling mall dan belanja. Mau kamu bangun kesiangan, Oma ga akan marah sayang. Oma bangunin kamu buat ngajakin nyalon, nanti malam kamu akan ikut pergi ke pesta, jadi Oma akan buat penampilan princess cantik Oma ini menjadi memukau, Oma sama Opa juga akan memperkenalkan kamu sekalian pada rekan bisnis Lesham Corp." papar Oma Hilya seraya merapikan helai rambut Serra.
"Pesta? Boleh gak kalau aku gak usah ikut aja," ucap Serra meminta tak ingin ikut dan berdiam di vila saja.
"Tentu saja tidak bisa princess! Oma dan Opa gak bisa meninggalkan kamu sendirian di villa ini," balas Oma Hilya menolak keinginan Serra.
"Opa?" Sekarang Serra beralih meminta bantuan pada Opa Haidzar yang berpura-pura melihat kearah lain. Karena wajah Serra akan membuatnya lemah.
__ADS_1
"Ikut saja ya princess, Opa janji ke pesta gak akan lama. Cuma sampe setengah jam kita pulang," ujar Opa Haidzar.
"Beneran ya Opa," ucap Serra.
Opa Haidzar mengangguk sebagai jawaban.
"Sekarang princess mandi siap siap, Oma sama Opa tunggu di meja makan. Kita sarapan, setelah itu langsung ke salon," kata Oma Hilya, menggandeng lengan suaminya, berjalan keluar dari kamar Serra memberi privasi pada princess mereka.
Setelah pintu kamarnya tertutup, Serra melangkahkan kakinya menuju kamar mandi. 20 menit kemudian Serra telah rapi dengan pakaiannya, lalu ia berjalan keluar dari kamar menuju meja makan, disana sudah ada Oma Hilya dan Opa Haidzar menunggunya.
Oma Hilya sedang mengoleskan selai pada roti, semantara Opa Haidzar sibuk dengan koran yang dibacanya. Serra yang melihat pemandangan tersebut menjadi terbawa susana. Serra berpikir bagaimana jika yang di posisi Oma dan Opanya adalah Papa dan Ibuknya, pasti Serra akan mengabadikan moment keduanya.
Tetapi Serra sadar, semua itu hanyalah keinginannya yanh tidak akan pernah terwujud sama kapanpun. Papa Avrian mencintai Ibu Sabrina, dan Ibuknya harus melepaskan orang yang tidak akan pernah menjadi miliknya untuk kebahagiaan orang yang amat dicintainya agar hati tentram.
Serra cepat-cepat menghapus air mata yang sempat mengalir. Ia berharap Oma Hilya tidak melihatnya.
"Oma buatin kamu nasi goreng spesial, harus dihabisin. Oma gak mau sampe bersisa sedikitpun," ucap Oma Hilya.
"Kok aku sendirian aja makan nasi gorengnya, Oma Opa makan roti," celetuk Serra heran melihat hanya ada satu piring saja berisi nasi goreng, yaitu punya dirinya saja.
"Opa sama Oma kalau pagi biasanya cuma makan roti sayang," imbuh Opa Haidzar menjelaskannya.
__ADS_1
"Kalau gitu aku juga makan roti aja Oma. Oma kenapa repot-repot buatin nasi goreng untuk ku," ucap Serra.
"Engga papa sayang, Oma gak ngerasa di repotin sama sekali. Bahkan Oma ngerasa senang, bisa manjain princess. Jadi nasi goreng buatan Oma harus dihabisin ya, kalau engga habis Oma bakalan sedih," tutur Oma Hilya.
"Makasih Oma, tenang aku akan habisi nasi goreng spesial buatan Oma tercinta." Serra meraih wajah Oma Hilya dan memberikan ciuman bertubi-tubi.
"Hem yang dicium Omanya aja, Opanya gak nih," tukas Opa Haidzar cemburu.
Serra yang merasa tersindiri, lantas berdiri dari kursinya, melangkah mendekat pada Opa Haidzar, lalu melakukan hal yang sama yang tadi dilakukan pada Oma Hilya yaitu memberikan ciuman bertubi-tubi ke pipi kanan kiri dan dahi.
...****************...
...Guys! Ayo guys join grup chat antiloversn!!!...
Follow ig aku yuk guys : @dianti2609
Bersambung. . .
Follow juga ya!!
Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.
__ADS_1
Terimakasih💓