
Hari ini Serra tampak sangat anggun dengan kebaya putih yang ia gunakan untuk akad nikah, ditambah riasan semakin kelihatan cantik. Akad nikah Serra dan Alrez sepakat melaksanakan di masjid, dilanjutkan acara resepsi di hotel milik Xander.
Kini keluarga Lesham masih dalam perjalanan menuju ke masjid, semantara keluarga Xander telah tiba duluan.
Serra duduk berdua bersama Aiden, Opa Haidzar duduk di kursi penumpang depan samping sopir. Lalu Ibu Rida di kursi belakang dengan Oma Hilya.
"Jujur kamu cantik banget hari ini dek, abang ngerasa belum puas kebersamaan kita. Baru kemarin kamu nerima abang sebagai saudara kamu, sekarang kita akan jarang ketemu, kamu akan memiliki kehidupan sendiri," tutur Aiden membuat Serra merona dan terharu sekaligus mendengar kalimat-kalimatnya.
"No, abang dan keluarga lainnya boleh mengunjungi ku kapan pun kalian mau, pintu rumah ku akan selalu terbuka," bantah Serra tersirat kesedihan dan bahagia bersamaan. Sedih karena Ibunya memilih tetap tinggal di kontrakan, karena Ibu telah merasa nyaman dengan warga disana.
Meskipun Aiden dan Serra telah memaksa Ibu Rida agar memilih ingin tinggal bersama siapa. Padahal Aiden sudah menyiapkan rumah untuk tempat tinggal Ibu Rida. Tetapi Aiden tidak menyarah dan akan mencoba lagi terus-menerus membujuk Ibunya supaya mau.
"Fhia jangan menangis nak, nanti make-up mu rusak," imbuh Ibu Rida mewanti-wanti Serra agar tak meneteskan air mata.
"Aku sedih bu, air matanya ga bisa di tahan hiks." Serra tetap menangis.
"Aiden hapus air mata adik mu pakai tisu, ngapusnya pelan," suruh Oma Hilya.
"Opa minta tisu," ucap Aiden meminta tisu pada Opa Haidzar yang berada di kursi depan.
__ADS_1
Opa Haidzar memberikan beberapa lembar tisu ke Aiden. Barulah Aiden menghapus dengan penuh hati-hati air mata Serra.
"Sudah jangan nangis lagi, kamu harus senyum. Nangisnya nanti saja setelah akad selesai," kata Aiden.
Serra pun menghentikan tangisannya dan kembali tersenyum.
...***...
Sesampainya di masjid, Serra berada di tengah-tengah dengan di apit Aiden dan Ibu Rida. Serra menebarkan senyuman sepanjang berjalan memasuki masjid. Alrez tak berkedip sama sekali menatap gadis yang akan menjadi istrinya dalam hitungan menit.
"Pak Alrez siap menjabat tangan mertua anda?" tanya pak penghulu.
"Baiklah, silahkan pak Avrian," kata pak penghulu mempersilahkan Avrian.
"Saudara Alrezivanno Eldrick Xander, saya nikahkan dan kawinkan Serra Alifiana, putri saya, binti Avrian Lesham kepadamu dengan mas kawinnya seperangkat alat sholat dibayar tunai," ucap Avrian satu tarikan napas.
"Saya terima nikah dan kawinnya Serra Alifiana binti Avrian Lesham dengan mas kawin yang tersebut tunai," balas Alrez dengan sekalo helaan napas, ia mengucapkan ijab kabul tersebut dengan lancar dan lantang.
"Sah!"
__ADS_1
"Sah!"
"Alhamdulillah,"
Acara ijab kabul telah usai, penghulu membacakan doa-doa pernikahan terlebih dahulu. Kini Alrez dan Serra resmi menjadi pasangan halal. Acara dilanjutkan menanda tangani surat menyurat serta bertukar cincin pernikahan. Serra mencium tangan suaminya, Alrez membalasnya dengan mencium kening istrinya
Hati Alrez berbunga-bunga menatap istrinya, akhirnya dia benar-benar sudah memperistri Serra. Berkali-kali ia mengucapkan rasa syukur pada Allah berkat karunianya kami dipersatukan. Betapa bahagia Alrez sekarang, sampai tak bisa diungkapkan dengan sebuah kata-kata hanya bisa dirasakan dengan sebuah perasaan.
...****************...
To be continue. . .
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yaitu rate, vote, like, comennt dan gifts agar author semakin semangat updatenya.
Yuk follow ig author : @dianti2609
__ADS_1