YOU'RE MINE, SERRA

YOU'RE MINE, SERRA
Bagian 120.


__ADS_3

Keesokan harinya Rida merasakan badan sudah sangat sehat, memutuskan bersiap-siap mendatangi kantor Lesham Corp. untuk kembali bekerja disana. Tiba di kantor teman-teman memandang heran padanya.


"Rida, ka-kamu-"


"Ya aku kembali bekerja disini. Nanti aku ceritaan gimana kronologisnya aku bisa keterima kembali. Sekarang mending, kita menyelesaikan pekerjaan dulu."


Mereka mengerjakan pekerjaan masing-masing, tiba-tiba Rida diperintahkan membuatkan kopi untuk CEO dan diminta mengantar sendiri ke ruangan CEO.


"Mengapa harus aku lagi yang disuruh, apa tidak bisa meminta yang lain saja membuatkan. Mana harus nganter keruangannya lagi, merepotkan sekali. Padahal aku tidak mau bertemu dengannya, aku takut kesalahan kemaren terulang lagi, aku tak mau kehilangan pekerjaan ini lagi," keluh Rida menggerutu seraya tangan lihainya tetap bekerja menyeduh kopi.


"Rida itu kopi buat siapa?" tanya teman sejawat Rida yang baru memasuki dapur.


"Buat CEO, mana aku disuruh nganter kesana sendiri lagi. Menyebalkan sekali harus ngeliat wajah kulkas CEO," kata Rida kesal.


"Udah gak kesal gitu. Harusnya kamu bersyukur, bisa menemui CEO tampan kantor ini, dengar-dengar dia belum punya istri."


"Darimana kamu tau kalau CEO kulkas kantor ini belum menikah."


"Rumor begitu, kalau misalnya pak Avrian punya istri, otomatis kita akan sering ngeliat dia bawa istrinya dan memperkenalkan pada seluruh orang dikantor agar tahu. Biar gak ada perempuan yang keganjenan dekati, karena sudah ada pawang. Nah ini boro-boro punya istri, keliatan jalan sama wanita aja gak pernah."


"Bodo amatlah, bukan urusan aku. Intinya aku keterima lagi disini udah bersyukur banget."


Kopi buatan telah selesai, Rida lekas melangkah masuk ke dalam lift menuju lantai atas dimana ruangan CEO berada. Rida sebenarnya merasa sedkiti gugup harus masuk kembali ke ruangan tersebut. Rasa trauma akibat pemecatan kemaren membuatnya otaknya terganggu.


Tok..tok..tok...


"Masuk!" seru Avrian dari dalam, memencet remot membukakan pintu untuk orang diluar.

__ADS_1


Rida masih berdiri diambang pintu, dirinya masih ragu masuk ke dalam ruangan tersebut.


Avrian yang berada di kursi kebersarannya menghepa nafas, melihat OG masih berdiri dan belum melangkah masuk ke dalam ruangannya.


"Masuklah, saya mengizinkan mu. Masalah kemarin lupakan saja, saya tak akan memecat mu," ungkap Avrian. Membuat Rida akhirnya merasakan kelegaan.


"Ini pak kopi yang anda minta." Rida menaruh di meja kerja Avrian.


"Kau baru saja masuk rumah sakit kemarin, mengapa harus masuk kerja hari ini. Saya kan sudah bilang, kau boleh masuk kerja setelah keadaan mu membaik, yang artinya bukan hari ini juga."


"Maaf pak, tapi saya ngerasa sudah enakan," cicit Rida menunduk tak berani menatap bossnya langsung.


"Terserah kau saja, intinya kalau kau sakit jangan salahkan saya. Karena saya sudah memberitahu mu kemarin," ucap Avrian.


"Baik pak! Kalau tidak ada lagi yang anda butuhkan saya izin kebelakang," pamit Rida.


Rida lantas keluar dari ruangan Avrian, menuju kebelakang melanjutkan pekerjaannya.


"Gimana Rida senang gak bisa lihat boss secara langsung. Apalagi sampai kamu diperintahkan bawa kopinya langsung keruangan. Padahal setauku, boss paling gak suka perempuan masuk ruangan. Makanya kita selalu diperingatkan sama tuan Rama, untuk bergegas cepat membersihkan ruangan CEO sebelum si bossnya masuk. Kalau sampai boss masuk, masih ada kita dalam ruangan CEO. Ya kita harus nerima konsekuensinya yaitu dipecat."


"Udah gausah bahas si boss, yang adalah malah nanti kalau kita ketahuan lagi gosip gini malah di pecat."


"Benar kata Ella, mending kita lanjutin kerja," sambung Rida.


"Oke boss siap," jawab Lia yang tadi bicara panjang lebar.


...•••...

__ADS_1


Tidak terasa sudah dua bulan Rida kembali bekerja. Avrian semakin suka memerintahkan Rida untuk selalu membuatkan kopi maupun meminta memasakan makanan di dapur kantor. Bahkan tak segan-segan Avrian meminta Rida menemani makan, dari situlah kedekatan mereka terjalin.


Akhirnya Avrian memutuskan melamar Rida dan menikahinya. Kakak Rida yang dari desa mendapatkan kabar dari sang adik bahwa dia menerima lamaran seorang pria yang berniat ingin menikahi pun sangat senang dan merasakan kebahagiaannya, akhirnya adik semata wayangnya menemukan jodohnya di kota tempatnya bekerja.


Seminggu mengurus tempat acara yang akan dilangsungkan pernikahan, selesai juga dilakukan. Avrian juga mengatakan pada Rida kalau pernikahan mereka dibuat tertutup, orang-orang yang datang hanya yang mendapatkan surat undangan. Saat mereka datang juga harus menunjukan surat undangan tersebut.


Di acara pernikahan tersebut juga Sabrina istri pertama Avrian juga menghadirinya. Sayangnya Rida tidak mengetahui kalau sebenarnya Avrian telah memiliki istri, jadi dia adalah istri kedua yang artinya madu dari istri pertama.


Setelah menikah, Rida diminta berhenti dari pekerjaannya. Avrian sendiri yang memintanya untuk tidak bekerja lagi, Rida yang memang dasarnya penurut pun mengikuti perintah Avrian.


Sebulan pernikahan Rida merasakan kepala sangat pusing, sudah kesekian kalinya dirinya masuk kamar mandi dan muntah-muntah.


"Huek! Huek!"


...****************...


Guys! Ayo guys join grup chat antiloversn!!!


Follow ig aku yuk guys : @dianti2609


Bersambung. . .


Follow juga ya!!


Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.


Terimakasih💓

__ADS_1


Kali ini beneran satu bab aja lagi. Sekali lagi author minta maaf ya readers. Kalau misalkan kalian gak suka sama flashbacknya boleh skip kok💞🙏


__ADS_2