
“Kau pasti yang sudah memaksa Dave untuk menceraikan Felicia, kan?? Apa kau tidak punya hati haaahh!” hardik ibu Dave. Dia menatap Jeslyn dengan tatapan membara.
Jeslyn memegang wajahnya yang terasa panas. “Aku bahkan baru tahu kalau Dave sudah menceraikan Felicia. Seharusnya Mama bertanya dulu kepada anak Mama. Bukan malah menuduhku yang tidak-tidak,” ucap Jeslyn dingin.
“Berani sekali kau membela diri.” Ibu Dave mulai mendekati Jeslyn lagi.
“MAMA CUKUP..!!” Dave menangkap tangan ibunya ketika ingin menampar Jeslyn lagi.
“Plaaaaaakk." Kali ini ibu Dave menampar anaknya.
“Maaa,” ucap Dave sambil menatap tidak percaya pada ibunya. Baru kali ini ibunya menampar dirinya.
“Mama sangat kecewa denganmu Dave. Felicia bahkan masih berduka, tapi kau justru langsung menceraikannya. Seharusnya kau punya hati sedikit. Felicia baru saja kehilangan anaknya, bahkan rahimnya harus diangkat.”
Jeslyn tampak terkejut ketika mendengar rahim Felicia harus diangkat. Dia bahkan tidak tahu menahu mengenai keadaan Felicia.
“Apa Mama juga tahu, kalau Jeslyn juga baru saja keguguran? Apa Mama peduli dengan keadaan Jeslyn? Yang dipkiran Mama hanyalah Felicia, Felicia dan Felicia. Mama bahkan tidak menanyakan bagaimana keadaan Jeslyn saat ini.”
“Untuk apa Mama repot-repot menanyakan keadaannya. Mama tidak peduli dengannya,” ucap ibu Dave dengan wajah ketus.
“Kalau begitu sama halnya dengan diriku. Aku juga tidak perlu peduli dengan Felicia. Sudah ada Mama yang bisa mengurusnya,” ucap Dave sinis. “Asal Mama tahu, bayi dalam kandungan Felicia bukanlah anakku. Aku tidak pernah sekalipun menyentuh Felicia selama menikah dengannya.” Dave menatap ibunya dengan tajam.
“Aap-apaa maksudmu? Kau jangan berbohong Dave!"
"Itulah kenyataanya Ma. Aku tidak pernah menyentuh wanita lain selain Jeslyn," ucap dengan tegas.
"Tidak mungkin... tidak mungkin. Bagaimana bisa Felicia hamil kalau kau tidak pernah menyentuhnya?”
__ADS_1
“Itulah anak dari kekasih gelapnya. Dia berselingkuh di belakangku, Ma. Aku sudah melakukan tes DNA diam-diam tanpa sepengatahuan Felicia. Dan terbukti itu bukanlah anakku. Mama bisa menanyakan langsung pada dokter Sarah jika Mama tidak percaya dengan ucapanku.”
“Aap-apaaa..??” Mulut ibu Dave terbuka lebar dan pupil matanya membesar. Dia memegang dadanya yang terasa sakit.
Jeslyn yang mendengarnya juga dibuat terkejut. “Dia menghianatiku Ma. Dia sering bertemu diam-diam dengan selingkuhannya saat aku bekerja. Aku bahkan sudah mempunyai bukti-bukti tentang perselingkuhannya. Selama ini mama sudah dibodohi oleh Felicia. Cucu yang sangat Mama harapkan darinya adalah anak orang lain. Justru cucu yang Mama abaikan adalah darah dagingku Ma.”
“Baa-bagaimana bisa kau menyembunyikan ini dari Mama??” tanya ibu Dave dengan suara bergetar.
Ibu Dave tidak menyangka kalau Felicia bisa berbuat seperti itu. Ibi Dave terus memegang dadanya yang sakit. Napasnya mulai pendek dan tidak beraturan.
“Bukankah aku sudah beberapa kali mengatakan pada Mama, kalau janin yang ada di perut Felicia bukanlah anakku. Mama bahkan tidak pernah mau percaya ucapanku.”
Ibu Dave tampak meringis menahan sakit di dadanya. “Seharusnya kau ungkap dari awal tentang persingkuhannya pada Mama Dave. Mama pikir kau mengatakan itu hanya untuk mencari alasan untuk menceraikannya.” Ibu Dave masih saja belum bisa menerima kenyataan yang sebenarnya.
“Aku harus mengumpulkan bukti terlebih dulu. Mama tidak akan percaya padaku sebelum melihat bukti nyatanya. Kekasih Felicia bahkan yang sudah mencelakaiku Ma. Dia yang sudah menyuruh orang untuk membunuhku.”
Dave langsung menghampiri ibunya dengan wajah panik. “Ma, banguuun Ma..”
Melihat ibu mertuanya pingsan, Jeslyn langsung menekan tombol darurat. Tidak kama kemudian datanglah perawat.
Dave menyuruh perawat untuk memindahkan ibunya ke kamar sebelah agar bisa segera ditangani oleh dokter. Dave mendekati Jeslyn ketika ibunya sudah dipindahkan ke kamar sebelah.
