Berbagi Cinta : Cinta Sesungguhnya

Berbagi Cinta : Cinta Sesungguhnya
Permintaan Ayah Dave


__ADS_3

“Aku hampir saja mati jika tidak ditolong tepat waktu. Apa Mama sungguh ingin melihatku terbujur kaku, baru Mama akan percaya dengan semua yang aku katakan.”


“Bukan seperti itu maksud Mama Dave. Mama tahu tindakan mereka tidak bisa dimaafkan karena sudah mencoba untuk membunuhmu. Mama tidak keberatan jika kau memenjarakan mereka. Mama hanya kecewa terhadap Felicia. Kenapa dia bisa sampai melakukan hal itu,” ucap Ibu Dave dengan suara bergetar.


“Mama sudah melihat sendiri, Felicia bahkan berani mencelakai Jeslyn. Mama seharusnya marah pada Felica karena sudah membuat penerusku tidak sempat dilahirkan.”


“Mama hanya perlu waktu untuk memahami semua ini Dave. Mama tidak pernah berpikir kalau anak dalam kandungan Felicia bukan anakmu. Mama sudah sangat berharap dengan anak itu, apalagi Jeslyn tidak hamil juga setelah satu tahun lebih menikah denganmu. Mama sudah menunggu cukup lama kehadiran cucu dalam keluarga kita.”


“Alasan kenapa setelah satu tahun menikah, Jeslyn belum hamil juga adalah karena aku tidak pernah menyentuhnya Ma.” Bola mata ibu Dave tampak membesar. Dia sedikit terkejut dengan perkataan anaknya.


“Awalnya aku memang keberatan menikah dengan Jeslyn, karena aku tidak mencintainya. Mama juga tahu bukan, kalau awalnya aku menetang kerasa pernikahan itu. Dulu aku berniat menikah dengan wanita lain tetapi papa justru memaksaku menikah dengan Jeslyn. Aku sempat marah dengan papa. Aku terpaksa menyetujuinya karena ancaman dari papa. Aku membuat perjanjian dengan Jeslyn yang berisi, kalau kami akan bercerai setelah 3 tahun pernikahan kami. Itulah sebabnya aku tidak mau ada anak dalam pernikahan kami. Aku tidak mau segalanya menjadi rumit jika aku berpisah dengannya nanti, lagi pula dulu aku tidak mencintainya,” terang Dave.


”hingga tiba saat mama memintaku menikah dengan Felicia dengan alasan Jeslyn tidak bisa memberikan aku keturunan. Mama selalu menyebutnya mandul. Itu tidak benar Ma. Jeslyn sama sekali tidak mandul. Aku yang tidak pernah menyentuhnya, itulah sebabnya dia belum hamil juga setelah satu tahun pernikahan kami.” Terlihat jelas di wajah ibu Dave kalau dia terkejut.


“Saat ini aku sudah sangat mencintainya Ma. Aku ingin menebus semua kesalahanku di masa lalu karena sudah mengaibakan dan menyakiti perasaannya dengan sikap acuhku. Dia sudah sangat menderita selama ini Ma,” ucap Dave dengan wajah penuh penyesalan.


“Tidak bisakah mama membuka hati mama untuknya? Karena kejadiaan ini, dia ingin berpisah denganku. Aku tidak bisa kehilangan dirinya Ma. Aku tidak tahu bagaimana hidupku ke depannya, jika dia pergi meninggalkan aku. Aku tidak akan mai menikah dengan wanita lain lagi, jika sampai aku berpisah dengannya. Mama tidak akan pernah bisa mempunyai cucu dariku kalau sampai itu terjadi. Anggap saja itu sebagai hukuman untuk Mama karena sudah mengabaikan cucu mama sendiri. Secara tidak langsung Mama sudah membunuh cucu Mama sendiri karena mama selama ini selalu membela dan membenarkan sikap kasar Felicia terhadap Jeslyn.”


Mata ibu Dave tampak berkaca-kaca. Dia ingin mengeluarkan suaranya tertahan ditenggorokannya. “Asal Mama tahu, anak itu sudah menyelamatkan pernikahanku yang sempat diujung tanduk Ma. Kini, setelah aku kehilangannya, tidak ada lagi yang bisa aku gunakan untuk menahan Jeslyn di sisiku. Jeslyn sangat marah dan kecewa Ma. Mungkin dia tidak akan pernah memaafkanku karena aku tidak bisa menjaga mereka.” Wajah Dave tampak sangat tertekan saat ini.

