
Jam 01.00 tengah malam.
Serra terbangun akibat perutnya terus berbunyi, dia merasa laper. Saat matanya telah terbuka, dia mengamati sekitarnya dan tampak bingung. Terakhir diingatnya masih berada dalam mobil uncle Arlez. Tapi sekarang tiba-tiba sudah dikamar, lalu menoleh ke samping ada suaminya.
“Berarti selama perjalanan aku tertidur dalam mobil uncle, lalu siapa yang menggendongku sampai ke kamar.” Gumannya. Kepalanya dipenuhi dengan pertanyaan-pertanyaan itu. Serra hanya takut suaminya salah paham, ketika melihatnya pulang bersama uncle Arlez.
“Nanti saja aku tanyakan pada Arka. Lebih baik aku turun kebawah membuat makanan. Sekarang aku tidak tahan perutku sangat lapar sekali. Pasti gara-gara aku hanya makan siang saja, itupun waktu di rumah ibu.” Gumannya panjang.
Serra turun dari ranjang pelan-pelan, agar tidur suaminya tidak terganggu karena pergerakan ranjang.
Serra membuka lemari penyimpanan ada beberapa mie instan disana. Serra mengambil mie instan dan memasaknya dengan menambahkan beberapa cabai.
“Akhirnya selesai juga. Cara termudah agar cepat makan hanya masak dalam hitungan beberapa menit saja hanya mie instan,” ucapnya terkekeh.
Serra membawa mangkuk berisi mie instan buatannya ke meja makan dan menikmati makanan disana.
.
.
Arlez merebahkan tubuhnya diatas sofa di kamarnya. Jika sedang berada di mansion sang kakak, Arlez tak mempunyai ruang kerja sendiri. Kecuali di apartemennya dia memiliki ruang kerja sendiri.
Pria itu menghela nafas panjang, bayangan saat masih berada di mobil masih saja terlintas dipikirannya.
__ADS_1
Tertarik.
“Benarkah aku tertarik dengan istri keponakan ku sendiri?” Batinnya bertanya-tanya.
“Tidak Arlez, gadis itu istri keponakan mu.” Gumannya menghalau rasa tertariknya.
Arlez bangkit terduduk, kembali menatap layar laptop untuk menyelesaikan pekerjaannya. Merasa bahwa dirinya membutuhkan kopi untuk menemaninya. Pria itu beranjak dari sofa melangkah keluar dari ruangannya menuju kebawah dimana didapur masih ada Serra.
Di dapur Arlez melihat siluet seseorang yang tengah mencuci di wastafel. Arlez mendekati dang mengamatinya hanya dari belakang Arlez sudah bisa mengenali sosok itu.
Tangannya menyentuh bahu orang itu dari belakang. Serra terlonjak dan langsung membalik badan, yang terjadi malah tidak terduga bibir keduanya bersentuhan hanya menempel saja. Beberapa detik kemudian Serra yang sadar mendorong sedikit badan pria yang mengagetkannya.
“Uncle bikin aku kaget aja,” ujar Serra mentralkan jatungnya yang berdetak akibat ulah pria di hadapannya.
“Sedang apa kau di dapur tengah malam?” Tanya Arlez yang melakukan hal sama seperti Serra. Menetralkan detak jatungnya.
Arlez hanya mengangguk saja.
“Lalu uncle ada apa berada di dapur?” Tanya Serra balik pada pria dihadapannya.
“Saya ingin membuat kopi.” Menjawab singkat.
“Tidak baik minum kopi tengah malam begini uncle. Mending minum susu coklat saja lebih baik,” ujar Serra malah menasehati.
__ADS_1
“Boleh juga, bisa buatkan dan antarkan ke kamar saya.” Setelah mengatakan itu Arlez meninggalkan dapur begitu saja, membuat Serra kesal padanya.
“Loh kok jadi suruh aku yang buatkan,” dumelnya. Padahal setelah mencuci piring Serra ingin langsung ke atas untuk beristirahat kembali. Karena besok akan sekolah.
Dalam keadaan yang kesal, Serra tetap membuatkan susu coklat. Dia naik ke lantai atas, tetapi tidak langsung ke kamarnya, melainkan menuju ke kamar orang yang minta dibuatkan susu coklat olehnya.
Tok. Tok. Tok.
“Masuklah!” Seru orang dari dalam. Serra membuka pintu kamar masuk ke dalam dan menaruh susu coklat atas meja.
Tanpa berkata apa-apa Serra langsung melangkah keluar dari kamar unlce Arlez.
“Tunggu!” Sergah Arlez saat Serra mau membuka pintu.
Gadis itu berbalik menoleh kembali pada pria yang berada di sofa tengah menatapnya.
“Terima kasih telah membuatkan saya susu.” Pertama kali seorang Arlez berterimakasih pada seseorang.
“Eum, sama-sama uncle.” Jawab Serra lalu melanjutkan melangkah keluar menuju ke kamarnya.
***
Bersambung. . .
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejakt kalian yaitu vote, like, comennt dan gifts agar author semakin semangat updatenya.
Yuk follow ig author : @dianti2609