Berbagi Cinta : Cinta Sesungguhnya

Berbagi Cinta : Cinta Sesungguhnya
Yang Sebenarnya Terjadi


__ADS_3

“Ternyata begini kelakukanmu selama ini di belakangku. Berselingkuh dengan temanku sendiri.”


Dave berjalan masuk ke dalam kamar. Dia tidak melihat keberadaan Bian di kamar tersebut. Dia menduga kalau Bian sedang berada di dalam kamar mandi ketika mendegar suara gemericik air dari dalam kamar mandi.


“Kauu.. akuu... Ini tidak seperti yang kau lihat Dave,” ucap Felicia dengan gugup dan wajah panik. Dia kemudian mencoba menghampiri Dave.


Dave menghempaskan tangan Felicia yang tadi berusaha untuk meraih tangannya. “Jangan berani-berani menyentuhku. Aku jijik dengan wanita yang sudah disentuh oleh orang lain.”


Felicia tertawa sinis. “Seharusnya kau tahu kenapa aku melakukan ini Dave. Aku juga butuh kasih sayang. Kau tidak pernah mau menyentuhku. Kau kira aku patung yang tidak punya hasrat.”


“Bukankah kau sendiri yang menginginkan pernikahan ini? Seharusnya kau tahu, kalau aku tidak mungkin menyentuhmu karena aku tidak mencintaimu. Karena aku sudah tahu kelakuan busukmu, maka aku akan segera menceraikanmu.”


Felicia menatap Dave dengan tatapan menantang. “Kau tidak akan bisa menceraikan aku Dave. Ibumu tidak akan menyetujuinya. Bagaimanapun ada anakmu dalam perutku.”


Dave tertawa lebar. “Felicia... Felicia... Siapa yang ingin kau bodohi di sini. Bagaimana itu bisa menjadi anakku, kalau aku saja tidak pernah menyentuhmu. Ternyata kau bermuka tebal juga. Berani-beraninya ingin menipuku.”


“Apa perlu aku ingatkan lagi, kalau kau pernah menyentuhku saat kau mabuk. Aku sudah hamil sebelum menjalin hubungan dengan Bian,” ucap Felicia dengan percaya diri.


Dave menyunggingkan sudut bibirnya. “Jadi, kau sudah mengakui hubungan terlarangmu dengan Bian?”


“Dave, kau yang membuatku seperti ini, jadi salahkan saja dirimu.”


“Aku justru akan berterima kasih padamu karena dengan adanya masalah ini, aku bisa dengan mudah menggugat cerai dirimu. Aku peringatkan padamu Fel. Tanda tangani surat cerai yang akan diberikan pengacaku nanti jika kau tidak ingin aku permalukan di depan publik. Lebih baik kau pergi diam-diam dan menghilang dari hidupku.”


“Aku tidak mau bercerai denganmu, Dave.”


“Aku tidak peduli. Aku sudah muak denganmu. Aku akan membongkar kelakukanmu selama ini pada Mama sehingga tidak akan ada lagi yang akan membelamu. Aku juga akan memberitahukan pada keluargamu bagaimana kelakuan putri tercinta mereka yang selama ini mereka banggakan.”


Dave pergi meninggalkan Felicia yang terdiam dengan wajah memucat. “Dave, tunggu Dave! Aku mohon jangan beritahu keluargaku, Dave!” Felicia berusaha menyusul Dave yang terlihat sudah mulai keluar dari vilanya.


“Davee!” teriak Felicia dengan wajah panik.

__ADS_1


Tidak lama kemudian Bian keluar hanya menggunakan bathrobe. “Ada apa sayang?” tanya Bian dengan wajah heran.


Felicia langsung memegang tangan Bian. “Bian..Dave sudah mengetahui hubungan kita. Dia tadi ke sini,” ucap Felicia dengan wajah panik.


“Apa?”


“Bagaimana ini..Dia akan memberitahukan pada keluargaku. Dia juga akan segera menceraikan aku, Bian,” ucap Felicia dengan wajah panik.


“Kau tenang saja, aku akan mengurus Dave.”


Dengan langkah cepat Bian masuk ke dalam kamar lalu mengganti pakaiannya setelah itu dia terlihat menghubungi seseorang.


“Apa yang akan kau lakukan, Bian?” tanya Felicia.


“Aku harus menghentikannya. Kau tidak boleh bercerai dengannya. Kau tidak akan mendapatkan apa-apa jika sampai dia menceraikanmu. Dave akan menghancurkan hidup kita, jika aku membiarkannya pergi dari sini.”


