
Dave hanya diam menatap ke arah Felicia dan ayahnya. Mereka tak kunjung juga mengeluarkan kata-kata setelah kepergian Stella beberapa menit yang lalu.
"Pa, apa yang ingin kau sampaikan? Sebentar lagi istriku akan kembali. Aku tidak ingin dia melihat Felicia lebih lama lagi."
Dave hanya takut istrinya masih trauma jika bertemu dengan Felicia, apalagi perbuatan Felicia yang menyebabkan dia kehilangan anaknya dan nyaris membuat mereka hampir saja bercerai.
Ayah Felicia tampak masih ragu dengan apa yang ingin dia katakan. "Papa ke sini hanya untuk minta maaf Dave." Ayah Felicia tampa terdiam sejenak sebelum kembali melanjutkan ucapanyanya.
"Papa tahu, kesalahan Felicia sangat besar padamu dan Jeslyn, tapi papa berharap sedikit saja tolong berikan kesempatan pada papa dan Felicia untuk menebus kesalahan pada kalian. Ini adalah kesalahan papa juga karena tidak bisa mendidik Felicia dengan benar.
" Maaf Pa, aku belum bisa memaafkan kesalahan yang sudah dia perbuat padaku dan istriku." Dave sebenarnya tidak sepenuhnya menyalahkan ayah Felicia, hanya saja dia belum bisa memaafkan kesalahan anaknya yang sudah memporak-porandakan rumah tangganya dengan Jeslyn.
Tergambar jelas sorot mata kecewa di mata ayah Felicia. Dia tahu kalau Dave tidak mungkin dengan mudah memaafkan kesalahan yang sudah diperbuat oleh anaknya, tapi dia bisa menerima alasan Dave belum bisa memaafkan anaknya.
"Papa mengerti Dave. Papa tidak meminta kau untuk memaafkan Felicia, Dave. Kesalahan yang sudah dia lakukan memang tidak termaafkan. Papa hanya ingin meminta maaf dengan tulus padamu dan istrimu," ucap ayah Dave dengan wajah sendu.
"Tetap saja walaupun kalian melakukan ini, aku tetap tidak akan mencabut laporanku pada polisi, itu sudah berbeda urusannya. "
Ayah Felicia tampak menghembuskan napas pelan. Sebenarnya dia juga sudah tahu kalau akhirnya akan seperti itu. Walaupun begitu dia bersikukuh untuk datang dan meminta maaf, meskipun nantinya mereka tidak akan memafkan anaknya. Setidaknya dia sudah memiliki itikad baik.
__ADS_1
"Tidak masalah jika kau tidak mau mencabut laporanmu. Papa datang ke sini bukan untuk memintamu untuk melakukan itu. Papa hanya berusaha untuk memohon maaf padamu dengan segala kerendahan hati papa," ucap ayah Felicia dengan kesungguhan.
Dave bersandar di sofa lalu menyilangkan kakinya diatas kaki lain. Dia menatap sejenak pada Felicia yang sedang menunduk kemudian beralih pada ayah Felicia.
"Aku terima permintaan papa sebagai ayah Felicia. Tetapi aku masih belum bisa memaafkan Felicia. Seharusnya dia yang meminta maaf padaku dan istriku dengan tulus, bukan malah justru papa yang menggiringnya ke sini dengan paksaan. Itu terkesan tidak tulus, dia terlihat terpaksa untuk datang ke sini. Tergambar jelas dari raut wajahnya jika dia belum juga menyesali perbuatannya."
Felicia meremas kuat kedua tangannya. Dia tahu kalau Dave sengaja menyindirnya lewat perkataannya pada papanya. "Anak ini memang sulit diatur, kau tahu dia terbiasa dimanja oleh istriku, sehingga membuatnya besar kepala dan selalu bersikap angkuh tanpa menyadari kesalahan yang sudah dia perbuat," ucap ayah Felicia dengan wajah tertekan, seperti ada beban berat yang sedang dia pikul saat ini.
"Papa tahu itu tidak bisa menjadi alasan untuk membenarkan
perbuatan Felicia. Papa hanya minta kebesaran hatimu agar memberikan kesempatan pada kami untuk bisa meminta maaf dengan benar padamu dan istrimu."
