
Dua puluh lima menit semenjak pesawat landing, pikiran Alrez berkelana pada seseorang, perasaan khawatir tiba-tiba dirasakannya. Perjalanan jauh yang cukup memakan waktu, Alrez berharap bisa cepat sampai dan menemui gadis yang dirindukannya.
Seorang wanita yang duduk dekat jendela pesawat tak jauh dari tempat Alrez dan Angga. Wanita itu memperhatikan Alrez yang tertidur, dia melihat gerakan bibir pria itu dan mendengar gumaman tak terlalu jelas, tapi dia bisa menangkap kalau pria bermimpi, entah buruk atau tidak.
"Pak, bangun!" Wanita itu menyentuh lengan atas Alrez, mencoba membangunkannya yang tampak bermimpi buruk, terlihat keringat yang bercucuran dari dahinya.
Bukan seharusnya Alrez yang terbangun, malah Angga yang terusik. Angga membuka matanya perlahan.
"Siapa kau? Berani sekali menyentuh boss saya," bentak Angga menepis tangan wanita itu yang hendak menyentuh Alrez kembali.
Bulu mata Alrez bergerak, beberapa detik matanya terbuka dan bertatapan langsung dengan wanita yang berdiri di dekatnya. Tatapan itu tak berlangsung lama, karena setelah Alrez memutuskan kontak mata.
"Siapa kau?" tanya Alrez mengintimidasi.
"Eum maaf sebelumnya pak, tadi saya mendengar gumaman anda memang tak terlalu jelas. Saya pikir anda mimpi buruk, karena saya lihat teman anda juga sama tertidur, jadi saya berniat membangunkan anda. Maaf kalau saya sangat lancang," ucap wanita itu menjelaskan.
"Sepertinya wajah kau tidak asing bagi saya. Ya, saya mengingatnya, kau yang tadi pagi menabrak saya dan menumpahkan kopi di kemeja saya kan," tukas Alrez.
Wanita itu mengangguk pelan. Alrez melirik Angga memberi kode agar assistennya saja yang menginterogasi.
__ADS_1
"Lalu mengapa kau bisa ada disini, apa kau mengikuti boss saya?" ujar Angga bertanya penuh penegasan.
Wanita itu menggeleng, "Tidak pak, saya mengambil cuti agar bisa pulang menjenguk Ibu saya yang berada di Jakarta," katanya berbohong.
"Yasudah kau kembali ke tempat mu, lain kali kalau sampai kita bertemu lagi berarti itu bukan sebuah kebetulan tetapi ada maksud dibalik pertemuan itu. Ingat jika sampai saya mengetahui kau merencanakan sesuatu, saya tidak akan tinggal diam. Ini peringatan bukan ancaman," tukas Angga. Wanita berbalik pergi ke tempatnya dengan menyunggingkan senyum miringnya.
Alrez tak segampang dan semudah itu percaya pada orang baru, apalagi menurutnya sendiri orangnya kelihatan mencurigakan. Jadi selama Angga menginterogasi Alrez diam-diam memfoto wanita tersebut dan mengirimkam pada Tristan agar mencari tahu biodatanya.
"Kau kira bisa membodohi saya dengan tipu muslihat mu." batin Alrez.
Pesawat tiba di Jakarta pukul 20.00, Alrez dan Angga lantas segera keluar. Di bandara sudah ada yang menjemput mereka yaitu Iqbal dan Cakra.
"Alrez," panggil Alka menyambut kedatangan adiknya.
"Kemana yang lain? Aku merasa mansion sangat sepi," ujar Alrez bertanya pada kakaknya.
"Arka dan Serra sedang pergi merayakan acara prom night di hotel xxx. Begitupun dengan Liora datang juga kesana, kalau istriku dia menginap di rumah orang tuanya," terang Alka memberitahunya.
Setelah mendengar penjelasan Alka, Alrez lekas naik ke lantas atas mengambil kunci mobilnya dan turun kembali.
__ADS_1
"Alrez kau mau kemana?" tanya Alka melihat adiknya berjalan buru-buru.
"Aku ada urusan di luar sangat penting, aku tidak akan pulang kesini. Aku akan menginap di apartement ku," pamit Alrez.
"Alrez kau baru saja datang, setidaknya beristirahatlah!" ucap Alka.
Omongan Alka tak di dengarkan oleh Alrez yang sudah keluar dari mansion. Alrez mengeluarkan mobil dalam garasi dan lantas menjalankan. Melaju dengan kecepatan di atas rata-rata, pikiran Alrez tengah kalut. Mungkin perasaan dan mimpi buruk di alaminya ada hubungannya dengan Serra. Jadi ia harus secepatnya sampai di hotel yang di pakai untuk acara prom night.
...****************...
Guys! Ayo guys join grup chat antiloversn!!!
Follow ig aku yuk guys : @dianti2609
Bersambung. . .
Follow juga ya!!
Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.
__ADS_1
Terimakasih💓