Berbagi Cinta : Cinta Sesungguhnya

Berbagi Cinta : Cinta Sesungguhnya
Rumah Baru, Kebahagian Baru..


__ADS_3

Ibu Dave tampak dengan berat hati melepas kepergian anak dan menantunya. Selama ini dia merasa kesepian karena Dave tidak pernah pulang semenjak hubungan mereka mulai merenggang. Dengan kedatangan anaknya dan menantunya, apalagi ada Alea memberikan kebahagian tersendiri untuk orang tua Dave.


Setelah selesai mandi, Dave mengajak Jeslyn untuk berpamitan pada orang tuanya. Memang sudah waktunya mereka kembali ke rumah mereka.


Sesampainya di rumah baru mereka, Dave meminta Zayn untuk pulang. Dave kemudian mengajak Jeslyn dan Alea untuk berkeliling.


Rumah baru mereka terlihat sangat luas. Rumah tersebut terdiri dengan 3 lantai. Lantai bawah terdiri dari ruang tamu, ruangan keluarga, dapur bersih, dapur kotor, ruang makan, toilet luar dan 3 kamar tamu yang dilengkapi kamar mandi dalam, 2 kamar untuk asisten rumah tangga, mini bar, Laundry room dan satu ruang penyimpanan kebutuhan keluarga.


Di halaman belakang terdapat taman yang luas, bergeser sedikit ke kanan ada gazebo yang di lengkapi satu set sofa.


Di dekat Gazebo ada kolam renang luas untuk dewasa dan ada yang untuk anak-anak. Di sebelah kiri kolam renang ada 4 kursi santai yang untuk berjemur atau sekedar bersantai. Di sebelah kanan kursi terdapat kamar bilas dan tepat di sebelahnya ada gudang.


Sementara di lantai dua terdiri dari ruangan keluarga, ruang santai, ruangan bermain anak, ruangan kerja Dave, dapur bersih, toilet luar, 1 kamar tidur utama, 1 kamar tamu, 2 kamar anak, Semua kamar di llengkapi dengan kamar mandi dalam.


Lantai 3 terdiri dari perpustakaan mini, 1 kamar tidur, ruangan olahraga, ruangan santai, dapur bersih, perpustakaan mini, bioskop mini, dan ruangan walk in closet khusus untuk pakaian yang jarang dipakai.


"Bagaimana menurutmu rumah ini sayang?" Dave dan Jeslyn sedang duduk di sofa ruang tamu setelah selesai berkeliling ke seluruh rumah baru mereka. Hanya kamar tidur utama dan kamar anak yang belum mereka lihat. Mereka berkeliling selama satu jam.


"Aku suka Dave. Semuanya cocok dengan seleraku," ucap Jeslyn dengan wajah bahagia.


Dave kemudian berdiri. "Kalau begitu kita ke atas." Dave menarik tangan Jeslyn menuju lantai atas menggunakan lift.


"Kita mau ke mana?" tanya Jeslyn ketika mereka sudah berada di dalam lift.


"Kita akan melihat kamat tidur untuk anak kita sayang." Dave menggenggam tangan istrinya, lalu berjalan keluar dari lift.


Dave perlahan membuka pintu kamar. "Ini kamar untuk anak perempuan sayang," jelas Dave, ketika dia baru saja membuka pintu kamar.


Senyuman Jeslyn langsung mengembang, setelah melihat dekorasi yang didominasi berwarna pink dan ungu.


"Bagus Dave," ucap Jeslyn dengan wajah berbinar. Seketika dia merasa ingin segera memiliki anak. Membayangkan kamar tersebut akan dihuni oleh anak mereka nanti, membuat hati Jeslyn baagia.


"Sekarang kita lihat kamar sebelah." Dave menarik tangan istrinya menuju kamar anak satunya lagi.


"Ini untuk anak laki-laki sayang." Dave memang sengaja mendekorasi 2 kamar anak secara berbeda. Kamar anak laki-laki di dominasi wanra biru dan abu-abu.


"Bagus Dave. Aku suka semuanya," ucap Jeslyn dengan senyum manisnya.


Dave ikut bahagia melihat Jeslyn tampak senang dengan rumah baru mereka.

__ADS_1


"Kalau begitu ayo kita keluar. Kita akan melihat kamar kita," ajak Dave sambil menuntun istrinya keluar dari kamar anak.


"Iyaa, tapi bagaimana dengan Alea?"


"Ada bi Sarti yang menjaganya."


Alea sedang tertidur di kamar tamu bawah karena kelelahan mengitari seluruh rumah Dave mulai dari halaman depan sampai halaman belakang. Mereka juga berkeliling dari lantai satu sampai lantai 3.


Sebelum datang ke rumah barunya, Dave meminta bi Sarti untuk datang ke rumahnya. Dave meminta bi Sarti untuk menjaga selama tidur Alea tidur dan menyiapkan makanan jika Alea sudah bangun. Sebelum pulang ke rumah baru. Jeslyn meminta Dave untuk menemaninya ke supermarlet untuk membeli bahan makanan.


"Baiklah."


Dave menuntun istrinya menuju kamar tidur mereke. Dave melingkarkan tangannya di pinggang istrinya sambil terus berjalan.


"Apa kau suka kamar kita, sayang?" tanya Dave ketika mereka baru saja memasuki kamar utama.


Luas kamar mereka 2 kali luas dari kamar Dave yang ada di mansion orang tuanya. Setelah pintu terbuka, Jeslyn berjalan sedikit lalu berbelok ke kiri, ada satu set sofa dan televisi dengan layar yang besar.


Di sebelan kanan sofa, ada sebuah akuarium besar dan di belakangnya ada dua kursi dan satu meja kecil dan di sebelah kiri kursi ada kursi pijat. Di dinding terdapat beberapa rak yang sudah terisi dengan beberapa buku dan miniatur.


