
"Mama tidak perlu melakukan ini semua, Ma. Ada bi Lilis yang akan mengerjakannya," ucap Jeslyn ketika melihat ibu mertuanya menata meja yang sudah dipenuhi dengan berbagai macam makanan.
Selain Maya, Dave juga memperkerjakan asisten rumah tangga untuk mengurus apartemennya bernama bi Lilis. Dia hanya bekerja setengah hari setelah memasak, membersihkan dan merapikan apartemennya, bi Lilis akan pulang. Sementara Maya hanya bertugas untuk menjaga Jeslyn dan memanaskan makanan yang sudah dimasak oleh bi Llilis jika Jeslyn ingin makan.
Ibu Dave tersenyum sambil terus menata meja makan. "Tidak apa-apa. Mama senang melakukannya, lagi pula mama tidak punya pekerjaan. Mama kesepian di rumah karena papa selalu pergi dengan bertemu dengan teman-teman lamanya."
Ibu Dave terlihat mengambil piring lalu mengisi dengan nasi dan beberapa lauk dan sayuran ke dalam piring itu, lalu menyerahkan kepada Jeslyn.
"Makanlah yang banyak. Tubuhmu masih sangat kurus. Orang akan mengira kau tidak bahagia dengan pernikahanmu," ucap Ibu Dave, "walaupun kenyataannya dulu kau tidak pernah bahagia, tetapi perlahan mama akan berusaha untuk membuat hidupmu bahagia."
Seketika wajahnya berubah menjadi mendung ketika teringat dengan perlakuannya dulu pada menantunya.
"Ma, Bukankah sudah aku bilang jangan pernah membahas masalalu lagi," kata Jeslyn lembut. Dia sebenarnya hanya tidak ingin mengingat masalalunya yang menyedihkan. Dia ingin menatap masa depan dengan perasaan bahagia.
"Maafkan mama Jes, karena sudah mengingatkanmu pada kenangan buruk di masa lalu." Terlihat sekali penyeselan di wajah ibu mertuanya.
"Ma, aku bukannya menyalahkan Mama. Aku hanya tidak ingin mengingat masalah yang dulu."
Ibu Dave berusah untuk tersenyum. "Baiklah, lebih baik kita makan."
"Mayaa... Mari kita makan," teriak Jeslyn.
Maya yang sedang berada di dapur untuk membuatkan minuman dingin, berjalan dengan langkah cepat ke ruangan makan sambil membawa nampan yang berisi 3 gelas minuman dingin. Setelah mereka semua berkumpul di meja makan, tanpa menunggu lama, mereka mulai melahap makanan yang tersedia di piring mereka masing-masing.
Sudah hampir seminggu lebih, ibu Dave terus datang ke apartemen Jeslyn. Tentu saja tanpa sepengatahuan Dave. Jeslyn meminta pada Maya untuk tidak melaporkan pada Dave tentang kedatangan ibu mertuanya. Dia tidak mau kalau Dave berdebat lagi kepada ibunya, sehingga membuat hubungan mereka jadi merenggang.
Sekarang Jeslyn sudah mulai mau menerima ibu mertuanya. Ibu Dave pantang menyerah, dia bertekad untuk mengambil hati menantunya dengan mengunjunginya setiap hari dan melakukan beberapa hal bersama. Mereka juga sesekali terlihat mengobrol.
Awal-awal kedatangannya, Jeslyn lebih banyak diam, walaupun begitu ibu Dave terus saja mengajaknya berbicara. Setiap hari membawa makanan ke apartemen Jeslyn, lalu makan bersamanya. Terkadang sore hari dia mengajak Jeslyn untuk ke taman yang berada di dalam lingkungan apartemen, menikmati matahari terbenam dan menghirup udara segar.
Lama-kelamaan hati Jeslyn luluh dengan perlakuan ibu mertuanya. Dia sudah bisa menerima keberadaan ibu mertuanya. Mereka terlihat sudah mulai akrab walaupun terkadang Jeslyn masih merasa tidak enak hati karena sikap Ibu Dave yang berubah begitu baik padanya.
Seperti biasa, hari ini ibu mertuanya datang dengan membawa banyak makanan untuk Jeslyn dan Maya. Selama ini Dave tidak tahu perkembangan hubungan antara Jeslyn dan ibunya yang sudah membaik. Dave tidak pernah curiga karena setiap Dave menelpon dan melakukan panggilan vidio. Jeslyn selalu di kamar.
