
“Zayn, kalau kau tidak memberitahuku di mana Dave sekarang. Aku tidak akan pernah menemuinya lagi. Aku akan mengguggatnya hari ini juga.” Jelsyn mulai kehilangan kesabaran saat Zayn tidak juga memberitu keberadaan Dave.
Wajah Zayn langsung berubah menjadi tegang. “Maaf Nonya, saya hanya menjalankan perintah saja. Tuan Dave akan memecat saya kalau sampai saya memberitahu Nyonya.” Dave memang sudah berpesan untuk tidak memberitahukan pada Jelsyn tentang keberadaanya.
“Aku akan bertanggung jawab Zayn kalau sampai Dave memecatmu. Sekarang beritahukan padaku, di mana Dave berada?”
Zayn tampak ragu sesaat. “Tuan Dave berada di rumah sakit Nyonya.”
“Aku tadi ke rumah sakit dan bertemu dengan Kepala Rumah Sakit, tetapi aku tidak melihat Dave di sana. Jangan berbohong padaku, Zayn.” Jeslyn mengira kalau Dave ke rumah sakit untuk bertemu dengan Adnan.
“Saya tidak berbohong Nyonya. Tuan Dave sedang di rawat di rumah sakit,” ucap Zayn.
Mata Jeslyn langsung terbelalak. “Ada apa dengan Dave? Dia kenapa? Apa yang terjadi dengannya? Kenapa dia bisa masuk rumah sakit? Bukankah semalam dia baik-baik saja?” cecarnya dengan wajah panik.
Zayn tersenyum saat melihat Jeslyn tampak sangat khawatir dengan bosnya.
“Tuan Dave memiliki maag akut. Semalam tuan Dave mengalami nyeri ulu hati dan sensi terbakar di dadanya. Dia terus menerus muntah akibat asam lambungnya naik setelah memakan makanan pedas.”
Wajah Jelsyn langsung memucat. “Kenapa dia tidak memberitahuku masalah sakitnya?” Dia merasa bersalah karena sudah memaksa Dave untuk memakan makanan pedas semalam.
“Tuan Dave juga merahasiakan dari keluarganya. Tidak ada yang tahu dengan sakit maagnya.”
Jeslyn langsung beridiri. “Aku harus ke rumah sakit sekarangm” Jeslyn berjalan menuju pintu. Zayn menyusul Jeslyn.
“Tunggu Nyonya, saya akan mengantarkan Nyonya.”
“Tidak usah Zayn, kau di sini saja. Aku membawa mobil ke sini.”
“Lebih baik saya antar Nyonya. Tuan Dave pasti akan marahb kalau sampai saya membiarkan Nyonya mengendarai mobil sendiri.” Zayn hanya tidak ingin terjadi apa-apa dengan istri bosnya, jika mengendarai mobil di saat panik.
“Baiklah, Ayoo.” Jeslyn berjalan mendahului Zayn menuju parkiran.
Selama dalam perjalanan menuju rumah sakit, Jelsyn terus meremas ponsel yang ada di tangannya. Kemarahan yang sempat dia rasakan tadi padi terhadap Dave, kini lenyap tergantikan oleh rasa khawatir. Dia merasa bersalah sekaligus cemas dengan keadaan Dave.
Setibanya di rumah sakit langsung berjalan cepat. Dia berusaha untuk menenangkan dirinya dulu sebelum masuk ke dalam ruangan Dave. Jeslyn membuka pintu perlahan. Dia melihat Dave tampak sedang duduk bersandar sambil memegang ponselnya.
Dave langsung menoleh pada Jeslyn saat mendengar suara pintu terbuka. “Maafkan saya Tuan.” Zayn meminta maaf pada Dave karena sudah memberitahukan keberadaan bosnya pada istrinya.
Dave menoleh pada Zayn. “Tidak apa-apa. Pergilahm”
__ADS_1
Dave meletakkan ponselnya di meja. Jeslyn berjalan menghampiri Dave dengan wajah penuh penyesalan. Dia berdiri tepat di samping Dave.
“Kenapa kau tidak bilang padaku, kalau kau memiliki maag akut?” Jeslyn mulai menitikkan air matanya.
Dave tampak terkejut saat melihat reaksi istrinya. Dia berpikir kalau sikap jeslyn belakangan ini sangat aneh, dia mudah marah dan sangat sensitif. Dave menarik tangan Jeslyn dan memeluknya.
“Aku tidak apa-apa, jangan menangis. Aku hanya butuh istrirahat saja.” Dave berusaha menenangkan Jeslyn saat melihat Jeslyn mulai terisak.
“Seharusnya kau menolak waktu aku memintamu menghabiskan makanan itu.”
Dave mengelus kepala Jeslyn. “Aku sudah menolaknya, tetapi kau memaksaku Jeslyn. Aku sudah bilang tidak bisa makan pedas.”
Dave berusaha menjelaskan pada Jelsyn dengan hati-hati. Dia tidak ingin Jeslyn salah mengartikan lagi maksud dari perkataannya.
“Tapi kau tidak bilang tentang sakitmu.”
“Maafkan aku, aku yang salah. Aku baik-baik saja sekarang.” Dave melepaskan pelukannya.
Dave mengusap air mata Jeslyn. “Ada apa mencariku?”
Dave langsung menanyakan maksud dari Jeslyn. Dia tahu kalau Jeslyn pasti ingin menyampaikan sesuatu padanya saat dia melihat Jelsyn menghubunginya beberapa kali tadi pagi.
