
Dave meletakkan ponselnya di atas nakas setelah menghubungi Maya untuk menyuruhnya datang menjaga istrinya selama dia tidak ada. Hari ini Dave berencana untuk ke kantor. Banyak yang harus dia kerjakan.
"Jes, bangun," panggil Dave sambil mengelus kepala istrinya.
Perlahan Jeslyn membuka matanya. "Kau mau bekerja?" tanya Jeslyn ketika melihat suaminya sudah rapi dengan setelah baju kerja.
Dave mengangguk sambil membantu Jeslyn duduk di tempat tidur. "Aku sudah meminta Maya untuk menjagamu selama aku bekerja. Ada hal penting yang harus aku urus di perusahaan," jelas Dave.
"Iyaa, tidak apa-apa."
Sebenarnya dia tidak tega meninggalkan istrinya karena Jeslyn belum sepenuhnya pulih, tetapi dia juga tidak bisa mengesampingkan urusan pekerjaan.
"Baiklah. Aku akan membantumu membersihkan tubuhmu, setelah itu kita sarapan berdua."
Sebelum Dave mandi, dia sudah menghubungi asistennya untuk membelikan sarapan untuk mereka berdua.
"Dave aku bisa sendiri," tolak Jeslyn sambil menatap suaminya.
"Baiklah. Aku akan mengangkatmu sampai kamar mandi." Tanpa menunggu jawaban dari Jeslyn, Dave langsung mengangkat tubuh Jeslyn ke kamar mandi.
Sesudah mandi, Dave mengajak istrinya untuk sarapan berdua. Ketika Jeslyn mandi, asisten Dave sudah datang. Dia mengantarkan makanan kemudian menyuruhnya menunggu di loby apartemennya.
Setelah selesai makan Dave langsung berpamitan pada Istrinya karena Maya juga baru saja datang. "Jess. Aku berangkat dulu," pamit Dave sambil mengecup kening Jeslyn.
Jeslyn mengangguk. "Hati-hati."
*****
Jeslyn menoleh pada Maya ketika mendengar suara bel berbunyi. "Maya, tolong buka pintunya," pinta Jeslyn ketika mendengar suara bel berkali-kali berbunyi.
"Maaf Nyonya, tuan Dave melarang saya untuk membukakan pintu jika ada yang datang."
Dahi Jeslyn mengerut, kemudian berkata, "Bel itu akan terus berbunyi jika kau tidak membukanya Maya."
Saat Dave menelpon Maya tadi pagi, Dave sudah berpesan beberapa hal pada Dave, salah satunya adalah melarang Maya untuk menerima tamu, siapapun yang datang. Maya tampak ragu. Pasalnya dia takut Dave akan marah jika dia tahu kalau dirinya melanggar perintahnya.
Melihat keraguan pada wajah Maya, Jeslyn berkata lagi, "Kalau begitu lihat dulu siapa yang datang."
Maya akhirnya mengangguk lalu berjalan menuju pintu. Beberapa menit kemudian Maya kembali dengan ekspresi panik. "Ada apa?"
"Itu Nyonya...."
"Siapa yang datang, Maya?" tanya Jeslyn karena Maya tidak juga melanjutkan ucapannya.
Ketika Maya mengintip dari lubang kecil berbentuk bulat yang ada di pintu, seketika wajah berubah. Dia sangat terkejut setelah melihat siapa yang datang. Orang tersebut adalah salah satu yang disebutkan oleh Dave yang tidak diperbolehkan masuk ketika dirinya tidak ada.
"Yang datang adalah ibu mertua Anda Nyonya," jawab Maya.
Jeslyn tampak terdiam. Dia belum bereaksi apapun atas jawaban Maya tadi. Hubungannya dengan ibu Dave memang sudah tidak baik setelah insiden di rumah sakit terakhir kali. Jeslyn memang sengaja menghindarinya ibu mertuanya beberapa kali ketika ibu mertuanya mendatangi apartemennya.
__ADS_1
Saat itu, emosi Jeslyn masih tidak stabil. Dia sangat marah dengan perlakuan ibu Dave padanya padahal dia sedang berduka akibat kehilangan calon anaknya, tetapi ibu Dave justru datang menamparnya lalu melemparkan tuduhan yang tidak benar padanya. Ibu Dave nampak belum menyerah juga. Terdengar suara bel yang terus berbunyi.
"Biarkan ibu mertuaku masuk." Jeslyn menghembuskan napas sebelum menyuruh Maya membuka pintu. Jesyn tahu kalau dia selamanya tidak akan bisa terus menghindari ibu mertuanya.
