Berbagi Cinta : Cinta Sesungguhnya

Berbagi Cinta : Cinta Sesungguhnya
Pagi yang panjang


__ADS_3

Jeslyn mendongakkan kepalanya. "Bagaimana kalau kita program bayi kembar?" tanya Jeslyn.


Dave menunduk menatap istrinya. "Tidak perlu sayang. Aku menerima berapapun dan apapun jenis kelamin anak kita nanti. Biarkan semuanya mengalir apa adanya," ucap Dave lembut sambil mencium hidung istrinya.


Jeslyn mengangguk. "Baiklah. Jam berapa kau akan pergi ke kantor? Ini sudah jam 09.40 Dave," ucap Jeslyn mengingatkan. Dia tidak mau kalau Dave terlalu siang pergi ke kantornya.


Dave mengeratkan pelukannnya lalu membenamkan kepalanya di ceruk leher Jeslyn. "Nanti sayang, aku masih lelah. Aku juga masih ingin berduaan denganmu."


Perlahan Jeslyn menulusuri dada bidang dan otot perut suaminya. Dia memang dari dulu mengagumi tubuh suaminya. Setiap melihat Dave bertelanjang dada, jantung Jeslyn langsung berdebar tidak karuan. "Dave, nanti Mama akan mencari kita kalau kita terlalu lama di kamar."


"Sayaaaang, bagaimana aku bisa ke kantor, jika kau memancingku lagi?" ujar Dave dengan suara berat.


"Aku tidak memancingmu, lihatlah aku dari tadi hanya diam saja," elak Jeslyn dengan wajah tak bersalah.


Dave mengurai pelukannya. "Kau memang diam saja, tetapi tanganmu sayang. Kau menyentuh tubuhku," ucap Dave sambil menahan tangan istrinya yang sedang berada dadanya.


Jeslyn bisa merasakan debaran kencang jantung suaminya. "Aku hanya memegangnya Dave. Kau juga sering melakukannya padaku. Apa aku tidak boleh memegang tubuh suamiku sendiri?" tanya Jeslyn sambil menatap suaminya yang sedang menatapnya juga.


Dave menyungging senyumannya. "Boleh sayang, tentu saja boleh. Kau bahkan boleh menyentuh semuanya karena tubuhku adalah milikmu seorang," ucap Dave sambil menggerakkan tangan Jeslyn yang tadi berada di dadanya. Dia membimbing tangan Jesly. menelusuri bagian dadanya lalu berakhir di bagian perutnya.


"Dave stop..! Sudah cukup, aku ingin mandi." Jeslyn merasakan sinyal merah pertanda bahaya. Dia harus segera menghentikan suaminya atau nanti akan berlanjut dengan hal lain.


Dave menyeringai. "Kenapa sayang? Kau baru menyentuh tubuh bagian atasku sayang, belum bagian lain," goda Dave sambil berbisik di teliga istrinya.


Jeslyn bergidik mendengar suara Dave yang terasa menggelitik telinganya. "Sudah Cukup Dave. Ak-aku hanya... lebih baik kita mandi sekarang Dave," ucap Jeslyn dengan gugup sambil berusaha untuk bangun, tapi ditahan oleh Dave.


"Apa kau mengajakku mandi bersama?"


Mata Jeslyn langsung membesar, dia baru sadar kalau dirinya mengatakan hal yang salah. "Maksudku adalah kita mandi secara bergantian Dave," ralat Jeslyn cepat.


"Bukankah lebih baik kalau kita mandi bersama sayang? Itu akan lebih menghemat waktu, bukan?" tanya Dave dengan senyuman yang sedari tadi tidak luntur dari wajahnya.


"Baiklah, tidak apa-apa, tetapi kita hanya mandi Dave, ingat itu!"


Jeslyn harus mempertingatkan suaminya dulu, jika tidak, mereka akan menghabiskan waktu yang lama di dalam sana. "Lebih baik kita mandi sekarang." Jeslyn melepaskan tangan Dave yang ada di pinggangnya.

