Berbagi Cinta : Cinta Sesungguhnya

Berbagi Cinta : Cinta Sesungguhnya
Sahabat Dave


__ADS_3

Pria itu mendekati Dave dan memeluknya sebentar. "Lama tidak bertemu Dave," ucap pria itu sambil menepuk pundak Dave.


"Kau belum menjawab pertanyaanku," ucap Dave sambil duduk kembali di kursinya.


"Aku memajukan keberangkatanku. Aku sangat terkejut mendengar berita pernikahan keduamu."


Dave memang tidak pernah menceritakan pernikahan pertamanya, jadi sahabatnya hanya tahu, kalau Dave menikah dengan Felicia.


"Aku kira kau tidak akan datang Glen," ucap Dave sambil menggerakkan kursinya ke kanan dan kiri.


Glen adalah sahabat Dave dari kecil. Dulu mereka sangat dekat. Mereka dekat karena orang tua mereka bersahabat juga. Mereka tidak pernah satu sekolah, tetapi mereka satu kampus, saat kuliah di luar negeri. Mereka kemudian terpisah ketika Dave memutuskan untuk pulang ke Indonesia setelah menyelesaikan kuliahnya di London.


"Tentu saja aku harus datang. Saat kau menikah dengan Felicia, aku tidak bisa hadir karena perusahaanku sedang terkena masalah."


Setelah lulus kuliah, Glen tidak kembali lagi ke Indonesia karena dia memutuskan untuk membangun perusahaan sendiri di luar negeri tepatnya di Paris.


"Tidak masalah. Lagi pula pernikahanku dengan Felicia tidaklah penting."


Glen sudah tahu mengenai masalah Dave dan Felicia. Glen juga mengetahui kalau Dave terpaksa untuk menikah dengan Felicia. Dave sudah menceritakan pada Glean. Sedikit banyaknya Glen mengetahui cerita mengenai rumah tangga Dave dan Felicia. Sebenarnya Glen sudah tahu dari awal, kalau Dave tidak mencintai Felicia.


Glen juga tahu, kalau dave mencintai Stella. Dia cukup terkejut mendengar berita pernikahan Dave yang kedua kalinya, apalagi yang dia tahu, wanitanya bukanlah Stella. Glen tidak menyangka kalau Dave akan menikahi wanita lain, selain Stella. Glen sangat tahu, bagaimana Dave dulunya begitu mencintai Stella.


Awalnya Glen pikir kalau Dave menikah kembali karena dijodohkan kembali oleh ibunya, tapi saat Dave mengatakan kalau wanita yang dia akan nikahi adalah wanita yang sangat dia cintai. Glen dibuat penasaran oleh indentitas wanita yang akan Dave nikahi.


Glen bertambah penasaran karena Dave belum mau memberitahu siapa wanita yang akan dia nikahi, sehingga dia memaksakan diri untuk datang ke pernikahan Dave, walaupun dia harus meninggalkan beberapa pekerjaan pentingnya.


"Yaa, sebab itulah aku tidak terlalu antusias dengan pernikahanmu dengan Felicia, tapi...." Glen menggantungkan ucapannya.


Dia memasukkan tangannya ke dalam saku celannya, kemudian berjalan menuju dinding kaca sambil memandang ke arah luar, lalu memiringkan sedikit tubuhnya menoleh pada pada Dave sambil menyunggingkan sudut bibir dengan alis terangkat.

__ADS_1


"Aku sangat penarasan dengan wanita yang akan kau nikahi. Wanita seperti apa yang mampu meluluhkan hati seorang Dave dan bisa menempati posisi Stella yang selama ini tidak pernah ada bisa menggantikannya di hatimu."


"Tentu saja wanita ini adalah wanita yang sangat istimewa. Aku peringatkan padamu..! Jangan sampai kau jatuh cinta padanya, jika kau melihatnya nanti. Aku tidak ingin berebut wanita denganmu," ucap Dave sambil menoleh pada Glen.


Glen tertawa renyah. Dia sedikit menunduk sambil menggesekkan ujung hidungnya dengan jari tangan yang terkepal. "Tipe wanita kita berbeda Dave. Asalkan kau tahu, sudah ada wanita yag aku sukai."


Dave mencibir Glen. "Maksudmu wanita yang belum bisa akau temukan keberadaannya itu?" tanya Dave dengan nada mengejek. "Jangan bilang kau masih mencarinya sampai sekarang?" tebak Dave sambil menoleh sekilas pada sahabatnya.