"Tapi Nyonya, tuan Dave sudah berpesan kepada saya untuk tidak mempertemukan Anda dengan ibu beliau."
"Lakukan saja apa yang aku bilang. Aku yang akan menjelaskan pada Dave nantinya. Kau tidak perlu takut."
"Tapi Nyonya, saya...."
"Aku yang akan bertanggung jawab jika sampai Dave menyalahkanmu. Kau tenang saja. Dave tidak akan berani berbuat macam-macam padamu."
Jeslyn memaklumi kalau Maya tidak berani membantah perintah Dave. Karena Dave adalah pemiliki dari rumah sakit tempatnya bekerja. Dia takut akan dipecat dari pekerjaannya
"Baik, Nyonya." Maya akhirnya menyetujui permintaan Jeslyn setelah dia mendapat jaminan darinya. Dia kemudian berjalan menuju pintu.
Setelah kepergian Maya, dengan langkah pelan, Jeslyn berjalan menuju ruang tamu dengan bantuan tongkat. Ketika sampai di ruang tamu, terlihat ibu Dave sedang duduk di sofa single berwarna coklat.
"Jes," panggil Ibu Dave dengan nada pelan.
Jeslyn kemudian menoleh pada Maya. "Maya, tolong ambilkan minuman dingin di kulkas," pinta Jeslyn.
Ibu Dave langsung menyela, "Tidak perlu, Jes. Mama tidak akan lama."
Jeslyn mengangguk, kemudian duduk perlahan di sofa panjang lalu meletakkan tongkatnya di sisinya. "Maya, tolong tinggalkan kami berdua."
"Baik, Nyonya." Dengan langkah cepat Maya meninggalkan mereka berdua.
Ibu Dave tampak meremas kedua tangannya. "Jes, mama ke sini cuma untuk meminta maaf. Mama tahu kalau kau pasti masih marah dengan mama karena perbuatan mama yang terakhir kali. Mama sungguh tidak tahu kalau itu adalah ulah Felicia sehingga kau kehilangan calon anakmu, yang tidak lain adalah cucu mama." Ibu Dave menjeda ucapannya. Dia sedang memilah kata apa yang akan diucapkan kali agar Jeslyn mau memaafkannya.
Jeslyn tersenyum getir mendengar ucapan ibu mertuanya. "Cucu...??" ulang Jeslyn dengan satu alis terangkat. "Bukankah Mama pernah bilang kalau Mama tidak pernah menganggap anak dalam kandunganku sebagai cucu Mama? Apakah Mama lupa? Mama bahkan pernah bilang tidak membutuhkan anak dariku," ucap Jeslyn dengan wajah yang terlihat mulai marah.
"Mama minta maaf, Jes. Mama tahu, mama salah. Mungkin sudah tidak terhitung kesalahan yang mama perbuat padamu selama kau menikah dengan Dave. Mama sudah dibutakan oleh rasa benci yang begitu besar sehingga tidak tahu yang mana yang benar," ucap Ibu Dave dengan wajah bersalah.
"Mama tahu kalau perbuatan mama sudah sangat keterlaluan terhadapmu. Mama minta maaf karena sudah sering berlaku kasar dan selalu memojokkanmu, Jes. Padahal, selama ini kau tidak pernah melakukan kesalahan pada mama," lanjut Ibu Dave lagi.
"Ma, aku butuh waktu untuk memaafkan Mama. Aku hanya manusia biasa yang bisa merasakan sakit hati dan kecewa."
"Apa yang harus mama lakukan agar kau memaafkan mama Jess? Dave juga tidak akan memaafkan mama sebelum kau memaafkan mama. Mama mengaku salah Jes, tidak seharusnya berlaku tidak adil terhadapmu."
"Mama tidak perlu melakukan apa-apa," ucap Jeslyn dengan wajah tenang.
"Mama mohon maafkan mama, Jes. Apa perlu mama berlutut di depannmu supaya kau mau memaafkan Mama?" Ibu Dave sudah tidak tahu lagi bagaimana caranya agar menantunya memaafkan kesalahannya.
"Tidak perlu, Ma. Jangan lakukan itu. Aku akan terlihat sebagai menantu jahat jika sampai melakukan itu," jawab Jeslyn cepat.
Walaupun dia masih merasa kecewa, tetapi dia tidak mungkin membiarkan ibu mertuanya berlutut padanya.
