Berbagi Cinta : Cinta Sesungguhnya

Berbagi Cinta : Cinta Sesungguhnya
Berita Pernikahan


__ADS_3

"Tok..Tok." Diana tampak masuk setelah sebelumnya mengetuk pintu.


"Permisi Pak."


Dave mengangkat kepala sejenak, lalu kemudian menunduk lagi membolak-balikkan berkas yang ada di atas mejanya setelah melihat kedatangan sekertarisnya.


Diana melangkah mendekati meja kerja Dave. "Di, tolong pesankan makanan di restoran Italy yang biasa," perintah Dave ketika Diana sudah berada di depannya. "Baik Pak."


Setelah beristirahat selama satu jam, Dave melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda. Sementara Jeslyn masih terlelap di ruang pribadi suaminya. Ketika bangun dia merasa lapar, Jeslyn juga belum makan siang, makanan yang diantar tadi bel disentuhnya sama sekali.


Diana maju mendekati meja Dave. "Ini berkas yang harus bapak tanda tangani." Diana meletakkan tumpukkan kertas di atas meja kerja Dave.


Dave mengaitkan kedua telapak tangannya, lalu meletakkan di atas tumpukan kertas yang di letakkan oleh Diana tadi kemudian menatap sekertarisnya. "Di, Minggu depan aku akan cuti, jadi bawakan semua berkas yang harus aku periksa dan tanda tangani sebelum aku mengambil cuti."


"Cuti? Berapa lama bapak akan cuti?"


Dave kemudian duduk sambil bersandar. "Kemungkinan 10 hari atau bisa lebih dari itu," ucap Dave sambil memainkan pulpen yang ada di tangannya. "Aku akan menikah Di," lanjut Dave lagi.


Mata Dian membelalak. "Apa? Menikah? Dengan Siapa??"cecar Diana.


"Tentu saja dengan istriku. Kau tahu sendiri, kalau pernikahanku selama ini dirahasiakan. Aku ingin semua orang tahu, kalau Jeslyn adalah istriku."


Diana menghembuskan napas halus. "Kau mengagetkanku saja. Maaf pak. Maksud saya.."


"Sudahlah Di, tidak masalah berbicara santai denganku disaat tidak ada orang," ucap Dave santai.


"Pernikahanku akan digelar seminggu lagi,  setelah itu, aku akan pergi untuk berbulan madu ke luar negeri, jadi tolong persiapan semua berkas yang perlu aku tanda tangani," pinta Dave. "Aku akan mengajak Zan ikut serta denganku, jadi selama aku cuti, tolong handle semua pekerjaanku. Aku akan menyuruh Mark untuk membantumu, jika ada hal mendesak kau bisa menghubungi Zayn."


Biasanya, jika ada keperluan mendesak dan mengharuskan Dave ke luar kota. Semua pekerjaan akan di handle oleh Zayn, kalau dia tidak ikut bersama Dave, tetapi jika dia ikut, maka Diana dan Marklah yang akan mennghandle semuanya. Mark adalah Wakil Direktur di perusahaan Dave.


"Baik pak," ucap Diana sambil mengangguk. "Kalau begitu saya permisi dulu."


Dave mengangguk. "Di, panggil Zayn masuk ke ruanganku," perintah Dave.


"Baik Pak." Dia kemudian pamit keluar.


Tidak lama berselang, masuklah Zayn. "Ada apa Tuan?" tanya Zayn sambil mendekati Dave.


Dave meletakkan pulpen yang ada di tangannya kemudian menatap ke arah asistennya. "Zayn, tadi istriku bilang, dia mendengar beberapa orang sedang bergosip tentangku dan Diana. Cari tahu, siapa yang sudah menyebarkan gosip tentang aku dan Diana. Berikan sanksi tegas kepada siapapun yang berani bergosip tentangku," ucap Dave tegas.


"Berikan peringatan terakhir kepada mereka semua, jika kejadian ini terulang lagi langsung pecat mereka. Aku memperkerjaakan mereka dengan gaji tinggi untuk bekerja bukan untuk menggosipkan aku."


"Baik Tuan," ucap Zayn sambil mengangguk.  "Sebenarnya tadi, Nyonya Jeslyn keluar dari ruangan anda. Dia pergi ke Coffe Shop lantai bawaj, disaat anda sedang meeting."


"Aku sudah tahu, istriku sudah memberitahuku. Lain kali, kau harus langsung melaporkan padaku."


"Maaf tuan. Saya tidak berani bilang karena anda sedang melakukan meeting penting," ucap Zayn sambil sedikit membungkuk.


