Berbagi Cinta : Cinta Sesungguhnya

Berbagi Cinta : Cinta Sesungguhnya
Perasaan Bahagia Jeslyn


__ADS_3

Jeslyn kembali menoleh pada Dave ketika Dion sudah keluar dari ruang perawatan Dave. Dia melihjat kalau Dave sedang menatap ke arahnya dengan tatapan penuh kerinduan. Dia tidak mengatakan apapun. Dia hanya diam. Perlahan tangannya terangkat ke arah pipi Jeslyn. Dia mengusap lembut wajah istrinya tanpa berkata apa-apa.


Air mata Jeslyn sektika tumpah. Dia memegang tangan Dave yang berada di wajahnya. “Dave, akhirnya kau bangun juga. Aku sangat merindukanmu Dave.” Jeslyn mengarahkan tangannya ke perutnya yang masih rata. “Anak kita juga merindukanmu Dave.”


Dave tampak mengusap lembut perut istrinya. Matanya terlihat berkilau. Jeslyn langsung merasakan sekujur tubuhnya menghangat karena sentuhan Dave pada perutnya. Dia merasa sangat nyaman.


“Dia baik-baik saja. Kemarin aku habis memeriksanya. Dia tumbuh dengan baik di dalam sana Dave. Dia tidak merepotkan aku sama sekali. Sepertinya dia mengerti kalau papanya sedang tidak bisa menjaganya untuk sementara waktu,” ucap Jeslyn lagi ketika melihat tatapan Dave yang seolah bertanya apakah dia mengalami kesulitan selama dirinya tidak mendampinginya.


Wajar saja kalau Dave berpikir seperti itu, karena selama hamil Jeslyn sering mengalami mual dan muntah sehingga membuat tubuhnya lemah.


Dave tersenyum tipis setelah mendengar penuturan Jeslyn. Mulut Dave mulai terbuka, seperti hendak mengatakan sesuatu. Jeslyn menggenggam tangan Dave lalu mencium punggung tangannya berkali-kali. “Jangan pernah tinggalkan aku Dave. Hidupku tidak akan ada artinya kalau tidak ada kau di sisiku. Aku sangat mencintaimu Dave.” Air mata Jeslyn kembali menetes.


Tangan Dave terangkat. Dia mengusap air mata istrinya. “Aku juga sangat mencitaimu sayang,” ucap Dave dengan suara lemah.


Jeslyn langsung memeluk Dave dengan hati-hati. “Aku kira kau tidak akan bangun lagi. Aku sangat mengkhawatirkanmu Dave. Aku bahakn beberapa kali pingsan. Aku tidak sanggup melihatmu terbaring lemah di tempat tidur Dave.”


Dave mengusap lembut rambut istrinya. “Tentu saja aku harus bangun. Aku tidak ingin anakku memanggil papa pada laki-laki lain. Dia milikku. Tidak ada yang boleh menggantikan posisiku dalam hidupnya.”


“Aku bahkan tidak berniat untuk menikah lagi seandainya terjadi sesuatu padamu Dave. Bukankah kau tahu, kalau dari dulu aku sangat mencintaimu.”


Lagi-lagi senyum tipis terukir di wajah tampan Dave. “Tentu saja aku tidak akan membiarkanmu menikah dengan laki-laki lain. Apalagi ada penerus keluarga Tjendra di perutmu. Aku tidak akan membiarkan milikku diambil orang lain. Selamanya kau adalah milikku. Milik Dave Christian Tjendra.”

__ADS_1


Jeslyn mengangkat kepalanya, lalu menatap sendu suaminya. “Dave, maafkan aku. Aku sudah mengingkari janjiku.” Jeslyn tampak menunduk dengan wajah menyesal.


Raut wajah Dave tampak berubah. “Janji apa?” Dave mengulurkan tangan lalu mengangkat dagu istrinya. “Tatap aku sayang. Katakan padaku, janji apa yang sudah kau ingkari.” Perasaan Dave mulai gelisah. Dia berusaha untuk tetap tenang.


Jeslyn mengangkat kepalanya lalu bertemu pandang dengan bola mata Dave. “Aku.. Aku memberitahukan kepada ibumu kalau aku sedang hamil. Aku terpaksa melakukannya karena ibumu memaksaku untuk bercerai denganmu. Hanya cara itu yang bisa aku lakukan agar ibumu tidak memaksaku lagi. Dia melemparkan surat cerai padaku dan menyuruhku menandatanginya saat itu juga.”


