YOU'RE MINE, SERRA

YOU'RE MINE, SERRA
Bagian 37


__ADS_3

Senyumanya tertarik, Serra masih bertahan pada posisinya duduk ditepian ranjang. Setelah membuatkan bubur dan menyerahkan bubur tersebut untuk dimakan uncle Arlez. Pria itu malah mengeluh tangannya kesakitan, terpaksa Serra harus menyuapinya. Selesai memakan bubur, Serra memberikan obat yang sudah dibeli oleh tuan Angga untuk diminumkan uncle Arlez.


Sunggu tenang rasanya melihat wajah damai pria keras kepala itu akhirnya tertidur setelah meminum obatnya.


“Jangan tinggalkan saya, tetaplah berada dekat saya! Saya akan melindungi mu...” Arlez bicara dalam keadaan mata terpejam. Entah pria itu sadar atau tidak dengan yang diucapkannya. Tanpa sadar juga membawa tangan Serra ke jantungnya.


Demi apapun dia bisa merasakan dengan jelas detak jantung uncle Arlez yang berdegup kencang.


Berberapa menit kemudian terdengar dengkuran halus dari uncle Arlez yang menandakan bahwa pria itu kembali pulas tidurnya. Perlahan mengambil tangan uncle Arlez untuk dipindahkan, barulah ia bisa mengangkat tangannya.


Hari ini sungguhlah melelahkan bagi Serra. Gadis itu juga harus berbohong pada ibunya mengatakan dia akan menginap di tempat Rachael mengerjakan tugas kelompok.


Perutnya terasa lapar, memang ia belum makan malam. Ia hanya memasakan makanan buat Arlez saja. Tidak tahan menahan rasa lapar yang menderanya, ia memutuskan untuk kedapur memasak sesuatu yang bisa dimakan sekedar mengganjal perut.


“Tidak usah masak nona, saya sudah memesankan makanan, itu sudah ada di meja makan,” ujar Angga saat melihat Serra berjalan menuju arah dapur.


Serra lantas senang mendengarnya, karena dia tidak perlu memasak. Apalagi badannya saat ini sangat lelah jika harus memasak lagi.


“Terimakasih tuan!” Katanya mengucapkan terimakasih.


Angga mengangguk, “Oh ya jangan memanggilku tuan, aku bukan bos mu. Panggil saja kakak itu lebih enak didengar,” ujarnya.

__ADS_1


“Hmm, iya kak Angga.” Lidah Serra sedikit aneh memanggil Angga dengan sebutan kakak.


“Ya sudah kau makanlah baru istirahat! Saya minta maaf telah memaksa mu datang kesini mengurus tuan Arlez. Saya juga berterimakasih berkat bantuan mu tuan Arlez mau diinfus dan makan. Tolong maklumi saja sikap tuan Arlez...” Tuturnya Angga.


“Eem, apa oma Alia dan opa Reno tidak di kabari?” Serra bertanya-tanya ragu melihat wajah Angga.


“Kau mengenal tante Alia dan om Reno?” Bukannya menjawab Angga malah balik bertanya.


Serra lupa kalau pernikahannya disembunyikan, bagaimana ini? Jawaban apa yang harus diberikannya.


Kryuuk kryuukk


Alhamdulillah suara perutnya menolongnya saat ini. Serra hampir saja ingin mengatakan sejujurnya pada Angga.


Serra menikmati makanan yang telah dipesankan oleh Angga. Sesudah makan ia mencuci piring kotor dan beberapa peralatan masak yang digunakannya tadi belum sempat dicuci.


“Huhh! Akhirnya selesai juga, badan ku rasanya remuk banget,” keluh Serra.


Serra menaiki anak tangga, menuju kamar Arlez untuk mengambil bantal dan selimut dibawa ke lantai bawah. Serra memilih tidur di sofa yang ada dilantai bawah.


Sebelum turun, Serra menyempatkan untuk mengecek suhu badan Arlez.

__ADS_1


“Tidak panas lagi! Semoga lekas sembuh uncle,” ucap Serra.


Lalu segera keluar dari kamar uncle Arlez. Serra meletakan bantal di salah satu sofa panjang dan membaringkan tubuh lelahnya. Matanya yang memang sudah mengantuk dengan cepat terpejam.


.


Di apartemen sebelah Angga telah menyelesaikan mandinya. Bukannya beristirahat pria itu malah duduk di kursi ruang kerjanya mengecek berkas-berkas yang akan dibawa ke kantor hari senin.


Tiba-tiba lelaki itu teringat pertanyaan yang ditanyakan pada Serra yang belum dijawab.


“Sepertinya aku akan mencari tahu tentang gadis itu. Agar tuan Arlez tak berhubungan dengan gadis yang salah...”


🌷🌷🌷🌷


Bersambung. . .


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yaitu vote, like, comennt dan gifts agar author semakin semangat updatenya.


Yuk follow ig author : @dianti2609


Terimakasih ❤

__ADS_1


__ADS_2