
Sekarang Serra dan Alrez telah berada dikediaman Avrian Lesham. Sedari memasuki mansion Lesham, sedikitpun Serra tak melepaskan genggaman tangan Alrez. Menurut genggaman Alrez membuat dirinya merasa agak tenang dan nyaman.
Mereka semua telah mengambil tempat duduk masing-masing, semantara Opa Haidzar duduk di sofa single. Semua orang masih terdiam, belum ada yang membuka suara.
"Ekehm! Avrian jelaskan semuanya, bagaimana bisa Aiden bilang gadis manis yang menyelamatkan nyawa ayah adalah saudara kembarnya, setau ayah Sabrina hanya mengandung satu anak, atau kalian merahasiakan kehilangan satu anak kalian, agar ayah dan bunda mu tak mengetahuinya begitu," ujar Opa Haidzar membuka permbicaraan.
Serra menatap kedua orang yang menjadi tersangka telah menyakiti hati Ibunya. Serra tak menyangka mereka membohongi semua orang, mengingat penderitaan Ibunya membuat Serra meneteskan air matanya.
"Sstt! Jangan menangis sayang, kita dengarkan penjelasan pak Avrian ya," ucap Alrez lembut, tangan yang satunya digunakan menghapus air mata gadisnya.
Avrian menatap Aiden dan beralih pada Serra yang ternyata adalah perempuan yang selama ini dia cari diam-diam tanpa sepengetahuan orang-orang, termasuk istrinya sendiri. Avrian begitu bahagia akhirnya bisa melihat dan bertemu putrinya saat ini. Tetapi sayang sekali dia belum dapat memeluk putrinya, bukan karena dirinya tidak mau melainkan dia takut mendapatkan penolakan.
"Avrian ceritakan! Biar semua permasalahan ini terjawab dan kelar," tuntut Opa Haidzar menatap tajam Avrian.
"Mas sebaiknya kita ceritakan semuanya ke ayah, mereka berhak mengetahui yang sebenarnya. Sudah cukup selama ini kita membohongi ayah dan bunda," sambung Sabrina.
"Baiklah ayah, aku akan menceritakannya," kata Avrian, memang sudah saatnya kedua orang tuanya mengetahuinya.
Flashback
Mengalirlah cerita dimana Avrian dan Sabrina pergi ke dokter kandungan memeriksakan kesehatan dan kesuburan kedua pasangan tersebut. Avrian telah menikah dengan Sabrina selama tiga tahun, awalnya memang mereka menunda kehamilan sebab pada saat itu Sabrina masih berkarier di dunia model. Avrian sebagai suami yang amat mecintai sang istri, menyetujui permintaan istrinya. Walaupun bunda Hilya mendesak agar Avrian segera memberikan mereka cucu. Avrian dan Sabrina selalu mengatakan pada kedua orang tua mereka agar bersabar.
Dua tahun kemudian, Sabrina memutuskan meninggalkan dunia permodelan. Lalu memilih fokus pada pernikahan, dia ingin segera memiliki anak agar Avrian tidak meninggalkannya dan Ibu mertuanya tidak terus-menerus mendesaknya. Genap empat bulan Sabrina berhenti dari dunia permodelan dan fokus pada suaminya dan memiliki anak.
__ADS_1
Selama empat bulan Sabrina belum juga hamil. Avrian selalu menenangkan dan menyakinkan istrinya bahwa mereka belum dikasih kepercayaan sama yang diatas. Delapan bulan kemudian Sabrina dan Avrian melakukan pemeriksaan kesuburuan ke dokter kandungan. Ternyata hasilnya menunjukkan bahwa Sabrina tidak bisa hamil, karena ketidaksuburan rahim Sabrina.
Sabrina yang mengtahui hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa dirinya mandul, membuatnya sangat terpukul. Sabrina sampai mengurung dirinya dan menghindari Avrian. Sabrina sempat meminta cerai dari Avriam, karena merasa tidak berguna sebagai istri, tidak bisa memberikan keturunan. Avrian menguatkan Sabrina dan mengatakan tidak masalah jika mereka tak bisa memiliki anak, mereka masih bisa mengadopsi anak dipanti asuhan dan berbohong pada kedua orang tua Avrian. Sabrina tidak menyetujui saran Avrian, Sabrina mau Avrian memiliki anak dari darah dagingnya sendiri.
"Mas aku mau kamu menikah dengan perempuan lain, tetapi kita rahasiakan dari ayah dan bunda," ucap Sabrina.
