
Alrez saat ini tengah mengemudikan mobilnya menuju kontrakan, menjemput Serra dan pergi ke butik fitting baju pengantin. Alia telah membuatkan janji dengan pemilik butik yaitu Ella Mariska teman dekatnya.
Sesampainya depan gang ternyata Serra sudah menunggu kedatangan Alrez. Saat mobilnya berhenti Serra membuka pintu mobil sendiri. Alrez mencondongkan badannya memasangkan sabuk pengaman pada Serra.
"Mas ga ke kantor hari ini?" tanya Serra ketik Alrez menjalankan mobilnya.
"Mas ambil cuti sayang, mas mau fokus ke acara pernikahan kita yang tinggal beberapa hari lagi," ujar Alrez seraya mata tetap fokus ke depan, ia tak ingin ambil resiko terjadinya kecelakaan.
Setelah itu tidak ada lagi percakapan dari keduanya, hanya keheningan yang terjadi di dalam mobil. Tiba depan butik yang di rekomendasi oleh Alia sampai sudah dibuatkan janji agar mereka tak harus menunggu kapan bisa dikunjungi.
Alrez dan Serra masuk ke dalam butik dan langsung disambut oleh pegawai butik tersebut.
"Selamat datang di butik kami, ada yang bisa di bantu?" sambut pegawai tersebut begitu ramah dan sopannya.
"Saya mau bertemu tante Ella," ujar Alrez.
"Apa anda sudah membuat janji dengan boss saya?" tanya pegawai tersebut memastikan.
"Ya kami sudah membuat janji," kata Alrez datar.
"Baik tuan, nona. Silahkan menunggu sebentar, saya panggilkan boss saya dulu," ucap pegawai mempersilahkan Alrez dan Serra untuk duduk. Dia lantas pergi ke ruangan bossnya memberitahu kedatangan orang yang telah membuat janji.
__ADS_1
Tak lama kemudia tante Ella selaku pemilik butik datang bersama pegawai yang tadi menyambut kedatangan Alrez dan Serra.
"Halo selamat datang di butik saya, senang bertemu kalian," sambut tante Ella bersalaman dengan Alrez dan Serra.
"Pasti kamu putranya Alia kan dan ini calon istrimu" tebak tante Ella.
Alrez membalasnya dengan sebuah anggukan dan Serra dengan sebuah senyuman.
"Mama mu sendiri adalah teman dekat tante, dari jauh hari mama mu sudah memberitahu tante agar membuatkan gaun pengantin, jadi khusus pernikahan kalian tante sudah mempersiapkan beberapa gaun untuk calon istrimu. Mari ikut tante, tante akan memperlihatkan gaun-gaunnya."
Tante Ella membawa Alrez dan Serra ke sebuah ruangan, saat mereka memasuki ruangan tersebut sudah disuguhkan keempat gaun pengantin.
"Silahkan dicoba saja semuanya, biar calon suami melihatnya yang mana cocok untuk mu," ujar tante Ella menyuruh Serra agar mencoba keempat gaun-gaun yang memang khusus dibuat untuknya.
"Aku Serra tante," ucap Serra.
"Saya Alrez," ucap Alrez singkat.
"Syifa bantu Serra mencoba gaun-gaun pengantinnya," perintah tante Ella pada Asyifa pegawainya.
"Mari nona saya bantu." Asyifa membawa gaun pertama, langsung dikenakan Serra.
__ADS_1
Serra keluar menunjukkan pada Alrez yang langsung menolak tidak menyetujuinya. Penyebabnya dibagian dada terlalu rendah potongan, Alrez tidak suka ada yang menatap miliknya. Gaun pengantin kedua pun sama di tolak Alrez, alasannya punggungnya sangat terbuka. Sampai akhirnya gaun terakhir yang menjadi pilihan Alrez, karena sangat elegan dan tiap-tiap bagian tidak terlalu membentuk lekuk badan Serra. Alrez tidak menyukai asetnya diumbar pada tamu undangan nantinya. Serra hanya boleh memakai pakaian seksi saat bersama dengan di dalam kamar mereka.
"Selera calon suami bagus juga, dia memilih gaun yang tepat sekali," ujar tante Ella.
"Terimakasih tante telah menyambut kami dengan ramah, jika tante berkenan datanglah ke pernikahan kami nanti. Kami akan membagikan undangan untuk tante," ucap Serra.
"Terimakasih kembali atas undangan Serra. Saya dengan senang hati akan datang ke pernikahan kalian," balas tante Ella.
"Kami pamit tante, sampai bertemu di acara pernikahan kami," kata Serra.
Tante Ella tersenyum membalas perkataan Serra.
...****************...
...To be continue. . ....
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yaitu rate, vote, like, comennt dan gifts agar author semakin semangat updatenya.
Yuk follow ig author : @dianti2609
__ADS_1