YOU'RE MINE, SERRA

YOU'RE MINE, SERRA
Bagian 90.


__ADS_3

Malam ini, acara prom night berjalan lancar. Mereka mengadakan acara prom night di hotel milik Xander dan mengundang penyanyi dan band yang lagunya sedang hits.


Serra dan kedua sahabat tengah duduk menikmati musik yang tengah di nyanyikan. Kadang mereka juga ikut bernyanyi bersama.


"Guys, aku mau kesana ya," ucap Rachel.


"Pasti lo mau ngebucinkan sama Arka," goda Nabilla mecolek Rachel.


Semantara Serra hanya tersenyum saja, mau marah pun tidak bisa. Statusnya belum di ketahui publik. Serra hanya bisa memperhatikan dari kejauhan, melihat Rachel mengenggam tangan Arka sangat mesra, Rachel pun juga ikut tertawa. Serra yang menyaksikan tanpa terlewat sedikitpun hanya bisa menguatkan hatinya.


"Aku gak bisa ngebayangin, gimana reaksi Rachel kalau dia tahu Arka adalah suamiku." batinnya.


MC pun berbicara di panggung mengatakan kalau saatnya akan di mulai pesta dansa. Semua bersiap, Serra memilih duduk tenang, tidak mungkin kan Arka mengajaknya berdansa.


Arka menatap sekitar ballroom mencari keberadaan Serra. Saat menemukan Serra yang sedang duduk bersama temannya, Arka ingin pergi menghampiri Serra tetapi tangan ditahan oleh Rachel dan ya Arka baru menyadarinya.


"Ka kamu dansa sama aku kan?" tanya Rachel membuat Arka menatap bingung mau menjawab apa.


Arka kembali melihat Serra, tatapan keduanya saling bertemu. Serra mengerti arti tatapan mata Arka pun menganggukan kepalanya pelan.


Pada akhirnya Arka berdansa, berpasangan dengan Rachel. Rachel nampak tersenyum menatap Arka memuja. Serra dan Nabila hanya duduk saja, keduanya tak memiliki pasangan.


"Huhu! nasib kita sama ra," celetuk Nabila merangkul leher Serra.


Serra membalas celetuka Nabila hanya dengan senyum simpul dan menepuk bahu sahabatnya. Tetapi tidak di sangka-sangka ada sebuah uluran tangan dari seseorang. Serra dan Nabila nampak kebingungan, kedua tak tahu uluran tangan itu buat siapa?


"Ayo ra kita dansa!" ujar Aldo akhirnya bersuara, dan ternyata uluran tertuju pada Serra.


Serra belum menyambut uluran tangan Aldo, malahan ia menatap Nabilla yang berada di sampingnya. Ia tak ingin membuat Nabilla berpikir macam-macam tentangnya, cukup Rachel yang sempat menjauhi hanya karena melihat ia keluar dari mobol Arka. Ia akan menolaknya saja, walaupun ini membuat Aldo kecewa, daripada harus tercipta kesalahpahaman lagi. Jauh lebih baik menghindari kesalahpahaman itu.


"Ra kamu maukan dansa sama gue!" ulang Aldo mengajak Serra.


"Maaf Aldo kaki aku lagi sakit, mending kamu dansa sama Nabilla aja," tolak Serra dan meminta Aldo mengajak Nabilla saja.


Nabilla menatap tajam Serra yang malah menanggapi dengan senyuman saja.

__ADS_1


"Berhubung Serra gak bisa dansa sama gue, karena kaki sakit. Jadi lo mau kan Bill dansa sama gue." Aldo mengulurkan tangan pada Nabilla.


"Tapi gue kan-"


"Ayo Bill lo dansa sama gue. Gue gak terima penolakan lo." Aldo memotong omongan Nabilla dan langsung meraih tangan gadis itu tanpa membuang banyak waktu mendengarkan penolakan Nabilla. Aldo membawanya ketengah-tengah untuk berdansa, semantara Serra tetap duduk di posisinya.


Tak jauh dari meja Serra. Liora dan Sandra di datangi Agung dan Farell sahabat Arka.


"Hai girls sexy," sapa Agung, tatapan mata genitnya mengarah ke Sandra yang membuang wajah.


"Cantik jangan gitu dong sama abang, ayo kita dansa! Abang tau adek cantik gak punya pasangankan? Maka abang kesini mau ngajakin adek cantik," lanjut Agung berkata menggelikan dan mengulurkan tangan pada Sandra.


