
Satu bulan sudah Rida mencari pekerjaan melamar dimana-mana, tetapi tidak ada satupun lowongan kalaupun ada itu paling banyak dibutuhkan pekerja kantoran sedangkan dia cuma tamatan SMP, parah lagi dia tak mengerti dibidang itu. Rida bisa memberes dan memasak, karena itulah keahliannya.
Selama belum mendapatkan pekerjaan, Rida mengandalkan keahlian dalam mengolah bermacam-macam kue. Rida menjual kue dengan berkeliling, seberapa pun uang yang dia dapatkam, dia selalu bersyukur masih diberi rejeki. Rida tak pernah mengeluh dengan hidupnya, maka dari itulah dia hidup tentram aman penuh kenyamanan.
Seperti sekarang ini, Rida menyandarkan punggung di sandaran bangku taman, sekedar beristirahat. Diseberang jalan Rida mantan bossnya dikantor, Rida terus memandang seorang pria yang ingin menyeberang jalan sambil menelpon, mata Rida tidak lepas dari pria tersebut. Tetapi ketika Rida juga melihat dari arah berlawanan ada mobil melaju kencang.
"Astagfirullah, awaass!" teriak Rida sembari berlari menyelamatkan mantan bossnya.
Rida memeluk mantan bossnya dan berguling-guling kepinggir jalan. Sampai kepalanya kepentok pembatas jalan, menyebabkan dia pingsan dilokasi kejadian.
Avrian sempat terdiam mengatur nafasnya, barusan saja dia hampir mati ketabrak mobil. Ketika matanya menoleh ke sebelah kiri, langsung saja dia mendapati seorang perempuan pingsan dengan darah didahi.
"Astahfirullah, bertahanlah! Saya akan membawa mu ke rumah sakit." Avrian lantas menggendong perempuan tersebut, barulah dia tahu bahwa perempuan yang menyelamatkannya adalah pekerja OG dikantornya, dimana sudah dia pecat satu bulan yang lalu.
Avrian memasukan Rida ke dalam mobilnya. Avrian menjalankan mobil arah ke rumah sakit terdekat. Sesampai disana Avrian kembali membawa Rida dalam gendongannya dan berteriak.
"Suster bantu saya, cepatlah kalau kalian masih ingin bekerja dirumah sakit ini," sarkas Avrian.
Suster segera mendorong berangkar, Avrian membaringkan Rida pelan penuh kehati-hatian. Saat masuk ruang UGD, suster memberhentikan Avrian agar tak masuk.
"Bapak silahkan tunggu diluar, biar dokter yang menangani pasien," ucap suster dengan bicara sopannya.
__ADS_1
Avrian mengangguk dan menunggu diluar, dia memilih untuk duduk dikursi yang sudah disediakan. Beberapa menit kemudian dokter keluar dari ruang UGD.
"Gimana dok keadaannya?" tanya Avrian berdiri dihadapan dokter.
"Tidak ada yang perlu di khawatirkan benturan tak terlalu keras, hanya mengalami luka saja. Sebentar lagi pasien akan bangun, anda boleh masuk untuk melihatnya," ujar dokter menjelaskan pada Avrian.
Avrian merasa lega, mendengar penjelasan dari dokter. Bahwa perempuan yang tadi menolongnya tidak mengalami luka serius. Perlahan kaki Avrian melangkah mendekati berangkar perempuan yang masih belum siuman.
Rida mengerjap-erjapkan matanya, ketika hidungnya mencium bau obat-obatan khas rumah sakit. Mata mulai terbuka, mengamati sekitarnya, ruangan bercat serba putih.
"Apa ada yang sakit?" sontak suara berat seseorang mengagetkan Rida. Perempuan itu menoleh ke sebelah kirinya dan langsung menatap wajah pria yang barusan bertanya padanya.
"Apa ada yang sakit?" Avrian mengulang pertanyaannya.
"Kening terbentur saat menyelamatkan saya. Tadi dokter sudah menjelaskan tidak perlu ada yang dikhawatirkan, keadaan mu baik-baik saja," ujar Avrian.
Setelah itu terjadi keheningan beberapa menit, sebelum Avrian membuka suaranya lagi.
"Terimakasih sudah menyelamatkan saya, dan ini ada sedikit uang dari saya. Sekiranya bisa membantu," ucap Avrian hanya itu yang bisa dia berikan. Karena dia tak bisa menerima kembali orang yang telah dipecatnya. Menurut itu sama saja menjilat ludah kembali.
Rida mendorong kembali tangan lelaki di sampingnya, "Maaf saya menolong anda ikhlas pak. Saya tak mengharapkan imbalan sedikitpun, jadi saya tidak bisa menerima uang ini. Lebih baik uang itu bapak berikan pada orang yang lebih membutuhkan daripada saya." tuturnya menolak.
__ADS_1
"Terbuat dari apa hati perempuan ini, baik dan sama sekali tidak mengharapkan imbalan apapun. Bagaimana agar aku bisa membalas budinya, aku tidak ingin berhutang budi pada orang lain. Apa yang harus ku lakukan, atau aku terima balik saja dia bekerja di kantorku, tapi sama saja aku menjilat ludah ku kembali. Argh! untuk kali ini aku mengaku kalah, ya aku akan menerima kembali dia bekerja di kantor ku." ucap Avrian dalam hati, berperang dengan batinnya sendiri.
"Begini saja, apa kau mau kembali bekerja di kantor saya?" tanya Avrian.
"Sa-saya ma-mau, jika diterima kembali," jawab Rida terbata-bata, sebab terkejut mendengar pertannyaan mantan bossnya.
"Bagus, kalau kau sudah sehat kau bisa bekerja kembali. Administrasi rumah sakit sudah saya lunasin. Jika kau masih kurang sehar, beristirahat disini sebentar." Sesudah mengatakan itu Avrian lekas keluar dari ruang UGD.
"Alhamdulillah makasih ya allah, akhirnya aku bisa kembali bekerja disana dan berkumpul bersama teman-temanku." Rida sangat senang akhirnya dia bisa kembali pada pekerjaannya semula.
Satu jam setelah kepergian Avrian dari ruangan UGD. Rida perlahan bangun dari berbaringnyam, mencoba menurun kakinya. Rida memutuskan untuk pulang saja, dia merasa tidak betah berada di rumau sakit lama-lama.
...****************...
Guys! Ayo guys join grup chat antiloversn!!!
Follow ig aku yuk guys : @dianti2609
Bersambung. . .
Follow juga ya!!
__ADS_1
Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.
Terimakasih💓