Semetara di sebelah kanan dari sofa, ada tempat tidur yang sangat luas, di samping kirinya ada kamar mandi dan walk in closet.


Jeslyn menoleh ke belakang. "Iyaa, aku suka. Kamarnya bagus sekali Dave," ucap Jeslyn dengan wajah gembira.


Jeslyn kemudian berjalan menuju tempat tidur, sementara Dave berjalan menuju pintu, lalu menguncinya.


Dia kemudian menyusul Jeslyn yang tampak sedang berdiri di dekat tempat tidur sambil mengedarkan padangannya lalu dia menatap jam dinding yang menunjukkan pukul 14.40 Wib.


"Kamar anak sudah ada, jadi sekarang waktunya kita membuat anak kita sayang," bisik Dave lalu memeluk Jeslyn dari belakang dan meletakkan dagunya di bahu istrinya.


Jeslyn menoleh sedikit ke belakang. "Masih ada Alea di sini, Dave. Nanti dia mencari kita," ucap Jeslyn sambil memegang tangan Dave yang melingkarkan tangannya ke perutnya.


Dave mulai memiringkan kepalanya sambil menciumi leher istrinya. "Alea masih tidur sayang. Bi Sarti juga sedang menjaganya. Kau tidak perlu khawatir."


"Iyaa, tapi ini masih sore Dave," ucap Jeslyn lembut. "Nanti malam saja ya?" bujuk Jeslyn dengan nada lembut.


"Nanti malam kita lakukan lagi sayang. Aku ingin sekarang," ucap Dave dengan suara parau.


"Tapi Dave." Tangan Dave sudah berberak membuka resleting baju istrinya sambil terus memberikan kecupan di leher Jeslyn.

__ADS_1


"Sebentar saja sayang." Dave kemudian membalikkan tubuh Jeslyn setelah baju Jeslyn terlepas dari tubuhnya. Tersisa kain penutup terakhir yang melekat di tubuh Jeslyn.


 


Dave langsung mendaratkan bibirnya ke bibir istrinya. Mereka saling memagut sambil memejamkan mata. Perlahan Dave mengarahkan tubuh mereka ke arah tempat tidur. Dengan hati-hati dia merebahkan tubuh Jeslyn, sehingga kini Jeslyn berada di bawahnya.


Mereka masih saling memagut dengan napas yang mulai menderu. Tangan Dave bergerak melepaskan kain pengalang terakhir di tubuh istrinya. Setelah itu Dave mulai membuka pakaian yang melekat pada tubuhnya tanpa melepas pagutan mereka.


Setalah melakukan cukup pemanasan, Dave menghentikan kegiatannya sejenak. Dia kemudian menatap wajah istrinya. "Aku mencintaimu Jeslyn." Belum sempat Jeslyn membuka mulutnya Dave sudah melu*mat kembali bibir istrinya.


Perlahan Dave mulai memasuki tubuh istrinya dengan hati-hati. Seketika Jeslyn langsung memeluk erat tubuh Dave dan melenguh panjang ketika Dave berhasil menyatukan tubuh mereka.


Dave berhenti sebentar. "Apa sakit, Sayang?" tanya Dave dengan lembut.


Jeslyn hanya menggeleng pelan. "Aku akan melakukannya dengan lembut, Sayang." Dave kemudian mengecup kening istrinya lalu melanjutkan kegiatannya.


Jeslyn yang awalnya menolak, kini perlahan mulai menikmatinya. Dave sedikit merasa heran dengan istrinya. Biasanya Jeslyn hanya akan diam, tapi kali ini, tangan Jeslyn dan bibirnya ikut bergerak memberikan sentuhan lembut di tubuh Dave sehingga membuat Dave bertambah semangat.


"Terima kasing, Sayang," ucap Dave sambil mengecup kening istrinya.


Dave mengangkat tubuhnya lalu berbaring di samping Jeslyn setelah itu memeluknya dari depan. Dave baru berhenti setelah melakukan pelepasan beberapa kali. dia kemudian melirik jam dinding. Waktu menujukkan pukul 17.15 Wib. Dia baru teringat kalau dirinya ada janji bertemu dengan Stella pukul 5 sore.


"Sayang, kau tunggu di sini ya? Kau istirahat saja di kamar." Dave kemudian melepaskan pelukannya pada Jeslyn.


Jeslyn menatap suaminya dengan wajah heran. "Kau mau ke mana?"


"Dave menoleh sejenak. "Mandi sayang, sebentar lagi Stella akan datang. Ada yang ingin dia bicarakan padaku."


Jeslyn langsung bangun dari tidurnya. "Kalau begitu aku ikut."


Dave meraih handuk, melilitkan pada pinggangnya setelah itu menghampiri istrinya. "Tidak usah. Kau di sini saja. Kau harus beristirahat. Aku tidak akan lama sayang. Tunggu saja di sini," ucap Dave sambil mengecup kening istrinya.


"Baiklah, tapi aku ingin ke kamar mandi dulu sebentar." Jeslyn akhirnya setuju. Dia tidak algi membantah ucapan suaminya.


Dave mengangguk. Beberapa menit kemudian Jeslyn datang lagi, lalu merebahkan tubuhnya di tempat tidur. "Aku mandi dulu." Dave kemudian menarik selimut untuk menutupi tubuh istrinya, setelah itu dia berjalan ke kamar mandi.


Bersambung...


Bantu berikan dukungan untuk author dengan cara Komen, Vote, Favorite dan Like setiap bab ya. Kasih hadiah juga boleh..Dukungan kalian sangat berarti bagi Author. Terima Kasih..

__ADS_1


__ADS_2