"Tidak sayang, mas engga mau menikah dengan wanita manapun. Berapa kali mas bilang, mas tidak mempersalahkan soal anak. Kita bisa adopsi anak dan merahasiakan status anak kita nantinya," saran Avrian seraya menolak permintaan konyol istrinya.
"Kalau begitu, jalan satu-satunya kita cerai," ujar Sabrina tetap pada pendiriannya.
"Mengapa kamu ngotot sekali ingin cerai sayang? Alasan kamu engga mau mengadopsi anak kenapa sayang? Jelasin sama mas!" tukas Avrian bicara halus dan lembut, walaupun dalam keadaan emosi tengah terpancing. Avrian tak bisa membentak istrinya, alasannya ya dia amat begitu menyayangi dan mencintainya.
"Alasan aku cukup simple mas, aku gak mau mengasuh dan menyayangi anak yang bukan darah daging kamu sendiri, yang aku inginkan adalah anak yang aku asuh nantinya dan akan ku berikan kasih sayang cinta yang tulus hanya untuk darah daging kamu. Setidaknya kamu punya penerus seluruh kekayaan Lesham dan penerus itu adalah anak kandung mu," ungkap Sabrina memikirkan kedepannya akan bagaimana.
Sabrina tersenyum, menyembunyikan kesakitannya. Demi mendapatkan anak kandung untuk suaminya, Sabrina harus rela berbagi suami. Hanya untuk semantara, setelah perempuan yang suaminya nikahi melahirkan anak, Sabrina akan meminta suaminya agar menceraikan istri kedua dan mengumumkan pernikahan mereka ke publik.
"Mas ingat beberapa hari yang lalu, mas menceritakan kalau mas hampir ditabrak mobil, saat sedang menelpon dan menyebarang jalan. Lalu ada seorang perempuan yang menyelamatkan, sampai kepala perempuan itu kepalanya kebentur pembatas jalan, mas membawanya ke rumah sakit. Mas juga cerita kalau perempuan penyalamat itu adalah mantan OG di kantor, mas memecatnya sebab dia melakukan kesalahan karena masih berada di ruangan CEO saat mas datang. Mas menerimanya kembali bekerja, karena merasa berhutang budi dengannya. Jadi aku mau mas mendekati perempuan penyelamat itu, buat dia jatuh cinta sama. Lalu lamar dia dan nikahi!"
"Sayang kamu bercanda ya, masa mas disuruh nikahi pekerja OG di kantor."
"Mas aku serius! Aku mau dia yang menjadi istri kedua mas."
"Tapi sayang-"
__ADS_1
"Mas pilih opsi pertama kita cerai, atau mas pilih opsi kedua nikahin perempuan yang aku pilih," potong Sabrina menyela omongan suaminya, seraya menyuruh suaminya agar memilih.
"Fine! Mas memilih opsi kedua," jawab Avrian.
Tentu saja setelah permintaan sang istri, Avrian semakin gencar mendekati Rida terang-terangan. Bahkan di kantor Avrian sering memerintahkan Rida membuatkan kopi maupun makan siang. Bukan itu saja Avrian juga sering menahan Rida biar berlama-lama dalam ruangannya, menyuruh perempuan itu membersihkan perpustakaan yang ada dalam ruangannya sambil mereka mengobrol.
Darisanalah kedekatan kedekatan keduanya terjalin. Sampai Avrian memutuskan menyatakan cinta dan melamar Rida menjadi istrinya. Sabrina yang mengetahui bahwa suaminya telah berhasil menaklukan perempuan pilihanya ikut merasa senang dan sakit bersamaan.
Sabrina menyiapkan pernikahan suaminya, bahkan dia sendiri menghadiri pernikahan suaminya. Melihat suaminya mengucapkan ijab kabul, membuat hati Sabrina terluka, tetapi wanita itu pintar meyembunyikan kesakitannya. Rida hanya mengetahui jika Sabrina adalah sepupu Avrian.
Beberapa bulan pernikahan Avrian dan Rida. Sabrina mendapatkan kabar bahagia dari suaminya, kalau Rida tengah hamil anak kembar. Sabrina tidak sabar menunggu kelahiran bayi kembar yang nantinya akan menjadi anaknya. Sampai kelahiran pun tiba Sabrina datang ke rumah sakit menjenguk bayi kembar dan Rida.
...****************...
Guys! Ayo guys join grup chat antiloversn!!!
Follow ig aku yuk guys : @dianti2609
Bersambung. . .
Follow juga ya!!
Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.
__ADS_1
Terimakasih💓