Felicia mendekati Bian. “Jangan bilang kau akan mencelakainya?” Felicia menatap Bian dengan tatapan tajam.


“Kau gilaa Bian..Keluarganya tidak akan tinggal diam jika tahu kau mencelakai anak mereka.”


“Kau pikir Dave akan diam saja setelah tahu kau sudah menipu dan menghianatinya?” Melihat Felicia yang diam saja. Bian langsung melangkah cepat menuju pintu keluar.


“Tapi Bian...”


Bian memegang bahu Felicia sambil menatapnya. “Kalau aku tidak membereskan Dave malam ini. Dia yang akan membunuh kita berdua, Fel.”


Felicia tampak diam, dia tidak bisa berpikir saat ini. “Dengar Fel, pilihan kita cuma dua, menyingkirkannya atau kita yang akan disingkirkan olehnya. Lagi pula, tidak ada yang tahu kalau anak dalam kandunganmu bukan anak Dave. Kita bisa menggunakan anak kita sebagai pewaris dari keluarga Tjendra. Apa kau tidak mau melihat anak kita memiliki segalanya? Kita bisa menguras habis harta mereka lewat anak kita, Fel. Apalagi, keluargamu sudah mau bangkrut. Perusahaanku juga sedang mengalami krisis keuangan. Apa kau mau jadi miskin?"


“Tapi, bagaiamana kalau sampai ada yang tahu, Bian?” tanya Felicia dengan wajah gugup.


“Kau tenang saja. Aku akan mengurus semuanya dengan rapi. Kau cukup ikuti semua rencanaku.”

__ADS_1


Melihat Felicia hanya diam, Bian berkata lagi, “Kau tenang saja. Tidak akan ada masalah apapun ke depannya, selagi kita bisa membereskan Dave malam ini. Aku pergi dulu.” Bian langsung keluar dari vila mengendari mobilnya dengan kecepatan tinggi.


*********


Dave dan Zayn sedang berada dalam perjalanan pulang. Mobil Zayn berada di depan sementara Dave berada di belakangnya.


Ketika dia keluar dari vila, Dave langsung mengajak Zayn untuk pulang. Dave tidak tahu kalau Bian sudah memerintahkan orang lain untuk mencelakainya.


Ketika Dave berbelok di tikungan tajam dari arah berlawanan sebuah truck tiba-tiba berpindah ke jalur yang sama dengan Dave. Mobil truck itu menghantam mobil Dave sehingga terpetal 20 meter dari lokasi kejadian. Zayn yang mendengar suara benturan keras langsung menghentikan mobilnya. Dia menoleh ke belakang dan melihat mobil Dave sudah terbalik.


Truck yang menabrak mobil Dave sektika langsung meninggalkan lokasi kejadian dengan melaju kencang. Zayn yang terkejut dengan kejadian yang baru saja terjadi langsung keluar dari mobilnya menghampiri mobil Dave.


Zayn langsung menghubungi rumah sakit terdekat untuk mengirimkan ambulance setelah melihat Dave terjebak di dalam mobil dalam kondisi tidak sadarkan diri dengan berlumuran darah.


Karena kejadiannya terjadi pada dini hari, sehingga di lokasi tersebut terlihat sepi. Hanya beberapa kendaraan lewat dan hanya ada 3 mobil yang telihat berhenti untuk melihat kejadian tersebut.


Beberapa orang tampak membantu Zayn untuk membuka pintu mobil bagian kemudi untuk menyelamatkan Dave.


Setelah Dave berhasil dievakuasi, Zayn membawa Zayn menuju rumah sakitnya atas perintah ayah Dave yang sebelumnya sudah Zayn hubungi terlebih dahulu.


Flashback Off..


“Itulah yang sebenarnya terjadi, Ma. Felicia tidak tulus mencintaku. Dia sudah merencanakan bersama dengan kekasihnya. Aku harap Mama bisa menerima kenyataan yang sebenarnya,” ucap Dave tenang.


“Mama hanya tidak menyangka kalau Felicia bisa melakukan hal itu,” ucap ibu Dave.


“Aku hampir saja mati jika tidak ditolong tepat waktu. Apa Mama sungguh ingin melihatku terbujur kaku, baru Mama akan percaya dengan semua yang aku katakan.”


“Bukan seperti itu maksud Mama Dave. Mama tahu tindakan mereka tidak bisa dimaafkan karena sudah mencoba untuk membunuhmu. Mama tidak keberatan jika kau memenjarakan mereka. Mama hanya kecewa terhadap Felicia. Kenapa dia bisa sampai melakukan hal itu,” ucap Ibu Dave dengan suara bergetar.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2