Berbagi Cinta : Cinta Sesungguhnya

Berbagi Cinta : Cinta Sesungguhnya
Kunjungan Ibu Dave dan Felicia


__ADS_3

“Buka pintunya,” teriak ibu Dave dari luar, saat Maya menutup kembali setelah melihat yang datang bukanlah dokter Sarah.


Maya tidak menghiraukan teriakan ibu Dave. Dia mengingat pesan Dave untuk tidak membiarkan siapapun masuk ketika dirinya sedang tidak ada.


“Apa kau tidak tahu siapa aku? Aku akan memecatmu langsung kalau kau tidak membukanya sekarang,” teriak Westi lagi ketika perkataannya tidak digubris oleh Maya.


Maya berdiri dengan gusar, ucapan Westi sukses membuatnya gelisah. Dia langsung meremas erat tangannya. Dia takut kalau Westi akan benar-benar melakukan sesuai perkataannya.


“Apa kau tidak dengar! Cepat buka pintunya.” Kali ini suara Felicia yang terdengar dari luar. Maya mulai cemas.


Dia berniat menghubungi Adnam, tetapi terhenti ketika mendengar suara dokter Sarah yang sedang menegur ibu Dave karena membuat keributan di depan kamar Jeslyn. Terdengar sayup-sayup Dokter Sarah meminta untuk mereka meninggalkan ruangan Jeslyn.


Jelsyn tampak masih tertidur. Dia belum menyadari kalau di depan ruangannya terjadi keributan yang dipicu oleh ibu mertua dan madunya.


“Maya buka,” pinta Dokter Sarah. Maya berjalan menuju pintu ketika tidak mendengar lagi keributan yang ada di depan ruangan Jeslyn.


Dokter Sarah berjalan masuk ke dalam ketika pintu sudah dibuka. “Apa Dokter Jeslyn masih tidur?” tanya Dokter Sarah ketika melihat Jeslyn berbaring membelakanginya.


“Iyaa Dok.” Maya terlihat masih syok karena kedatangan ibu dan istri dari pemiliki rumah sakit tersebut.


Dokter Sarah mendekati ranjang Jeslyn. “Jes, bangun” Dokter Sarah memegang bahu Jeslyn.


Mata Jelsyn mulai bergerak. Perlahan dia membuka matanya. “Apa kau merasa pusing?” Dokter Sarah langsung bertanya pada Jelsyn saat dia sudah sepenuhnya sadar.


“Tidak. Aku hanya merasa sedikit mual.” Jeslyn mulai bangun dari tidur.


“Jam berapa kau terakhir makan?”


Jeslyn tampak mentap langit-langit. “Aku tidak ingat karena aku langsung tidur tidak lama setelah aku makan tadi.”


“Berbaringlah. Aku kan memeriksamu lagi.” Dokter Sarah mulai memeriksa Jeslyn. Dia meletakkan Stetoskopnya di saku jasnya setelah selesai memeriksa Jelsyn.


“Kau harus makan setidaknya 2 jam sekali, sedikit tapi sering. Perutmu tidak boleh kosong terlalu lama.”


Jelsyn mengangguk. “Iya Sarah,” jawab Jeslyn singkat.

__ADS_1


“Makanlah dulu untuk mengisi perutmu.” Dokter Sarah memberikan roti pada Jelsyn.


“Apa kau sudah mengatakan pada Dion apa yang aku katakan padamu?” tanya Jeslyn sambil memasukkan roti itu ke dalam mulutnya.


Sarah mengedarkan padangannya. “Dave tidak ada. Dia sedang ada di kantor,” ucap Jeslyn seolah tahu apa yang ada di pikiran Sarah.


Sarah menghela napas. Dia kemudian duduk di samping Jeslyn. “Dia terus menanyakanmu. Lebih baik kau balas pesannya agar dia tidak khawatir denganmu.”


“Baiklah, aku akan menelponnya nanti. Jangan membahas Dion ketika ada Dave. Dia sangat cemburu dengan Dion.”


Melihat reaksi Dave saat mendengar nama Dion tadi, membuat Jeslyn lebih berhati-hati, jika ingin membahas sesuatu yang berkaitan dengan Dion.


“Aku kira kau memiliki hubungan khusus dengan Dion. Ternyata kau istri dari pemilik rumah sakit ini.”


Dulu Sarah sempat curiga dengan hubungan Dion dan Jeslyn. Sarah masih tidak percaya dengan kenyataan yang menyatakan bahwa Jeslyn adalah istri dari seorang Dave. Laki-laki yang terkenal sulit untuk ditaklukkan oleh wanita di luar sana, ternyata adalah suami dari sahabatnya.