__ADS_1


Dave langsung bangun dan menyingkap selimut yang menutupi tubuh mereka. "Kita akan mandi bersama setelah kita melakukannya sekali lagi di sini," ucap Dave dengan senyuman liciknya.


"Bukankah kau bilang sudah lelah tadi?" tanya Jeslyn dengan wajah terkejut.


"Aku hanya butuh istrirahat sebentar, Sayang." Tanpa menunggu jawaban dari istrinya Dave langsung melancarkan aksinya.


Dia mulai dengan memagut bibir istrinya. Beberapa saat kemudian Jeslyn mendorong tubuh suaminya, "Baiklah, tetapi setelah itu kita harus langsung mandi," ucap Jeslyn pasrah. Tidak ada gunanya dia berdebat dengan Dave karena itu akan lebih memakan banyak waktu nantinya.


Dave menyeringai. "Iyaa, kita akan mandi setelah ini sayang, tetapi aku tidak menjanjikan apapun saat kita mandi bersama nanti," ucap Dave dengan senyuman lebarnya.


Sebelum Jeslyn menyampaikan protesnya Dave sudah terlebih dahulu membungka mulut istrinya dengan bibirnya. Jeslyn tidak punya piliha lain selain menuruti keinginan suaminya. Dia hanya bisa pasrah saat Dave menguasai tubuhnya.


*****


Dengan langkah pelan Jeslyn dan Dave mulai menuruni tangga. Setelah selesai mandi dan berpakaian, Jeslyn langsung mengajak suaminya untuk sarapan. Sebenarnya juga bukan sarapan lagi karena saat ini waktu peralihan dari pagi menuju siang hari. Jam sudah menunjukkan pukul 11.25 Wib.


"Jangan cemberut seperti itu sayang, kau semakin menggemaskan jika begitu. Aku jadi ingin menciummu lagi," goda Dave ketika melihat wajah istrinya masih saja ditekuk.


"Dave, sudah cukup! Kau harus berangkat kerja, ini sudah siang," ucap Jeslyn sambil menatap suaminya dengan tatapan tajam.


Awalnya memang mereka hanya mandi, tetapi beberapa menit kemudian tangan Dave mulai bergerak liar di tubuh istrinya dan berlanjut dengan kegiatan lainnya. Dave tidak memberikannya waktu untuk beristirahat. Setelah mereka berdua bersiapa, Jeslyn terus menampilkan wajah cemberutnya sampai mereka keluar dari kamar.


"Baiklah, kita lakukan nanti malam saja." Dave tersenyum lebar melihat istrinya yang tampak masih merasa kesal padanya.


"Dave...!!" pekik Jeslyn dengan suara agak keras sambil terus berjalan menuruni tangga.


Dave mencubit wajah istrinya dengan gemas. "Aku bercanda sayang, kau boleh istirahat malam ini. Aku tidak akan mengganggumu."


Jeslyn mempercepat langkahnya menuruni tangga. Dia sudah malas meladeni ucapan suaminya karena Dave tidak akan berhenti menggodanya jika dia terus meladeninya.


"Kau belum berangkat, Dave?" tanya Ibu Dave saat melihat anak dan menantunya baru saja turun dari tangga.


"Sebentar lagi Ma, aku ingin makan siang dulu," jawab Dave sambil menoleh pada ibunya yang sedang berada di ruang keluarga.


Ibu Dave memicingkan matanya. "Bukankah kau sudah mandi tadi pagi, kenapa rambutmu masih basah?" tanya ibu Dave dengan tatapan curiga.

__ADS_1


Selesai mandi, Jeslyn langsung mengeringkan rambutnya dengan hair dryer. Dia tidak mau memancing kecurigaan dari ibu mertuanya.