__ADS_1


Air mata ibu Dave sudah mengalir di pipinya. “Jika Mama tidak ingin kehilanganku juga, minta maaflah pada Jeslyn. Aku akan memberikan Mama satu kesempatan untuk memperbaiki semuanya. Tetapi, jika dia tidak mau memaafkan Mama, maka akupun begitu. Aku tidak akan pernah menemui Mama lagi, jika sikap Mama belum berubah. Aku dan papa sangat kecewa dengan sikap mama selama ini.” Dave tampak menghempuskan napas panjangnya.


“Mama istirahatlah. Aku akan pergi menemui Jeslyn. Jangan pernah menemuinya jika Mama belum bisa menerimanya. Aku tidak akan pernah memaafkan Mama jika Mama menyakitinya lagi.”


Dave meninggalkan ibunya yang tampak masih masih diam, dengan air mata yang keluar dari pelupuk matanya.


****


Ayah Dave menatap wajah Jeslyn yang tampak masih pucat. Matanya sembab dan memerah. Guratan kesedihan tepampang jelas di wajahnya.


“Jeslyn..Papa tahu, kalau sikap ibu Dave sudah sangat keterlaluan padamu. Papa tidak memintamu untuk bisa memaafkannya. Itu adalah hakmu jika tidak ingin memaafkannya. Hanya satu permintaan Papa, tolong kau pertimbangankan lagi mengenai perceraianmu dengan Dave,” ucap ayah Dave dengan nada pelan.


“Apa Dave yang meminta Papa untuk berbicara padaku?” tanya Jeslyn sambil menoleh pada ayah mertuanya.


“Bukan.. Dave tidak pernah meminta pada papa. Ini adalah murni kemauan papa. Papa bukannya ingin ikut campur masalah rumah tangga kalian, tapi papa tidak bisa melihat rumah tangga kalian hancur karena ulah ibunya Dave dan Felicia,” lanjut ayah Dave lagi. Dia merasa tidak rela jika rumah tangga anaknya berakhir begitu saja.


“Di keluarga Tjendra, dari dulu hanya papa yang bersikap baik padaku. Mama tidak pernah mengharapkan menantu sepertiku Pa. Mama tidak pernah sekalipun bersikap baik padaku. Mama sangat membenciku, Pa.”


“Iyaa, papa tahu Jes..Papa hanya berharap kau memikirkan kembali keputusan yang akan kau ambil nanti.” Ayah Dave tidak bisa lagi memaksakan kehendaknya pada Jeslyn karena sikap istrinyalah yang menjadi akar dari permasalahan rumah tangga Jeslyn dan Dave.

__ADS_1


Jeslyn sebenarnya tidak tega melihat ayah mertuanya sampai memohon padanya. Hanya saja banyak pertimbangan hingga dia memutuskan untuk bercerai dengan Dave. “Baik Pa. Aku akan mempertimbangkannya.”


“Terima kasih Jes.”


“Papa tidak perlu berterima kasih padaku.”


Ayah Dave menganggu-angguk. “Kapan kau akan keluar dari rumah sakit?” tanya ayah Dave.


“Besok Pa.”


“Apa kau akan pulang ke rumah kalian?” Bukan tanpa alasan kenapa ayah Dave menayakan hal itu. Melihat Jeslyn ingin bercerai dengan anaknya, dia berpikir kalau Jeslyn tidak akan mau pulang ke rumah itu lagi.


“Aku tidak tahu Pa.” Jeslyn sebenarnya masih bingung, apakah dia harus pulang ke sana atau ke apartemennya. Mengingat kenagan buruk yang terjadi terakhir kali membuatnya trauma. Apalagi dia juga sudah mau mengajukan gugatan cerai pada Dave.


“Kalau kau merasa tidak nyaman pulang ke rumah itu. Kau bisa tinggal di apartemen Dave sementara waktu. Papa tahu kau pasti berat untukmu untuk kembali lagi ke rumah itu. Bagaimanapun Dave masih berstatus suamimu. Kau harus tinggal bersamanya sampai permasalahan kalian selesai.”


“Iyaa Pa, aku mengerti. Aku akan segera menyelesaikan permaslahanku dengan Dave.”


"Kalau begitu papa pergi dulu. Besok papa ke sini lagi sebelum kau pulang. Jaga kesehatanmu, jangan sampai kau sakit karena masalah ini," ucap ayah Dave sambil memegang bahu Jeslyn.

__ADS_1


"Iya Pa, terima kasih."


Bersambung...


__ADS_2