YOU'RE MINE, SERRA

YOU'RE MINE, SERRA
Bagian 132.


__ADS_3

Serra mengajak Aiden untuk duduk dikursi. Kini keduanya duduk saling berhadapan, setelah beberapa menit terjadi keheningan. Aiden menarik nafas, lalu menghembuskannya perlahan, mata memperhatikan wajah kembarannya kelihatan mencari keberadaan orang yang datang bersamanya tadi.


"Mereka berada di luar menunggu kita, aku juga telah bicara dengan Ibuk," ucap Aiden membuka suara setelah sempat terjadi keheningan.


Serra menanggapi perkataan Aiden dengan sebuah anggukan kepala.


"Ra! Kamu tau kan, disini kita sama sama terluka karena dibohongi. Waktu aku masih umur 13 tahun, aku ga sengaja menguping pembicaraan papa dan mama Sabrina. Disaat aku tau ternyata mama Sabrina bukanlah Ibu kandung ku, aku langsung saja menanyakan perihal pembicaraan mereka yang aku dengarkan. Aku mendesak papa, agar mau memberitahu aku anak siapa sebenarnya. Papa tetap kekeh tidak mau menjelaskan dan selalu mengatakan jika aku anaknya bersama mama Sabrina, sedangkan mama Sabrina mencoba menenangkan ku, tetap aku tak pernah menyerah mendesak mereka. Aku mengancam akan pergi dari rumah meninggalkan mereka, disitulah mama Sabrina engga bisa tinggal diam. Pada akhirnya menceritakan kisah masalalu mereka, akhirnya aku tau mama Sabrina bukanlah Ibu kandungnya, tapi papa Avrian adalah papa kandungku. Mama Sabrina juga memberitahu kalau aku memiliki saudara kembar, kami terpisah akibat keegoisan mama Sabrina sendiri. Saat mendengar cerita dari mama Sabrina, aku ingin sekali melampiaskan kemarahan ku pada beliu, sayang aku tak bisa melakukannya, sebab aku telah menyayanginya sebagaimana dia menyayangi dan merawat ku sampai menjadi dewasa seperti sekarang. Aku gak bisa berbuat apa-apa, sampai akhirnya memutuskan benar-benar pergi dari rumah menenangkan diri, sambil mencari keberadaan Ibuk dan kamu. Aku berusaha sekuat tenang hidup diluar tanpa uang dari papa dan mama, sepeserpun tidak aku tidak membawa. Aku cuma membawa beberapa potong pakaian, aku mencari mencari pekerjaan banting tulang asalkan aku bisa makan. Lalu aku juga menambung, sampai bisa membangun cafe, tapi aku kebingungan memberi nama yang cocok untuk cafe ku. Tepat sekali saat opening pembukaan cafe ku, papa mendatangi ku, mengatakan akan menceritakan semuanya, tetapi aku menolak bujukan papa, sebab aku sudah mengetahui semuanya dari mama Sabrina. Menurut itu sudah cukup menjelaskan, papa mengatakan jika aku ingin mengetahui nama saudara kembar ku, maka aku harus ikut pulang bersamanya. Karena yang sangat amat ingin mengetahuinya, akhirnya memilih untuk ikut pulang. Dan ya papa menepati janjinya, memberitahu ku namamu. Aku begitu senang mendengar nama mu dan memiliki ide untuk menjadikan nama mu sebagai nama cafe ku. Tidak hanya sampai disana, selesai kelulusan SMP, papa membawaku pergi ke luar negeri dan bersekolah disana. Aku putus asa mencari kalian dan memasrahkan diri berdoa kepada Allah semoga kalian selalu dilindungi dimanapun keberadaan kalian. Aku juga selalu berharap suatu saat nanti dipertemukan dengan kalian. Akhirnya Allah swt menjawab semua doa doa ku dikabulkan."

__ADS_1


Serra tak kuasa menahan tangisan mendengar cerita saudara kembarnya. Jika dia tetap tak menerima Aiden sebagai kembarannya, lalu apa bedanya dirinya dengan Avrian dan Sabrina yang egois memetingkan diri mereka sendiri ketimbang perasaan orang lain. Maka dari itu Serra tak mau menjadi seperti mereka, kalau dipikir nasib Aiden dan dirinya sama. Sama sama terluka...


"Kalau kamu belum bisa menerima ku, aku mengerti dan memahami mu. Aku cuma mau bilang, makasih udah mau meluangkan waktu untuk mendengarkan ceritaku."


...****************...


Follow ig aku yuk guys : @dianti2609

__ADS_1


Bersambung. . .


Follow juga ya!!


Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.


Terimakasih💓

__ADS_1


__ADS_2