"Ewh, jijik banget gue. Singkirin tangan lo itu, gue mau dansa sama Arka bukan lo." Sandra menepis kasar tangan Agung. Tetapi Agung tak menyerah terus merayu Sandra dengan rayuan mautnya!


"Lioara ayo kita dansa," ajak Farell, dengan senang hati Liora menerimanya tanpa berpikir panjang seperti yang dilakukan temannya Sandra masih diam belum mejawab ajakan dari Agung.


"San udahlah terima aja ajakan kak Agung. Lagian abang gue udah dansa sama orang lain, tuh liat," ucap Liora menyuruh Sandra menerima ajakan dari Agung. Liora juga menunjuk ke arah Arka yang tengah berdansa dengan cewe lain, yang tidak kedua ketahui siapa cewe tersebut.


"Lo udah liat sendirikan, jadi terima ajakan kak Agung sana," suruh Liora. Namanya Sandra keras kepala dan tetap tak mau berdansa sama Agung.


"Ayo kak kita dansa," ucap Liora bergelayut manja di lengan Farell pacarnya.


Tangan Sandra mengepal melihat Arka berdansa dengan cewe lain. Sandra yang akan menghampiri keduanya langsung di peluk erat oleh Agung untuk mencegah terjadinya keributan.


"Lepasin gue! gue mau jambak tuh cewe gatel." Sandra berontak dan mencoba melepaskan tangan Agung yang memeluk erat perutnya.


"Lo mau kesana jambak tuh cewek dan ngehancurin pesta kelulusan kita. Gak akan gue biarin itu terjadi Cassandra Putri Wijaya!" Bentak Agung penuh penekanan dan menyebut nama lengkap Sandra.


"Gue gak perduli, lepasin gue." Percuma saja Sandra berontak karena tenaga Agung lebih kuat.


"Hiks, gue gak suka liat Arka sama cewe lain. Arka milik gue, gak ada yanh boleh rebut dia dari aku," ucap Sandra akhirnya malah menangis.


Agung mulai mengendurkan tangan di perut Sandra. Lalu Agung membawa Sandra duduk kembali, tidak tega melihat Sandra menangis. Agung mencoba menenangkan Sandra, setelah Sandra agak tenang Agung memberikan minuman, tetapi Agung tak tahu bahwa minuman itu ternyata disiapkan Sandra khusus buat Arka, lebih tepatnya untuk menjebak Arka kembali.


"Minum dulu..." Agung menyodorkan minuman ke arah bibir Sandra.

__ADS_1


Tanpa melihat lagi, Sandra menerima minuman tersebut dan meminumnya hingga tandas. Beberapa menit kemudian Sandra menjadi gelisah dan merasa aneh dengan tubuhnya. Saat mata melihat ke meja, barulah dia tahu bahwa minuman yang telah di habiskan adalah minuman yang sudah dicampurkan sesuatu.


"Sandra kamu kenapa?" tanya Agung menyadari kegelisahan Sandra.


"Badan aku panas banget rasanya," ucap Sandra pelan takut di dengan orang lain, karena musik dansa telah berhenti.


"Panas." Agung lantas menempelkan telapak tangan di dahi Sandra. "Gak panas, malahan dingin," lanjutnya berkata.


"Ishh! gue bilang panas, malah dingin lo sebut. Arghh! Udahlah gue mau ke kamar dulu." Sandra yang kesal terhadap Agung pun memilih bangkit dari kursinya, melangkah cepat keluar dari ballroom.


"Kak mending lo susulin Sandra, gue takut terjadi apa-apa sama teman gue," ucap Liora menyuruh Agung mengejar Sandra.


Liora memang melihat gelagat Sandra dari kejauhan, maka dari dia cepat-cepat menghampiri meja dimana masih ada Agung disana yang hanya diam saja tidak melakukan tindakan untuk mengejar temannya.


"Huhh! Bisa bahaya kalau Sandra sendirian kekamar dan ketemu orang lain di jalan, bisa bisa habis tuh anak," gumam Liora.


"Sayang!" panggil Farell, Liora tersenyum melihat pacarnya yang berada di sampingnya.


"Ayang kita jalan yuk!" ajak Liora manja.


"Jalan kemana yank? acaranya belum selesai," ujar Farell bertanya.


"Kemana aja, aku bosan disini. Gak seru, kita cari makan di luar," ucap Liora.


"Yaudah yuk." Farell dan Liora memutuskan pergi dari acara prom night yang belum selesai.


...****************...


Guys! Ayo guys join grup chat antiloversn!!!


Follow ig aku yuk guys : @dianti2609


Bersambung. . .


Follow juga ya!!

__ADS_1


Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.


Terimakasih💓


__ADS_2