Sebelum pergi menemui Dave, ayahnya sudah terlebih dahulu mengancamnya untuk bersikap baik dan menyuruhnya meminta maaf dengan tulus pada Dave dan Jeslyn. Ayahnya bahkan mengancamnya akan mengusirnya dan mencoretnya dari kartu keluarga jika Felicia tidak melakukannya dengan sunggug-sungguh.
Jadi, sebenarnya yang dia lakukan saat ini hanya karena takut dengan ancaman ayahnya. Dia tahu, kalau ayahnya akan melaksanakan kata-katanya, jika sampai dia tidak menurut. Dia tidak mau hidup menjadi gembel nantinya hanya karena tidak menuruti perintah ayahnya.
"Baiklah. Aku akan mendengar langsung dari mulut Felicia." Dave menjeda ucapannya sejenak lalu dia beralih menatap mantan istrinya. Dave melipat kedua tangannya di depan dada kemudian menatap Felicia dengan santai. "Jadi, bagaimana caramu meminta maaf padaku, Fel?"
Felicia langsung mendongakkan kepalanya menatap langsung bola mata Dave. Dia terlihat terpaku sejenak. Dia bingung apa yang harus disampaikan pada Dave saat ini. Sedari tadi yang dia pikirkan adalah bagaimana dia menghadapi Jeslyn setelah dia berusaha mencelakainya.
__ADS_1
"Apa yang harus aku lakukan agar kau bisa memaafkanku?" Felicia tidak tahu kata tepat untuk meminta maaf pada mantan suami yang masih dia cintai itu, sehingga dia memutuskan untuk mengajukan pertanyaan pada Dave.
"Kau bahkan tidak tau cara yang benar untuk meminta maaf padaku. Apa kau datang tanpa memikirkan sebelumnya?" desis Dave sambil tertawa mengejek.
Dalam hati Felicia merasa geram karena Dave tampak sengaja mempermalukan dirinya di depan ayahnya. Jika saat ini tidak ada ayahnya di situ, mungkin saja dia sudah mengeluarkn pembelaan dari mulutnya. "Dave, aku bukannya belum memikirkannya, hanya saja aku belum menemukan kata yang tepat untuk meminta maaf padamu." Felicia berusaha untuk berkelit.
Dave tentu saja tahu tentang kebohongan yang barusaha Felicia katakan, tetapi dia hanya berpura-pura tidak tahu. "Sebenarnya apa kau menyadari apa saja yang sudah kau lakukan padaku dan istriku selama menikah dengaku?"
Dave tampaknya ingin mengungkap kesalahannya yang dia lakukan selama menikah dengan Dave yang tidak diketahui oleh ayahnya. "Dave, masalah yang lalu, kenapa kau mengungkitnya lagi? Aku ke sini untuk meminta maaf atas apa yang aku lakukan baru-baru ini." Felicia tidak mau kalau sampai ayahnya tahu, kalau ternyata selama ini sudah bersikap buruk pada Jeslyn.
"Tampaknya sia-sia saja aku mendengarkan perkataanmu. Kau hanya membuang-buang waktuku saja," decak Dave dengan wajah malas.
"Felicia, kau sungguh membuat papa kecewa. Bagaimana bisa kau belum juga menyadari kesalahan yang sudah kau perbuat selama menikah dengan Dave?" Ayah Felicia tampak sudah bertambah kesal dengan anaknya. Dia tidak tahu lagi cara bagaimana membuat anaknya menyadari kesalahannya.
Felicia diam-diam mengepalkan tangannya. Dia berusaha menahan kekesalannya dalam hati. "Dave, aku sungguh minta maaf padamu atas apa yang pernah aku lakukan padamu dan Jeslyn. Aku menyesali perbuatannku. Tolong maafkan aku Dave." Felicia berusaha menampilkan wajah iba agar Dave merasa kasih padanya.
"Aku tidak meneriman permintaan maafmu. Aku tahu kau terpaksa melakukannya karena paksaan dari papa. Kau bisa datang lagi menemuiku jika kau sungguh sudah menyadari kesalahanmu. Dan, untuk kesalahanmu pada Jeslyn, kau harus menyampaikan langsung padanya. Bukan padaku, karena orang yang paling sering kau sakiti adalah dia."
Bersambung..
__ADS_1