YOU'RE MINE, SERRA

YOU'RE MINE, SERRA
Bagian 134.


__ADS_3

"Karena aku mantan istri keponakan mu dan hanya wanita miskin yang tidak memiliki apa-apa. Kita tidak sederajat uncle, aku tidak ingin lagi mendengar kata-kata yang merendahkan dari orang-orang sekitarku. Hidupku sudah cukup menderita selama ini, sekarang aku ingin hidup tenang tanpa cemoohan orang-orang. Aku ingin bahagia bersama Ibuku, seperti saat aku masih tinggal di desa dulu, ketika bapak yang ku kenal ternyata adalah pamanku sendiri, laki-laki pertama yang aku kenal di dunia ini yang selalu bisa membuat ku dan ibu ku tertawa dengan hal-hal kecil yang dilakukannya, walaupun bapakku telah lama meninggal dan sekarang aku dan Ibu akan menata kembali kehidupan kami dengan balik ke desa dan tinggal disana," papar Serra panjang lebar seraya air mata tak berhenti mengalir membasahi pipinya.


"Hey? Jangan pernah katakan bahwa dirimu gak pantas menjadi pasangan saya. Saya tidak perduli mau kamu mantan istri Arka atau gadis miskin sekalipun, saya gak perduli," tegas Alrez.


"Karena jatuh cinta gak memandang siapa orangnya. Gimana kehidupannya.. Saya mencintai mu tanpa alasan Serra Alifiana, bahkan saya berani menentang orang tua saya sendiri yang sempat tak setuju, saat saya mengatakan gadis yang saya inginkan menjadi istri saya adalah kamu. Jika orang itu bukan kamu, saya bersumpah tidak akan menikah selamanya, selain kamu yang menjadi pasangan hidupku, cuma kamu yang pantas menjadi istri dan menjadi ibu untuk anak-anak kita nantinya. Saya bersumpah hanya kamu yang pantas hidup menua bersamaku!" Lanjut Alrez menegaskan setiap kalimat yang keluar dari mulutnya.


"Pleasee menikahlah dengan saya! Saya mencintai mu Serra. Cuma kamu yang saya mau."


"Hiks un-uncle stop! Aku gak pantas uncle."


"Cukup! Saya bilang cuma kamu yang pantas menjadi istriku, bukan wanita lain," tegas Alrez.


"Un-uncle-"


Alrez menaruh jari telunjuknya dibibir Serra. Menarik Serra hingga masuk dalam pelukan hangatnya. Serra meredamkan tangisan di dada bidang Alrez. Kedua tetap berdiri ditempat mereka, Alrez mengusap-usap punggung Serra, untuk meredakan tangisan gadisnya.


"Pleasee... menikah dengan saya, kita menata hidup bersama-sama," ucap Alrez terdengar berbisik.


"Un-uncle-"


"Pleasee katakan IYA," tekan Alrez diakhir kalimat.


"Apa uncle yakin mencintaiku? Jika sampai suatu saat nanti uncle menyakitiku, aku tidak akan berpikir dua kali untuk meninggalkam uncle, pergi sejauh mungkin sampai tidak bisa ditemukan."

__ADS_1


"Saya tidak akan pernah mengulangi kesalahan Arka. Kamu bisa pegang omongan saya."


"Jadi menikahlah dengan saya." Serra mengangguk dalam pelukan Alrez.


"Serra jawablah!" ujar Arlez.


"Iya uncle, aku mau menikah dengan mu," jawab Serra pelan.


"Suara mu engga begitu jelas kedengaran ra," kata Alrez mengurai pelukan mereka.


"IYA UNCLE! AKU MAU MENIKAH DENGAN MU." Teriak Serra mengulang kalimatnya.


"Aku mencintaimu selamanya," ucap Alrez mengambil tangan Serra, memasangkan cincin di jari manis gadisnya.


Terdengar suara tepuk tangan orang-orang yang masuk. Wajah semua orang nampak bahagia setelah menyaksikan drama percintaan, seperti menonton drama romantis perjuangan seorang pria mendapatkan cinta dari gadisnya.


"Oma, Opa! Kalian disini juga," ucap Serra terkejut melihat kehadiran Alia dan Reno. Tetapi Serra tidak memandang kehadiran keluarga Lesham sedikitpun, Serra seperti berpura-pura tidak melihat adanya keluarga itu.


"Alrez lah yang meminta kami datang nak. Mulai sekarang jangan panggil kami oma opa lagi, sebentar lagi kamu akan menjadi menantu kami, jadi panggil kami mama papa," ujar Alia mendekat, memeluk Serra tak lupa mencium pipi gadis itu.


"Cucuku," panggil Hilya pelan, melangkah mendekati Serra dan bergantian memeluknya.


Serra membalas pelukan wanita yang tidak dikenalnya sama sekali dan baru pertama kali dilihatnya.

__ADS_1


Hilya merangkum wajah Serra. "Kamu cucuku! Masyaallah kamu cantik sekali nak. Oma senang sekali akhirnya bisa bertemu dengan mu, maafkan kami nak yang tidak mengetahui mu sedari awal. Kalau boleh jujur Oma merasa malu berada dihadapam mu sekarang."


"Kami telah meminta maaf pada Ibu mu. Ibu mu sungguh wanita baik hati nak, Ibu memaafkan kami semua. Walaupun oma tau, sulit melupakan masalalu, tapi Ibu wanita hebat, Ibu mu bisa mengikhlaskan kejadian masalalu," kata Hilya.


Opa Haidzar mendekati istrinya bersama Avrian dan Sabrina yang juga ikut melangkah maju.


"Maafkan kami Serra." Avrian dan Sabrina kompak bicara, sembari ingin berlutut, tetapi di cegah oleh Serra.


"Kumohon jangan merendahkan diri kalian dengan memohon maaf padaku. Ibu saja bisa memaafkan kalian, mengapa aku sebagai putrinya tidak bisa melakukan hal yang sama seperti dilakukan Ibu ku. Aku memaafkan kalian semua!"


Perkataan Serra mengundang tangis haru dalam restoran yang berisi kedua keluarga. Rida ikut menitikan air matanya, sekarang permasalahan masalalu mereka selesai, tetapi Rida telah memutuskan memilih bercerai dari Avrian. Walaupun hatinya tidak bisa berbohong, bahwa dirinya masih mencintai Avrian. Demi hatinya yang tak ingin tersakiti kembali, maka Rida memilih melepaskan Avrian bersama Sabrina.


...****************...


Guys! Ayo guys join grup chat antiloversn!!!


Follow ig aku yuk guys : @dianti2609


Bersambung. . .


Follow juga ya!!


Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.

__ADS_1


Terimakasih💓


__ADS_2