YOU'RE MINE, SERRA

YOU'RE MINE, SERRA
Bagian 100.


__ADS_3

Sesudah menyuapi Arka makan dengan menguatkan hatinya yang sangat muak melihat senyuman manis Arka yang ditunjukkan padanya. Serra membuka laci, mengambil kotak obat, mengobati luka di dahi Arka.


"Kamu tunggu di kamar, aku mau ke bawah naruh nampan. Sekalian ngambil air dingin kompres luka lebam kamu," ucap Serra meminta Arka agar tetap berada di kamar menunggunya.


"Enggak, aku ikut kemanapun kamu pergi," tolak Arka.


Serra menghela nafas, dengan tingkah Arka seperti anak kecil yang ketakutan ditinggalkan oleh Ibunya. Serra langsung mencuci bersih piring dan gelas bekas makan Arka.


"Nona mengapa anda yang mencucinya, seharus nona letak saja biar kami yang mencucinya." Pelayan menegur Serra dengan sopan, pelayan itu adalah pelayan yang tadi membersihkan kamar Arka.


"Tidak papa mba, selagi saya bisa melakukan sendiri, tak masalah," ujar Serra tersenyum.


"Sayang sudah belum, ayo kembali ke kamar," rengek Arka seperti anak kecil.


Serra lekas mengambil baskom kecil, mengisi dengan air dan es batu. Mereka berdua naik kembali ke kamar. Arka duduk di sofa, sedangkan Serra mengompres lebam lebam yang memamg belum di obati setelah kejadian dua hari yang lalu.


"Ka aku mau ngomong serius sama kamu," ujar Serra menatap Arka.


"Ngomong aja sayang," balas Arka.


"Pertama jangan memanggilku sayang lagi! Status kita bukan suami istri lagi ka," ucap Serra mengeluarkan selembar surat dari tas selempangnya. Arka menatap Serra penuh pertanyaan.


"Tolong tanda tangani ini agar kita resmi bercerai dan kamu bisa secepatnyai bertanggung jawab menikahi Rachel."


"Apa maksudmu ra? Jika kamu datang hanya untuk membujukku menanda tangani surat sialan itu, aku tidak akan pernah melakukan," tolak Arka mentah-mentah.

__ADS_1


"Kamu tetap menjadi istriku sampai kapanpun. Untuk Rachel aku tidak akan menikahinya tapi aku akan bertanggung jawab memberikan nafkah untuk anaknya." Lanjutnya menegaskan perkataannya.


"Arka ku mohon sadarlah! Pernikahan kita sudah hancur, tak bisa di perbaikin lagi. Jujur aku mencintai mu, tapi semua itu sudah lenyap karna kesalahan mu. Jadi bantu aku, tanda tangani surat ini agar urusan kita kelar," mohon Serra meminta Arka membubuhkan tanda tangannya.


"Sebegitu besarkah kesalahan sampai kamu tidak mau memaafkan ku? Harus dengan cara apa ra agar kamu bisa memaafkan kesalahanku," ucap Arka dengan suara bergetar.


Serra memalingkan wajahnya, memejamkan mata untuk meredam rasa sakit dalam dadanya.


"Ra tolong katakan, apa yang harus ku lakukan agar bisa mendapatkan maafmu," desak Arka.


Serra menghapus air matanya yang sempat mengalir, "Tanda tangani sekarang! Aku akan memaafkan mu," ujar Serra gemetar. Ia berharap kali ini Arka mau melakukannya.


"Tapi aku tak ingin menceraikan mu ra, aku hanya mencintai mu," kata Arka seraya menatap Serra lembut bahkan tangan mencoba menggenggam tangan Serra sayang tak bisa karena Serra menjauhkan tangannya.


"Mengertilah Arka pernikahan kita sudah tidak bisa dipertahankan. Menikahlah dengan Rachel, aku akan memaafkan mu dan menghadiri pernikahan mu," tutur Serra.


Serra mengambil suratnya dan bangkit dari sofa. " Aku pamit! Aku akan mendoakan kebahagian kalian, ku harap kamu bisa menerima dan mencintai Rachel. Sebentar lagi kamu akan menjadi seorang ayah, selamat!"


Arka tidak menggubris omongan Serra sama sekali. Tatapan Arka berubah sangat dingin. Setelah pintu kamar tertutup, Arka melemparka vas bunga di atas meja sampai pecah. Hatinya kembali terluka, baru saja ia bersemangat dengan kedatangan istrinya, ia pikir istrinya datang memaafkan kesalahannya dan mau bersama sama memulai rumah tangga kembali, memperbaiki pernikahan mereka yang sempat goyah akibat kesalahan satu malamnya.


Tetapi kenyataan itu hanya mimpi saja, nyatanya pernikahan mereka sudah berakhir sekarang.


"Semua telah berakhir! Ini semua karena kesalahan mu sendiri Arka," gumamnya.


...•••...

__ADS_1


Serra pergi kebawah dan bertemu Alrez yang tengah bersantai duduk di ruang tamu.


"Gimana! Apa Arka sudah menanda tangani suratnya dan siap menikahi sahabat mu?" Arlez berdiri dari duduknya dan bertanya pada Serra yang berada didepannya.


"Sudah uncle, Arka juga mengatakan akan menikahi Rachel," ucap Serra menguatkan hatinya.


Alrez tersenyum tipis, mendengarnya. Inilah yang di tunggu-tunggu olehnya, gadisnya akan menjadi miliknya sebentar lagi.


"Yasudah saya antar kamu pulang sekarang," ucap Alrez.


"Tidak perlu uncle, aku bisa pulang naik angkot," tolak Serra.


"Jangan menolak ra, saya yang sudah mengajak mu kesini, jadi saya juga yang harus mengantarkan mu pulang," balas Alrez, berjalan duluan di depan Serra.


Serra menuruti kemauan Alrez, dari pada berdebat, yang ada nanti dia tidak akan pulang-pulang.


...****************...


Guys! Ayo guys join grup chat antiloversn!!!


Follow ig aku yuk guys : @dianti2609


Bersambung. . .


Follow juga ya!!

__ADS_1


Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.


Terimakasih💓


__ADS_2