"Meeting memang penting, tetapi bagiku, istriku lebih penting Zayn. Untung saja istriku mau mendengarkan penjelasanku dan Diana. Lain kali, apapun yag sedang aku kerjakan, sepenting apapun itu, jika berkaitan dengan istriku, langsung beritahu aku."


"Baik Tuan."


"Satu lagi, umumkan berita pernikahanku kepada semuanya."


"Baik Tuan."

__ADS_1


"Kau boleh pergi."


*******


"Mama, Daddy," panggil Alea ketika melihat Jeslyn dan Dave memasuki ruangan kerja. Mereka keluar dari kantor Dave pukul lima sore dan sampai di rumah pukul setengan 7 malam.


Jellyn langsung tersenyum dan berjongkok sambil merentangkan tangannya untuk memeluk Alea. Sementara Dave berdiri do samping istrinya. "Kenapa Mama dan Daddy perginya lama sekali?" tanya Alea ketika berada dipelukan Jeslyn.


"Mama menemani Daddy bekerja sayang, pekerjaan Daddy sedang banyak, jadi pulang agak lama," jelas Dave sambil menunduk menatap Alea.


Alea kemudian mendekati Daddy, lalu merentangkan tanganya meminta digendong. "Apa Alea kangen dengan Daddy?" tanya Dave sambil menggendong Alea di tangan kanannya.


"Iyaa," jawab Alea sambil menatap Dave.


"Kalian mandilah terlebih dahulu, setelah itu kita makan malam bersama. Ada yang ingin mama sampaikan pada kalian berdua," ucap ibu Dave sambil menatap Jeslyn dan Dave secara bergantian.


"Baik Ma," jawab Jeslyn.


Ibu Dave sedang menemani Alea bermain di ruangan keluarga, di temani oleh Anis.


"Sayang, Daddy mau mandi dulu, kau tunggu di sini dulu dengan Oma ya." ucap Dave sambil menurunkan Alea.


"Iya Daddy."


Jeslyn dan Dave kemudian berjalan menuju tangga untuk naik ke kamar mereka.


"Dave, kau mandilah dulu, aku akan menyiapkan bajumu."


"Bagaimana kalau kita mandi berdua sayang untuk menghemat waktu?" tawar Dave dengan senyum jahilnya sambil memeluk istrinya dari belakang.


"Tidak sayang, aku janji." Tentu saja dia tahu akal bulus suaminya. Perkataannya tidak akan sesuai jika sudah berada di dalam sana.


Jeslyn memajukan tubuhnya, lalu mengecup singkat bibir suaminya. "Mandilah sayang, aku taku mama akan menunggu kita terlalu lama nanti."


"Baiklah." Dave akhirnya menyerah dan memilih untuk masuk ke kamar mandi.


Jeslyn berjalan kemudian menuju walik in closet untuk menyiapkan pakaian suaminya.


Sementara menunggu suaminya mandi, Jeslyn mengecek ponselnya. "Dia sedikit dibuat terkejut dengan berita yang ada sedang dia lihat di ponselnya.


Beberapa saat kemudian Dave terlihat keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk yang melilit pinggangnya.


Jeslyn kemudian mendongakkan kepalanya ketika Dave mendekati tempat tidur untuk mengambil bajunya. "Dave, lihat ini." Jeslyn mengarahkan layar ponselnya pada suaminya.


Dave hanya menyungging senyumnya. "Apa ini semua ini ulahmu?" tanya Jeslyn ketika suaminya tampak biasa saja setelah melihat berita mengenai pernikahan mereka. Berita pernikahannya menjadi tranding topik di media sosial dan headline news di semua stasiun televisi dan media penyiaran.


Dave mulai memakai kaos putih polosnya. "Aku hanya ingin semua orang tahu sayang, agar tidak ada yang berani mendekati istriku lagi," goda Dave dengan senyum jahilnya.


"Dave, aku serius," ucap Jeslyn dengan tegas.


"Iyaa sayang. Aku juga serius," ucap Dave sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk setelah memakai celana pendek. Dia kemudian duduk di tepi tempat tidur di samping Jeslyn.


"Tapi ini berlebihan Dave." Jeslyn kira Dave hanya akan buat acara pernikahan yang besar untuk memberitahukan mengenai pernikahannya, dia tidakemyangka kalau Dave sampai mengumumkan secara resmi pernikahan mereka pada media.


Dia hanya belum siap jika pernikahannya Dave diketahui banyak orang. Orang-orang pasti akan mengaitkan dirinya dengan perceraian Dave dan Felicia, apalagi Dave baru saja bercerai beberapa bulan lalu. Orang lain pasti akan mulai bergosip kalau Jeslyn yang menjadi penyebab perceraian Dave dan Felicia.