“Aku ingin bekerja Dave, tetapi pak Adnan bilang kau melarangku bekerja sampai besok.”
“Aku hanya lelah Dave, Aku kurang tidur. Kehamilan Felicia membuatku terkejut sehingga menguras pikiranku.”
“Maafkan aku Jeslyn. Kau tidak perlu khawatir lagi. Aku sudah meminta pengacaraku untuk mempercepat perceraian kita. Semua sedang di urus oleh pengacaraku. Mungkin beberapa hari ini dia akan menemuimu untuk meminta tanda tanganmu. Kau bisa hidup tenang setelah kita bercerai.”
Dave merasa ada batu besar yang sedang menghimpit dadanya ketika dia melontarkan kata-kata tersebut.
“Apa Felicia tahu kalau kita akan bercerai?”
Kepala Jeslyn serasa berputar, seolah dia akan hilang keseimbangan saat mendengar perkataan Dave. Ada rasa tidak rela saat mengetahui perceraian mereka dipercepat. Jeslyn mulai ragu dengan keputusannya.
“Tidak, aku belum memberitahunya.” Dave sengaja menutupi perceraiannya dengan Jeslyn dari keluarganya dan Felicia.
“Aku harap kau bisa hidup bahagia setelah bercerai denganku,” ucap Dave tulus.
Dave hanya berusaha untuk tetap tenang ketika mengucapkan kata-kata tersebut, padahal di dalam hatinya, dia merasa tidak rela harus bercerai dengan Jeslyn.
__ADS_1
“Aku akan melihat laporan medismu dulu.” Jelsyn berdiri.
Dave langsung menahan tangan Jeslyn. “Tidak perlu. Biarkan dokter Roby yang menanganiku.” Dave tidak ingin kalau Jelsyn terlihat dengannya lagi.
“Jeslyn, kata-kataku yang mengatakan bahwa aku meminta waktu selama 2 minggu untuk melepasmu, aku cabut. Aku akan melepasmu sekarang. Aku tidak akan menemuimu lagi sampai perceraian kita selesai.”
Dave sudah memikirkan hal itu dengan matang. Berdekatan dengan Jeslyn hanya semakin membuatnya tidak mau melepas Jelsyn. Dia tidak ingin terlihat menyedihkan di depan Jeslyn.
Tubuh Jelsyn terasa kaku, aliran darahnya seolah langsung berhenti. Pikirannya kosong. Ria sangat terkejut setelah mendengar perkataan Dave. Matanya langsung berkaca-kaca.
“Baiklah kalau begitu. Aku pulang dulu,” ucap Jeslyn dengan suara bergetar.
“Biarkan Zayn yang mengantarmu pulang,” ucap Dave sebelum Jeslyn melangkah keluar dari ruangannya.
Jeslyn hanya diam sambil terus berjalan keluar dari ruangan Dave. Setelah kepergian Jeslyn, Dave langsung menghela napas berat. Dia kemudian memejamkan matanya. Dia merasa tidak sanggup untuk melepaskan Jeslyn.
*****
Setelah pertemuan terakhirnya di rumah sakit. Dave tidak pernah lagi menemui Jeslyn. Dave menepati kata-katanya untuk tidak menemui Jeslyn lagi sampai mereka resmi bercerai.
Beberapa kali Felicia mendatanganinya ke rumah sakit untuk menanyakan keberadaan Dave. Tidak ada kabar satupun dari Dave. Menurut informasi yang dia dapat dari Felicia, Dave tidak pernah lagi pulang ke rumahnya. Felicia juga tidak bisa menemui Dave di kantornya.
Hari ini, Jeslyn baru saja bertemu dengan pengacara Dave untuk membahas beberapa hal tentang perceraiannya dengan Dave. Pengacara Dave sudah mendaftarkan gugatan Dave ke pengadilan. Sidang pertama akan digelar seminggu lagi.
Jeslyn bermaksud bertemu dengan Dave sebelum sidang, tetapi tidak bisa. Nomor ponsel Dave sudah tidak aktif. Zayn juga tidak lagi merespon telpon dari Jeslyn.
“Apakah Dave akan hadir pada sidang pertama nanti?” tanya Jeslyn ketiak dia sudah selesai membicarakan masalah perceraiannya dengan pengacara Dave.
“Tidak Nyonya. Tuan Dave sudah menyerahkan semua urusan perceraiannya kepada saya,” Jawab Jody sopan.
“Apakah dia baik-baik saja?”
Jeslyn merasa khawatir dengan Dave, karena selama ini dia tidak ada kabar sama sekali. Di dalam lubuk hatinya yang paling dalam, Jeslyn sangat merindukan Dave. Jeslyn lebih banyak melamun saat dia tidak memiliki kegiatan. Perceriannya yang semakin dekat membuat hatinya jadi gelisah.
“Saya juga tidak tahu Nyonya. Saya hanya berhubungan dengan asistennya. Saya tidak pernah bertemu dengan tuan Dave sampai saat ini.”
“Baiklah, terima kasih.”
Jody berdiri. “Kalau begitu saya permisi dulu.” Dia berjalan keluar setelah melihat anggukan Jeslyn.
__ADS_1
Setelah Jeslyn bertemu dengan pengacara Dave di salah satu restoran, dia berencana untuk pulang. Langkah Jeslyn terhenti ketika tidak sengaja melihat Felicia sedang berjalan bersama dengan seorang pria.
Bersambung....