Dave tersenyum penuh arti. "Gerah Ma jadi aku mandi lagi "


Tentu saja ibunya tidak mempercayai ucapan anaknya itu. Dia kemudian beralih menatap Jeslyn. Saat melihat bekas merah yang ada di leher menantunya, seketika itu juga ibu Dave tahu kenapa anaknya berangkat siang dan kenapa anaknya mandi lagi. Seulas senyum tersungging di bibir ibu Dave.


"Baiklah, lebih baik kau makan siang sebelum berangkat kerja," ucap ibunya dengan senyuman tipis.


Ibu Dave kemudian beralih pada menantunya. "Jeslyn, Alea biar mama yang jemput. Kau istirahat saja di kamar nanti. Hari ini biarkan mama yang mengurus Alea, kau tidak perlu melakukan apapun," ucapĀ Ibu Dave sambil menatap menantunya dengan senyuman penuh arti.


Tentu saja ibu Dave tahu kalau saat ini Jeslyn pasti sangat lelah dan membutuhkan istirahat yang cukup. Dia tidak mau menantunya sakit karena kelelahan.


"Tidak perlu Ma, aku bisa melakukannya. Mama saja yang istirahat, aku tidak ingin Mama kelelahan mengurus Alea," tolak Jeslyn dengan lembut. Dia merasa tidak enak hati dengan ibu mertuanya karena harus mengurus Alea seharian.


"Kau harus menurut Jes," ucap ibu Dave tegas. "Lagi pula, banyak orang yang bisa membantu mama mengurus Alea. Pokoknya hari ini, kau tidak boleh melakukan apapun. Istirahatlah di kamarmu, kau tidak perlu turun jika lapar. Mama akan menyuruh Anis untuk mengantarkan makanan ke kamarmu nanti."


Jeslyn tampak terkejut mendengar ucapan ibu mertuanya. Sementara Dave hanya tersenyum melihat istrinya. Dia mengerti kenapa ibunya melakukannya itu. Dia tentu saja bisa menebak kalau ibunya sudah mengetahui apa yang habis mereka lakukan.


Dave menoleh pada ibunya. "Terima kasih Ma karena sudah mau menjaga Alea. Jeslyn memang membutuhkan istirahat yang banyak. Dia harus memulihkan tenaganya yang sudah terkuras habis karena olahraga yang baru saja kami lakukan," ucap dengan senyum lebarnya.


Ucapan frontal Dave langsung mendapatkan tatapan tajam dari istrinya. "Sayang, jangan menatapku seperti itu, kau membuatku jadi tidak ingin pergi ke kantor. Haruskah kita menghabiskan waktu berdua hari ini?" goda Dave sambil tersenyuman jahilnya.


Ibu Dave hanya bisa geleng-geleng sambil tersenyum melihat kelakuan anakny yang nampak tidak merasa malu sama sekali berbicara seperti itu di depan ibunya.


"Dave, jangan menggoda Jeslyn terus! Lihatlah wajahnya merah, lebih baik kau makan. Mama sebentar lagi akan pergi menjemput Alea."


"Baik, Ma," ucap Dave cepat. Dia kemudian melingkarkan tangannya di pinggang istrinya. "Ayoo, Sayang, aku harus makan sekarang, banyak pekerjaan yang harus aku kerjakan hari ini."


Sebelum berjalan menuju meja makan, Jeslyn mentap tajam suaminya. Dia merasa kesal mendengar ucapan Dave barusan. "Ini salahmu Dave, aku sudah memintamu untuk berhenti, tapi kau tidak mau mendengarku," gerutu Jeslyn.


Dave hanya mengulas senyum tipis melihat istrinya yang masih tampak kesal. "Kau tambah cantik Sayang jika sedang marah," puji Dave sambil membawa istrinya menuju meja makan.


Bersambung...


Bantu berikan dukungan untuk author dengan cara Komen, Vote, Favorite dan Like setiap bab ya. Kasih hadiah juga boleh..Dukungan kalian sangat berarti bagi Author. Terima Kasih..

__ADS_1


__ADS_2