__ADS_1


"Tanpa aku lakukan pun mereka pasti nanti akan mengetahuinya sayang. Kau tidak perlu mngkhawatirkan apapun. Aku akan mengurus semuanya. Mereka tidak akan berpikiran buruk tentangmu," ucap Dave seolah tahu apa yang sedang di pikirkan oleh istrinya.


"Mandilah sayang, setelah itu kita turun. Mama pasti sudah menunggu kita," lanjut Dave lagi.


Jelsyn menghembuskan napas halusnya. "Baiklah, aku mandi dulu."


Setelah Jeslyn mandi. Mereka langsung turun ke bawah menuju ruangan makan. Terlihat semua sudah berkumpul.


"Kita makan malam dulu, setelah itu baru kita berbicara," ucap ibu Dave saat melihat Jeslyn dan Dave sudah duduk di depan mereka.


Mereka semua makan dengan tenang, setelah selesai mereka berpindah ke ruangan keluarga.


Dave sedang duduk di karpet bulu bersama dengan Jeslyn dan Alea. "Apa yang ingin Mama bicarakan," tanya Dave sambil menoleh pada ayah dan ibunya yang sedang duduk di sofa yang tidak jauh dari mereka.


Jeslyn dan Dave sedang menemani Alea bermain. "Mama sudah mempersiapkan pernikahan kalian. Undangannya akan jadi besok. Mama juga sudah mendapatkan ballroom hotel yang cocok untuk pernikahan kalian. Mama akan mebuat pesta pernikahan yang sangat mewah dan megaj untuk kalian," ungkap ibu Dave dengan wjaah senang.


Walaupun peesta pernikahan Dave dan Jeslyn di lakukan secara mendadak, tetapi ibu Dave mempersiapakannya dengan matang dan sempurna. Dia bahkan menyewa beberapa WO terkenal untuk mengurus pernikahan anaknya. Persiapannya sudah mencapai 40%.


Jesyn langsung menoleh pada ibu mertuanya. "Sebenarnya tidak perlu mewah Ma," ucap Jeslyn pelan.


"Kau adalah menantu di keluarga Tjendra. Sudah seharusnya pernikahan kalian dilakukan secara mewah dan megah. Mama hanya ingin melakukan yang terbaik untuk menebus kesalahan mama yang dulu Jes," ucap Ibu Dave dengan wajah yang berubah muram.


Melihat perubahan pada ibu mertuanya. Jeslyn langsung berkata, "Baiklah Ma..Beritahu aku jika mama membutuhkan bantuan dariku. Jangan terlalu lelah Ma. Biarkan orang lain yang mengurusnya."


"Iyaa. Mama hanya mengawasinya agar semua berjalan sesuai rencana mama."


"Aku minta pernikahan kami tidak diliput oleh media manapun Ma. Aku ingin resepsi kami bersifat private."


Dave hanya ingin momen dihari bahagianya tidak diganggu oleh orang yang tidak memiliki kepentingan. Menurutnya berita pernikahannya sudah cukup untuk memberitahu kepada semua orang mengenai identitas Jeslyn.  


"Iyaa, kau tenang saja. Tidak akan ada media yang bisa masuk."


"Tapi Mama akan mengundang semua orang yang mama kenal, semua rekan bisnis papa, dan rekan bisnismu."


Ibu Dave memang berecana mengundang semua orang dari kalangan atas yang mereka kenal.


"Kau juga bisa memberikan list orang yang ingin kau undang Jes," lanjut ibu Dave.


"Baik Ma."


"Beberapa hari lagi kalian harus ke butik untuk mencoba baju pengantinnya dan membeli cincin untuk pernikahan kalian."


"Baik Ma."


Mereka melanjutkan obrolan sampai pukul 9 malam. Setelah obrolan selesai, Jeslyn dan Dave pamit untuk kembali ke kamarnya. Seperti malam sebelumnya, Alea akan tidur dengan ibu Dave.


"Sayang," panggil Dave ketika mereka sedang duduk bersandar di tempat tidur.


"Yaa, ada apa?" tanya Jeslyn tanpa menoleh pada suaminya. Dia tampak sedang fokus pada ponselnya.


"Kau ingin kita berbulan madu ke mana?" tanya Dave sambil memiringkan tubuh menghadap pada istrinya.


Bersambung...


Bantu berikan dukungan untuk author dengan cara Komen, Vote, Favorite dan Like setiap bab ya. Kasih hadiah juga boleh..Dukungan kalian sangat berarti bagi Author. Terima Kasih..

__ADS_1


__ADS_2