Dave lebih dikenal sebagai seoarang pengusaha sukses sekaligus pewaris tunggal Tjendra group. Tidak banyak yang tahu kalau dia pemilik rumah sakit terbesar di kotanya.


Jelsyn tersenyum saat melihat wajah Dokter Sarah. “Kenapa kau berpikir kalau aku memiliki hubungan khusus dengan Dion?”


Jelsyn sebenarnya juga tahu gosip tentangnya dengan Dion, tetapi dia memilih untuk tidak menggubrisnya karena dia merasa kalau hubungan mereka tidak seperti yang digosipkan oleh orang-orang.


“Dion adalah sahabatku dari aku remaja. Dia sudah seperti keluargaku sebab itulah kami sangat dekat," jelas Jeslyn.


“Aku rasa wajar saja kalau suamimu cemburu dengan Dion, mengingat bagaimana kedekatan kalian. Aku saja kalau menjadi suami, aku pasti sudah memecat Dion.”


Jelsyn berhenti mengunyah lalu menatap Sarah dengan tatapan curiga. “Semenjak kapan kau berada di pihak Dave?”


“Aku bukannya berada dipihaknya, tetapi aku pernah merasakan perasaan yang Dave rasakan saat ini. Bedanya kalau Dave menikah dan aku hanya sekedar berpacaran.”


Sarah sebenarnya tidak menyangka kalau Dave memiliki sisi yang lembut, apalagi Dave sangat perhatian terhadap Jeslyn.


“Lebih baik kau istrirahat. Aku harus mengunjungi pasien lain.” Dokter Sarah kemudian berjalan keluar dari ruangan Jeslyn.


“Minggir.” Ibu Dave langsung menerobos masuk bersama Felicia, ketika Dokter Sarah membuka pintunya.

__ADS_1


“Maaf Nyonya, Anda tidak diperkenankan membuat keributan di sini.” Dokter Sarah menghadang langkah mereka berdua.


Ibu Dave menatap marah pada Sarah. “Apa kau mau ikut tendang keluar dari rumah sakit ini?” ancam Westi dengan nada tinggi.


Maya langsung menghubungi Adnan ketika ibu Dave dan Felicia menorobos masuk ke dalam ruangan Jeslyn.


“Sarah, biarkan saja mereka masuk. Kau boleh pergi”


Jeslyn akhirnya angkat bicara. Dia berpikir tidak ada gunanya menahan ibu mertuanya. Itu akan semakin membuat ibu mertuanya tidak menyukai dirinya.


“Tapi....“


“Aku tidak apa-apa, ada Maya di sini,” lanjut Jeslyn lagi saat melihat wajah ragu Dokter Sarah.


“Baiklah. Aku pergi dulu.” Dokter Sarah berjalan keluar ruangan dengan perasaan ragu.


“Apa kau sedang berpura-pura sakit untuk menarik perhatian Dave?” tanya ibu Dave ketika pintu ruangan sudah ditutup.


Ibu Dave langsung menuju rumah sakit saat mengetahui kalau Jeslyn sedang di rawat. “Ma, aku sedang tidak berpura-pura. Aku memang sedang sakit,” jawab Jeslyn lemah.


Felicia menatap penuh benci pada Jeslyn. “Aku tahu kau sengaja melakukan ini karena takut Dave akan meninggalkanmu, kan?”


Felicia sangat kesal saat mengetahui kalau Dave berada di rumah sakit pagi ini mengantarkan Jeslyn.


Ibu Dave memang sengaja menaruh mata-mata di rumah sakit untuk mengawasi Jeslyn. Pagi ini dia mendapatkan info kalau Dave mendatangi rumah sakit bersama dengan Jeslyn.


“Terserah kau saja Fel mau berpikir seperti apa, yang pasti aku tidak sedang berpura-pura.”


“Jeslyn, mama peringatkan padamu. Jangan pernah berpikir untuk membuat Dave melupakan tanggung jawabnya terhadap Felicia,” ucap ibu Dave dengan wajah tidak suka.


“Aku masih heran denganmu untuk apalagi kau bertahan dengan anakku. Kau itu tidak berguna. Apa kau tidak malu bersanding dengan anakku yang begitu sempurna, sementara kau memiliki kelemahan yang tidak bisa diperbaiki. Lebih baik kau bercerai dengan anakku.”


Ibu Dave mulai merasa muak dengan Jeslyn yang terus menempel pada anaknya sehingga membuat Dave mengabaikan Felicia.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2