"Jes, bagaimana kabar Alea?" tanya Ibu Dave ketika mereka baru saja menyelesaikan acara makan siang mereka.
__ADS_1
Ibu Dave sudah mengetahui mengenai kepulangan Stella. Ibu Dave bahkan juga sudah tahu mengenai permasalah hidup Stella dari Stella langsung. Dulu, saat menjadi kekasih Dave, Stella memang sangat dekat dengan ibu Dave.
Ibu Dave juga merestui hubungan Stella dan Dave, dia berharap Stella yang akan menjadi menantunya. Tetapi ketika dia tahu kalau Stella tiba-tiba menghilang, ibu Dave akhirnya beralih kepada Felicia, karena Dave dan Felicia memang dekat dari mereka SMA.
"Kabarnya baik, Ma. Stella bilang ingin menitipkan Alea di sini sementara waktu."
Kemarin malam saat Alea melakukan panggilan Vidio, Stella langsung menyampaikan maksudnya. Dia berencana untuk keluar kota untuk mengurus bisnisnya yang mengalami sedikit kendala. Dia tidak bisa membawa serta Alea karena dia harus bersekolah.
"Benarkah?" tanya ibu Dave dengan wajah senang, "memangnya Stella mah ke mana?"
"Iyaa Ma. Dia akan ke Bandung selama 3 hari."
Hubungan Alea dan Jeslyn semakin dekat karena seringnya mereka bertemu. Begitu pula hubungan Jeslyn dengan Stella. Saat ini mereka sangat dekat layaknya sahabat. Hubungan yang awalnya dibumbui kesalahpahaman, berubah layaknya keluarga. Jeslyn juga tidak keberatan dengan panggilan yang disematkan oleh Alea pada suaminya.
Dia justru merasa iba karena Alea tidak pernah merasakan kasih sayang dari seorang ayah. Saat Stella berencana untuk memberitahukan kebenaran pada Alea, Jeslyn langsung memberikan sarannya untuk menundanya karena semuanya sudah terlanjur. Mengingat usia Alea yang masih sangat kecil.
Dia hanya takut Alea akan kecewa dan mengalami trauma. Jeslyn mengusulkan untuk memberitahukan pada Alea ketika umurnya sudah mencukupi dan sanggup untuk menerima kenyataan pahit yang selama ini ditutupi oleh ibunya.
Sementara Akta Lahir Alea, sudah dirubah oleh Dave atas saran Stella dan tentu saja sudah disetujui oleh Dave. Keluarga Daniel juga belum menemukan tempat tinggal Stella. Saat ini Stella tinggal di dekat rumah baru Jeslyn dan Dave. Mereka. Dave sengaja mencarikan rumah yang tidak jauh dari rumahnya supaya tetap bisa mengawasi Stella dan Alea.
"Jes, bisakah kalian malam ini menginap di rumah mama," pinta Ibu Dave penuh harap.
"Aku harus ijin Dave dulu, Ma. Aku tidak bisa pergi begitu saja tanpa bilang apa-apa dengan, Dave. Aku takut Dave akan marah nantinya, apalagi kalau sampai membawa Alea," jawab Jeslyn wajah tidak enak.
Keadaan Jeslyn sudah hampir pulih. Dia sudah bisa berjalan dengan normal walaupun masih belum bisa berjalan dengan cepat. Dave bahakn belum mengijinkan Jeslyn untuk bekerja seminggu ke depan.
"Begini saja, mama akan memberitahu Dave kalau mama membawamu ke rumah mama," usul ibu Dave dengan wajah penuh harap.
Ibu Dave memang sudah lama ingin mengajak Jeslyn untuk menginap di rumahnya tetapi dia urungkan karena kaki Jeslyn belum pulih sepenuhnya. Ditambah sudah 3 hari tidak bertemu dengan Alea. Biasanya saat dia mengunjuingi Jeslyn, ibu Dave akan bertemu dengan Alea karena Stella biasaya akan mengunjungi Jeslyn setelah menjemput Alea sekolah.
"Tapi, Aku takut Dave akan marah pada Mama nanti. Dia pasti terkejut kalau mengetahui aku ada di rumah Mama karena selama ini dia tidak tahu kalau mama selalu ke sini."