“Sayaang, aku akan melihat Mama sebentar. Kau makanlah dulu. Jangan memikirkan apapun. Aku pergi dulu.” Dave mengecup kening istrinya lalu pergi ke ruangan sebelah.
*****
Dave menatap ibunya yang sedang terbaring sambil di periksa oleh dokter dengan perasaan khawatir. Ibu Dave sangat terkejut kenyataan yang baru saja dia baru saja dia dengar.
__ADS_1
Alasan kenapa selama ini Dave tidak mengungkapkan kebenarannya adalah karena ibunya memiliki penyakit jantung. Dave tidak ingin membuat penyakit jantung ibunya kambuh jika dia mengetahui yang sebenarnya.
Itulah sebabnya Dave meminta Felicia untuk pergi diam-diam dari hidupnya. Awalnya Dave berpikir akan memberitahukannya pada ibunya dengan hati-hati, tapi melihat bagaimana ibunya membela Felicia dan justru bersikap kasar pada Jeslyn sehingga membuatnya terpaksa mengungkapkan kebenaran yang ada.
“Bagaimana keadaan ibuku?” Dave mendekati dokter yang baru saja selesai memerikasa keadaan ibunya.
“Untung saja Nyonya baik-baik saja. Saya harap untuk sementara Nyonya tidak stress dan tidak mendengar sesuatu yang bisa memicu penyakit jantungnya,” ucap dokter Danu.
Dave mengangguk. “Terima kasih Dok.”
Dave duduk di kursi setelah kepergian dokter Danu. “Ma, tidak bisakah kau menerima Jeslyn sebagai menantumu? Kenapa kau begitu membencinya Ma. Padahal kau tahu kalau aku sangat mencintainya. Aku bahkan tidak bisa hidup tanpanya Ma. Tolong jangan paksa aku untuk menjauhimu karena sikap kasarmu terhadapnya,” ucap Dave dengan suara pelan.
Dia tahu kalau ibunya tidak akan mendengar ucapannya. Dave hanya ingin menyampaikan apa yang ada di pikirannya saat ini.
“Jika Mama terus menyakiti Jeslyn. Aku tidak punya pilihan lain selain pergi menjauh dari Mama. Aku akan membawanya pergi jauh bersamaku. Aku tidak akan membiarkan ada yang menyakitinya lagi,” lanjut Dave lagi sambil menunduk.
Saat melihat ibunya bersikap kasar pada Jeslyn tadi, membuatnya berpikir bahwa sampai kapapun ibunya tidak akan pernah menyukai Jeslyn. Apapun yang dilakukan olehnya, akan selalu salah dimata ibunya karena dari awal ibunya sudah menanamkan pikiran buruk terhadap Jeslyn dalam pikiran dan hatinya..
“Hidupku akan hancur Ma, jika sampai Jeslyn meninggalkanku. Dia sangat ingin bercerai denganku. Aku tidak tahu sampai kapan aku bisa menahannya. Aku tidak bisa berpikir jernih sekarang. Aku sudah kehilangan anakku, aku tidak mau sampai kehilangan Jeslyn juga, Ma.”
Dave menggenggam tangan ibunya yang terasa dingin. "Jika Mama tidak menyukai istriku, tidak bisakah Mama mengabaikannya saja. Jangan menyakitinya terus. Aku tidak bisa bersikap keras pada Mama, tetapi aku juga tidak bisa diam saja melihat perlakuan kasar Mama terhadap Jeslyn. Dia adalah hidupku, Ma. Aku tidak bisa mencintai wanita lain selain dia," ucap Dave dengan wajah sedih.
"Saat ini yang Jeslyn punya hanya aku, Ma. Apa Mama tidak sedikitpun merasa iba dengannya? Mama selalu memperlakukannya dengan buruk. Jeslyn bahkan tidak pernah sekalipun berkata kasar pada Mama, walaupun Mama sudah menyakitinya berkali-kali. Sebenarnya kesalahan apa yang sudah diperbuat Jeslyn sehingga Mama sangat membencinya? Tidak bisakah Mama melunakkan hati Mama sedikit saja. Jika nanti Jeslyn benar-benar meninggalkanku. Hal yang sama juga akan aku lakukan. Aku akan pergi meninggalkan Mama. Aku tidak akan pernah kembali lagi, Ma." Dave melepaskan genggaman tangannya.
Setelah memastikan keadaan ibunya baik baik saja. Dave kembali lagi ke ruangan Jeslyn karena malam semakin larut. Dia berniat untuk menemuimu ibunya lagi besok. Dave tidak mau membebani pikiran ibunya saat ini dengan hal lain.
Setelah kepergian Dave, ibunya perlahan membuka matanya. Buliran bening terlihat mengalir dari sudut matanya. Yaa.. Ibu Dave mendengar semua ucapan anaknya tadi. Dia sengaja tidak membuka matanya karena terlalu malu untuk berbicara dengan anaknya.
__ADS_1
Bersambung...