Dave memejamkan mata sejenak. Dia berusaha menetralisir emosinya. Dia merasa marah karena bisa-bisanya ibunya mengambil kesempatan untuk memisahkannya dengan Jeslyn, di saat dia sedang koma. “Apakah Felicia juga tahu kau sedang hamil?”


“Saat itu hanya ada mamamu. Aku tidak pernah melihat Felicia datang ke sini setelah kau mengalami kecelakaan. Ibumu bilang kondisi kesehatannya sedang menurun. Semenjak hamil tubuhnya menjadi lemah, jadi dia tidak bisa ikut menjengukmu.”


Awalnya Jeslyn sempat merasa heran kenapa Felicia tidak pernah menjenguk Dave selama dia masuk rumah sakit. Ketika mendengar penjelasan dari ibu Dave tentang kondisi Felicia, Jeslyn langsung paham karena dia juga mengalami kondisi yang tidak baik selama hamil.


Jeslyn mengangguk. “Iyaa.. Zayn sudah meminta seseorang selalu mengikuti kemana pun aku pergi. Dia sedang berada di luar Dave.” Dave langsung merasa lega. Dia sangat mengkhawatirkan bayi yang ada di kandungan Jeslyn.


Alasan Dave meminta Jeslyn untuk merahasiakan kehamilannya adalah untuk melindungi bayi yang ada di kandungan Jeslyn. Dave hanya takut kalau Felicia tahu tentang kehamilan Jeslyn, dia akan mencelakai calon anaknya.


Sepulangnya Zayn dari rumah sakit menemui Jeslyn, dia langsung menyuruh orang untuk mengawasi Jeslyn dari jauh. Dia selalu menjaga jarak dengan Jeslyn agar dia tidak merasa terganggu.


“Mulai sekarang kau tidak boleh pergi sendirian. Dia akan mengikuti kemanapun kau pergi. Kau harus membiasakan diri.”


“Tapi aku merasa tidak nyaman Dave.”

__ADS_1


Dave mengelus pipi istrinya. “Kau harus menahannya untuk sementara waktu, sampai aku benar-benar pulih sayang. Aku tidak mau terjadi apa dengan kalian. Aku hanya takut dia melakukan hal buruk pada calon anak kita.”


Jelsyn mengangguk pelan. “Baiklah, ini demi anak kita.”


“Bagaimana reaksi mama ketika tahu kau sedang hamil anakku?” Dave berpikir kalau ibunya pasti tidak akan tega mencelakai calon cucunya walapun itu berasal dari rahim menantu yang tidak dia sukai.


“Mama masih tidak percaya dengan kehamilanku. Sepertinya mama sangat terkejut. Aku belum pernah bertemu lagi dengan mama semenjak aku memberitahunya tentang kehamilanku. Hanya papa yang langsung menemuiku ketika tahu aku sedang hamil. Papa tampak sangat gembira. Dia bahkan rutin mengecek kondisiku lewat telpon.”


“Biarkan saja sayang. Selama mama tidak mengganggumu, kau tidak perlu menghiraukannya.”


“Iyaa.”


“Kenapa tubuhmu terlihat lebih kurus dari terkahir kita bertemu? Apa kau tidak makan dengan benar? Apa kau selalu mual dan memuntahkan makananmu?” Dave langsung mencecae Jeslyn dengan berbagai pertanyaan dengan tidak sabar. Dalam hatinya, dia merasa bersalah karena tidak bisa mendampingi istrinya di saat masa sulit kehamilannya.


“Maafkan aku Dave. Aku tidak menjaga kesehatanku dengan baik. Aku bahkan sempat mengabaikan anak kita. Aku tidak bisa berpikir dengan benar. Aku sangat mengkhawatirkanmu. Hanya kau yang ada di pikiranku.”


Dave menatap sejenak istrinya yang tampak merasa sangat bersalah. “Kemarilah sayang, peluk aku,” pinta Dave sambil merentangkan kedua tangannya. Dia tetap berada di posisi berbaring.


Jeslyn langsung memeluk tubuh Dave dengan erat. “Jangan mengkhawatirkan apapun lagi sayang. Semuanya akan baik-baik saja. Fokuslah pada anak kita saat ini, lainnya biar aku yang urus. Aku berjanji padamu, kali ini aku akan memberikan semua yang seharusnya kau dapatkan dari dulu. Aku akan mengembalikan posisimu sebagai menantu resmi dari keluarga Tjendra," ucap Dave sungguh-sungguh.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2