Glen pernah meminta tolong pada Dave untuk mencari seseorang wanita yang tidak sengaja dia temui di luar negeri. Dulu wanita itu pernah menolongnya. Glen tidak tahu apapun mengenai wanita itu selain nama panggilannya. Glen hanya tahu kalau dia berasal dari Indonesia.


Saat Dave ingin mencari tahu keberadaan wanita yang diminta oleh sahabatnya, mendadak Glen membatalkan permintaannya. Dia bilang ingin mencarinya sendiri.


Glen melirik sekilas Dave dengan wajah santai. "Iyaa benar..Aku belum menemukannya sampai sekarang. Aku ke sini bukan hanya untuk menghadiri pernikahanmu, tapi aku ke sini sekaligus berniat untuk mencarinya."


Dave menggelengkan kepalanya. "Sebelum kau menjadi bujang lapuk. Lebih baik kau mencari wanita lain untuk kau nikahi. Bukankah banyak wanita yang mengejarmu? Untuk apa kau bersusah payah mencari wanita yang bahkan kau tidak tahu keberadaan dan asal-usulnya," ucap Dave dengan wajah mencemooh.


"Jangan mengguruiku. Bukankah kau juga begitu dulu, saat mencari keberadaan Stella? Kau bahkan menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk mencarinya," ucap Glen dengan wajah sinis.


"Sudaahlah.. Kau tidak akan mengerti bagaimana rasanya jatuh cinta pada pandangan pertama," balas Glen.


"Kau ini jadi laki-laki gampangan sekali. Begitu mudah jatuh cinta pada wanita yang baru saja kau kenal," ejek Dave.


"Kalau aku mudah sekali jatuh cinta, bagaimana bisa aku begitu sulit melupakan wanita itu? Aku bahkan melajang karena wanita itu."


"Sudahlah. Aku malas mendengar ocehanmu," ucap Dave sambil berbalik kembali duduk di mejanya sambil membereskan berkas yang ada di atas meja.


Glen berbalik menatap Dave. "Kau mau ke mana?" tanya Glen pada Dave.


"Tentu saja pulang," jawab Dave singkat. Dia mulai berjalan ke arah pintu.

__ADS_1


"Dave tunggu," panggil Glen sambil menyusul langkah Dave dan Zayn. "Kau tega sekali meninggalkan aku," ucap Glen sambil berjalan sejajar dengan Dave.


"Aku ada urusan penting. Lain kali kita bertemu lagi." Dave terus berjalan keluar.


"Di, aku pulang dulu, jika ada hal penting hubungi Zayn," ucap Dave ketika dia berada di depan meja Diana.


Diana mengangguk. "Baik pak. Hati-hati," ucap Diana sopan.


"Haii Di..Kau makin cantik saja. Apa kau sudah memiliki pacar?" tanya Glen dengan senyuman menggoda.


"Jangan sampai kau terkena rayuan mautnya Di. Di sudah memiliki banyak pacar di luar negeri," ucap Dave sambil berlalu meninggalkan Glen yang tampak kesal karena ucapan yang dia lontarkan.


"Di, sampai jumpa lagi nanti." Glen berjalan cepat menyusul Dave setelah mengedipkan mata dan melambaikan tangannya pada Diana.


Dave sengaja pulang cepat karena ingin menemani istrinya untuk berkeliling rumah baru mereka.


Sesampainya di mansion orang tuanya. Dave meminta Zayn untuk menunggu di ruang tamu. Sementara Dave mencari keberadaan istrinya di kamar.


"Kalian sedang apa?" Dave masuk ke dalam kamar sambil berjalan mendekati Jeslyn dan Alea yang sedang duduk di sofa.


"Menonton kartun Daddy," ucap Alea tnap mengalihkan pandangannya dari televisi.


"Kenapa kau sudah pulang?" tanya Jeslyn saat melihat jam dinding baru menunjukkan pukul 1 siang.


Dave kemudian duduk di samping istrinya sambil melepas jasnya. "Aku ingin mengajakmu berkeliling ke rumah baru kita, sekalian ajak Alea juga." Dave mulai menggulung lengan bajunya.


"Baiklah..Kau mandi dulu," ucap Jeslyn sambil menoleh pada suaminya.


"Iyaa sayang." Dave kemudian mencium pucuk kepala istrinya dan Alea secara bergantian.

__ADS_1


Bersambung


Bantu berikan dukungan untuk author dengan cara Komen, Vote, Favorite dan Like setiap bab ya. Kasih hadiah juga boleh..Dukungan kalian sangat berarti bagi Author. Terima Kasih..


__ADS_2