
"Maaf uncle, tadi aku kebingungan memilih pakaian. Aku juga tidak tahu selera uncle yang mana." Serra menunduk.
"Kalau ngomong tatap orangnya," ujar Alrez.
"Fia.."
Panggilan Ibunya menyelamatkan Serra dari situasi sulit. 'Syukurlah ibu memanggil ku jadi bisa selamat dari pria mesum ini' batin Serra, segera keluar dari ruang kerja.
Alrez tersenyum hanya bisa senyum melihat kelakuan gadisnya. Entahlah akhir-akhir ia merasa lebih bahagia, banyak tersenyum. Tapi anehnya senyuman terbit saat bersama gadisnya. Efek jatuh cinta sangat mengerikan.
Di kamar sebelah Serra membantu memandikan Ibunya. Serra ingin menangis rasanya melihat keadaan Ibunya sekarang. Kalau bisa dia ingin dirinya saja yang buta menggantikan Ibunya.
"Nak, maafin Ibu ya merepotkan kamu," kata Rida mengenggam tangan putrinya.
"Ibu, aku gak suka dengar ibu ngomong gitu lagi. Bagi aku ibu adalah segala-galanya jadi apapun yang aku lakukan sekarang adalah bentuk rasa terima kasih aku dan kewajiban berbakti pada orang tua," tutur Serra memeluk Ibunya.
"Terimakasih nak," "Ibu bahagia kamu bersama dengan ibu, gak kebayang kalau ibu hidup sendirian. Rasanya mungkin ibu gaakan sekuat ini menjalani kehidupan penuh cobaan dan ujian." lanjut Rida berkata dalam hati.
"Nak ini udah jam berapa?"
"Setengah jam lagi mau jam 7 bu."
__ADS_1
"Kamu udah siap-siap mau sekolah kan."
"Eum, sekolah aku libur hari ini bu." Bohongnya.
"Kok libur, memang ada kegiatan apa sampe sekolah di liburkan." Rida sepertinya tak percaya dengan omongan putrinya.
"Guru rapa bu, buat nentuin ujian sekolah. Sebentar lagi kan aku mau ujian," kata Serra menyakinkan Ibunya.
"Baguslah ibu senang dengarnya kalau kamu sebentar lagi mau lulus. Apa kamu dan Arka sudah memutuskan untuk kuliah dimana?"
"Seperti hanya Arka yang akan kuliah bu, aku mau jadi Ibu rumah tangga saja," ujar Serra yang memang telah memikirkan dengan matang keputusan yang akan diam dirumah mengurus suami.
"Ibu mendukung keputusan mu nak, kamu sudah dewasa untuk bisa memutuskan pilihan hidup yang mau dijalani kedepannya. Ibu akan selalu mendoakan kebahagian kalian," ucap Rida.
"Nak ibu ngeras kok tempat ini bukan kontrakan kita ya. Jujur sama Ibu sebanarnya kita ini dimana?" ungkap Rida yang memang saat kemarin pulang merasakan aneh dengan tempat tinggal mereka, seperti berubah. Walaupun matanya buta tapi batinnya tidak bisa dibohongi.
"Haruskan aku jujur pada ibu, tidak aku harus berbohong. Maafkan aku bu yang telah banyak membohongi mu."
"Fia kamu masih disinikan?" Rida mencoba meraba sekitarnya, tangan langsung di tangkap Serra.
"Ibu benar ini bukan kontrakan kita," jawab Serra.
__ADS_1
"Lalu ini dimana," ucap Rida, raut wajah berubah panik seketika.
"Ibu tenang disini aman kok. Ini apartement milik Arka. Maaf aku dan Arka belum bisa membawa Ibu ke rumah, Arka belum ngomong sama mama dan papa meminta izin agar ibu di perbolehkan ikut tinggal bersama kami. Mana mungkin aku tega membiarkan ibu tinggal sendirian apalagi dengan kondisi sekarang, aku gamau ambil resiko terjadi apa dengan ibu." Jelas Serra.
"Nak dengar! Ibu enggak apa apa kok sendirian di kontrakan," ucap Rida.
"Tetap aku tak setuju, aku cuma punya ibu sebagai orangtua kandungku. Jika sampai Ibu kenapa sendirian, aku akan menjadi anak yang sangat merasa bersalah karena tidak bisa menjaga orangtuanya dengan baik." tolak Serra mentah-mentah.
Rida tersenyum, tangannya tergerak mengusap pipi lembut putrinya. Ia beruntung memiliki Serra, jika ada orang yang memperhatikan wajah putrinya lebih jelas. Pasti mereka akan menyadari jika wajah putrinya tak sepenuhnya Indonesia.
"Ibu tenang aja ya, aku yakin pasti Arka akan mendapatkan izin mama papa. Oh ya ibukan belum sarapan, aku kebawah ambil sarapan buat ibu.." Rida menganguk.
...****************...
Guys! Ayo guys join grup chat antiloversn!!!
Follow ig aku yuk guys : @dianti2609
Bersambung. . .
Follow juga ya!!
__ADS_1
Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.
Terimakasih💓