Jeslyn sebenarnya hanya takut Dave salah paham pada ibunya sendiri. Jeslyn juga belum berani bercerita kepada Dave mengenai ibunya. Jeslyn juga meminta Stella untuk merahasiakn dari Dave.
"Mama akan langsung menelpon Dave nanti sore. Mama hanya ingin berkumpul dengan kalian semua. Mama kesepian Jes," ucap ibu Dave dengan kepala menunduk dan suara bergetar.
__ADS_1
Menyadari wajah sedih ibu mertuanya, Jeslyn lalu berkata, "Baiklah Ma. Aku akan menginap di rumah Mama."
Jeslyn hanya tidak tega menolak permintaan ibu mertuanya, apalagi selama ini dia turut membantu Jeslyn selama pemulihan termasuk menemaninya ke rumah sakit untuk melakukan terapi pada kakinya, disaat Dave tidak bisa menemaninya karena ada urusan pekerjaan yang tidak bisa dia tinggalkan.
"Benarkah kau mau menginap di rumah mama?" tanya Ibu Dave bersemangat. Dia merasa sangat senang karena akhirnya dia akan berkumpul dengan keluarganya. Dave memang sudah lama seklai tidak mengunjungi ibunya.
Jeslyn mengangguk pelan. "Iya Ma."
"Terima kasih, Jes."
****
Jeslyn mulai mengemas bajunya dan perlengkapan yang akan dia bawa ke rumah ibu mertuanya. Dia sengaja tidak membawa pakaian untuk Dave karena di rumah orang tua Dave masih ada banyak baju suaminya yang sengaja ditinggalkan. Setelah Stella mengantar Alea ke apartemennya setengan jam lalu, Jeslyn langsung mulai berkemas dibantu oleh Maya.
Jeslyn juga sudah mengatakan niatannya untuk menginap di rumah mertuanya. Bagaimana pun dia harus meminta ijin pada Stella terlebih dahulu karena dia akan membawa Alea turut bersamanya. Tentu saja Stella tidak keberatan sama sekali. Dengan senang hati dia menginjinkan mereka membawa Alea.
"Alea, apakah Alea mau menginap di rumah oma malam ini?" tanya Ibu Dave sambil menunduk memandang Alea yang sedang duduk di sampingnya. Mereka sedang berada di ruangan tengah menunggu Jeslyn selesai berkemas.
Alea yang tadi sedang fokus menatap layar televisi yang ada di depannya, seketika mengangkat kepalanya menatap ibu Dave. "Apakah Mama dan Daddy juga ikut?" tanya Alea dengan wajah polosnya.
Ibu Dave mengangguk. "Tentu saja Daddy akan menyusul setelah selesai bekerja," jawab Ibu Dave.
Stella sudah menjelaskan pada anaknya, kalau dirinya akan keluar kota sehingga untuk sementara dia akan tinggal bersama dengan Jeslyn dan Dave.
"Kalau begitu, Alea mau menginap di rumah Oma," jawab Alea dengan wajah girang. Kini, Alea memang sudah dekat dengan Jeslyn dan Dave. Walaupun Alea cendrung terus menempel pada Dave. Alasannya tidak lain karena kurangnya kasih sayang seorang ayah.
Awalnya Alea terus bertanya kenapa Dave tidak tingga bersama dengan mereka. Dia terus mencecar Stella dengan pertanyaan yang membuat Stella sedikit bingung bagaimana cara menjelaskannya pada Alea agar dia mengerti.
Perlahan Stella mulai menjelaskan dengan bahasa yang mudah mengerti oleh anaknya tanpa membeberkan fakta yang ada. Entah Alea mengerti atau tidak dengan penjelasannya, tetapi Alea sudah tidak pernah bertanya lagi pada ibunya mengenai hubungan rumit orang tuanya.
Sesampianya di mansion orang tua Dave. Mereka langsung menuju ruang keluarga. Papa Dave yang tidak mengetahui apapun dibuat terkejut dengan kedatangan mendadak menantunya dan seorang anak kecil.
"Jeslyn," ujat Ayah Dave dengan wajah terkejut. Dia berjalan mendekati menantunya yang sedang duduk bersama dengan seorang anak di pangkuannya.
Bersambung...
__ADS_1
Bantu berikan dukungan untuk author dengan cara Komen, Vote, Favorite dan Like setiap bab ya. Kasih hadiah juga boleh..Dukungan kalian sangat berarti bagi Author.
Terima Kasih..