YOU'RE MINE, SERRA

YOU'RE MINE, SERRA
Bagian 147.


__ADS_3

Resepsi pernikahan di mulai jam 8 sampai dengan selesai. Kedua mempelai pengantin telah duduk di panggung. Serra dibuat kagum dengan dekorasi terlihat mewah dan megah, Serra mengingat sekilas pernikahannya dulu bersama Arka tidak ada resepsi, sebab pernikahan mereka bersifat tertutup, karena harus dirahasiakan dari publik semantara waktu sampai mereka lulus barulah akan diumumkan dan dibuatan acara. Sayang sekali semuanya gagal, akibat kebodohan Arka sendiri.


Tetapi Serra telah melepaskan Arka dengan penuh keikhlasan bersama sahabat dan sekarang ia bahagia hidup bersama orang yang dicintai, sebaliknya juga mencintainya.


"Sayang kamu lagi ngelamunin apa," tegur Alrez menyentuh tangan Serra.


"Engga ada mas," jawab Serra cepat tak ingin membuat Alrez curiga.


"Pasti kamu ga sabar buat malam pertamakan," goda Alrez membuat wajah Serra merona mendengarnya.


"Husst! Mas di dengar orang ga enak. Beneran aku ga mikiran itu, kamu ada-ada aja sih," ucap Serra.


"Mas yang ga tah-"


Serra menutup mulut Alrez agar berhenti bicara yang memalukan jika sampai didengar orang.


"Mas, ngomongin masalah itu nanti kalau kita cuma berdua. Sekarang lebih kita sambut tamu-tamu," kata Serra.


Para tamu sudah mulai berdatangan untuk memberikan ucapan selamat pada kedua mempelai pengantin. Alrez dan Serra berdiri membalas salaman dari para tamu undangan, yang diperbolehan masuk hanya orang-orang yang mendapat surat undangan, jika orang yang tak membawa surat undangan tidak akan diperbolehan masuk. Penjagaan di luar maupun di dalam sangat ketat, demi menghindari orang-orang yang berniat jahat merusak acara resepsi.

__ADS_1


"Rez selamat atas pernikahan nya, akhirnya kamu menikah duluan daripada saya," ucap Altan memberikan selamat pada Alrez dan Serra.


"Mau bagaimana lagi Altan saya harus bertindak cepat, jika tidak begitu dia akan menjadi milik orang lain dan saya akan hancur melihatnya," balas Alrez seraya melirik istrinya dan mengusap telapak tangan istrinya dengan lembut.


"Ya kau benar, kita memang harus selalu bergerak jika tak mau orang yang kita cintai menjadi milik orang lain," kata Altan.


"Dimana tunangan mu?" tanya Alrez tak melihat Cemile yang merupakan tunangan Altan.


"Cemile tak bisa ikut ke Indonesia, jadwal pemotretan tidak bisa diundur. Sebenarnya dia sangat ingin ikut datang kesini, karena tak bisa datang dia menitipkan ucapan selamat dan kado untuk istrimu," jelas Altan.


"Sampaikan terimakasih kami berdua untuk Cemile, jika ada waktu berkunjunglah kerumah kami," tukas Alrez.


"Baiklah, kapan-kapan saya akan membawa Cemile ke Indonesia, berkunjung kerumah kalian." Ucap Altan lalu bergegas turun dari panggung untuk bergantian dengan tamu undangan yang lainnya.


"Pak Alrez selamat atas pernikahannya, semoga samawa dan cepat diberi momongan," ucap Lian memberikan selamat.


"Terimakasih pak Lian," balas Alrez.


"Kandungannya sudah berapa bulan mba?" tanya Serra mengelus perut Nismara istri dari Lian.

__ADS_1


"Memasuki dua bulan dek," jawab Nismara.


"Sehat-sehat ya bumil," ucap Serra.


"Dek Serra juga semoga nanti cepat di berikan momongan," balas Nismara.


Lalu kedua suami istrinya yang telah memberikan selamat pada mempelai pengantin pun turun. Tiba-tiba ada seorang laki-laki yang sangat Serra kenali naik ke atas panggung.


Aldo melewati Alrez begitu saja dan memeluk Serra tanpa aba-aba, membuat sang pengantin sontak kaget. Serra melirik suaminya, yang mengepalkan tangan ingin menghajar Aldo. Serra memberikan gelengan agar Alrez menahan emosi untuk tidak kelepasan, Serra tidak ingin sampai acara resepsi mereka rusak.


Serra menguraikan pelukan Aldo dan melihat wajah lelaki itu menangis menatapnya sendu.


...****************...


To be continue. . .


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yaitu rate, vote, like, comennt dan gifts agar author semakin semangat updatenya.


Yuk follow ig author : @dianti2609

__ADS_1


 


 


__ADS_2