"Memaafkan Mama adalah hal mudah bagiku, tetapi yang sulit adalah melupakan apa yang sudah Mama lakukan padaku. Aku tidak dendam pada Mama, hanya saja aku butuh waktu untuk benar-benar bisa memaafkan Mama dan melupakan semuanya."
__ADS_1
Ibu Dave langsung berpindah duduk di sebelah Jeslyn. "Jes, Mama mengerti ini sulit untukmu, tapi tolong berikan mama kesempatan untuk memperbaiki hubungan kita. Berikan mama kesempatan untuk menebus kesalahan mama padamu. Mama janji tidak akan mengulanginya lagi," ucap ibu Dave sungguh-sungguh. "Mama akan terus datang sampai kau mau memaafkan mama."
"Mama tidak perlu melakukan itu, Ma."
"Ceklek." Bunyi pintu terbuka.
"Dave," ucap Ibu Dave dan Jeslyn serempak.
Mereka sangat terkejut dengan kehadiran Dave yang tiba-tiba. Tanpa Jeslyn tahu kalau Maya langsung menghubungi Dave ketika dia pergi meninggalkan ruangan tamu. Setidaknya dia tidak akan disalahkan oleh Dave jika dia memberitahu Dave tentang keberadaan ibunya di apartemennya.
Dengan wajah cemas Dave menghampiri Jeslyn lalu berjongkok dihadapannya. "Apa kau tidak apa-apa? Apa Mama melakukan hal buruk padamu?" tanya Dave dengan wajah cemas.
Jeslyn menggeleng. "Tidak. Kenapa kau bisa ada di sini? Bukankah kau bilang sedang sibuk?" tanya Jeslyn heran.
Tadi sesudah sampai kantor, Dave langsung menelponnya mengatakan dia tidak tidak bisa menemaninya untuk makan siang karena banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Itulah yang membuat Jeslyn heran kenapa suaminya tiba-tiba pulang tanpa memberitahunya.
"Maya memberitahuku kalau ada Mama di sini." Dave kemudian menoleh pada ibunya.
"Untuk apa Mama ke sini? Bukankah sudah kubilang untuk tidak menemui Jeslyn dulu sampai kondisinya pulih?" Dave berucap dengan nada suara sedikit tinggi.
"Mama hanya ingin minta maaf, Dave," jawab Ibu Dave dengan wajah kecewa.
Dia berusaha untuk mengerti kenapa anaknya mencurgai kedatangannya, mengingat bagaimana perlakuannya selama ini pada Jeslyn.
Dave berdiri lalu menunduk menatap ibunya. "Mama bisa datang lagi setelah kondisi Jeslyn pulih. Dia tidak boleh stres, Ma. Aku tidak mau dia banyak pikiran."
"Dave, aku tidak apa-apa," sela Jeslyn lembut, "jangan berkata keras pada Mama."
Jeslyn tentu saja tidak ingin kalau suaminya bersikap buruk pada ibunya. Dia tidak mau kalau ibunya berpikir, dialah yang sudah memperngaruhi Dave.
"Baiklah. Mama permisi dulu." Ibu Dave tidak bisa berada di sana lebih lama lagi karena takut dia akan berdebat lagi dengan anaknya.
Sepeninggal ibunya, Dave langsung duduk di samping istrinya. "Kenapa kau membiarkan mama masuk?"
"Dave, tidak ada gunanya aku menghindari ibumu terus. Walaupun aku belum sepenuhnya memaafkan ibumu, tapi aku tidak ingin memperburuk keadaan," terang Jeslyn.
"Aku akan meminta mama untuk tidak datang lagi ke sini." Dave hanya tidak ingin Jeslyn merasa tidak nyaman jika ibunya terus datang mengunjunginya.
"Tidak perlu, Dave. Kau akan menyingung ibumu nanti. Aku bisa mengatasinya. Ada Maya juga yang selalu bersamaku. Ibumu tidak akan melakukan hal apa-apa padaku."
Jeslyn merasa kalau ibu Dave sudah mulai berubah. Bisa terlihat dari caranya meminta maaf dan sorot matanya.
"Tetap saja aku tidak tenang."
"Kembalilah bekerja, Dave. Kau tidak perlu khawatir padaku," seru Jeslyn.
Saat ini masih pukul 11 pagi, tentu saja belum waktunya jam istirahat.
"Tidak. Aku akan di sini untuk menemanimu makan siang. Aku akan kembali setelah kita makan."
__ADS_1
Bersambung...