Berbagi Cinta : Cinta Sesungguhnya

Berbagi Cinta : Cinta Sesungguhnya
Hukuman Untuk Felicia


__ADS_3

Dia berpikir dengan memfitnah Jeslyn, dia bisa menyingkirkan Jeslyn dengan mudah. Ibu mertuanya sudah pasti membelanya, hanya tinggal Dave yang harus dia yakinkan kalau Jeslyn yang sudah mencelakainya sehingga dia kehilangan bayi dan rahimnya harus diangkat.


Dave mengepalkan tangannya. “Felicia, aku sungguh kecewa denganmu. Sudah aku bilang aku akan membuat hidupmu menderita jika kau berani menyentuh Jeslyn.” Urat-urat di wajah Dave tampak jelas ketika dia berusaha untuk menahan emosinya yang sudah memuncak dari tadi.


“Ap..Apa maksumu Dave? Dia yang ingin mencelakai aku Dave.” Felicia masih berusaha untuk menutupi kegugupan dan ketakutannya ketika melihat wajah Dave yang tampak mengeras dan menggelap.


“Zayn, tunjukkan padanya.” Asisten Dave langsung maju dan memperlihatkan sebuah vidio tentang kejadian yang sebenarnya.


Mata Felicia langsung terbelalak. Dia tidak menyangka kelakuannya terekam jelas ketika dia sedang mendorong Jeslyn.


“Asal kau tahu, sebelum aku pulang dari rumah sakit, aku sudah menyuruh Zayn untuk memasang CCTV di seluruh ruangan yang ada di rumah kecuali kamar, jadi kau tidak bisa mengelak lagi.”


Dave melakukan itu untuk memantau keberadaan Jeslyn. Dia tidak menyangka kalau hal lain justru terekam dalam CCTV yang membuat emosinya sampai ke ubun-ubun. Dia tidak pernah menyangka kalau Felicia bisa melakukan tindikan nekat seperti itu. Dia menyesal karena sudah membiarkan Felicia untuk tinggal bersamanya lagi.


“Maaf.. Maaflkan Aku Dave. Aku tidak ada niat untuk mencelakainya. Aku khilaf Dave. Tolong maafkan aku," ucap Felicia cepat. Dia kemudian berusaha untuk meraih tangan Dave, tetapi ditepis langsung oleh Dave.


Dave menoleh sekilas pada Zayn. “Tanda tangani surat cerai ini sekarang juga!” Zayn meletakkan kertas berwarna putih di atas pangkuan Felicia.


Felicia menggeleng dengan kuat. “Aku tidak mau Dave. Aku tidak mau bercerai denganmu. Aku sudah kehilangan semuanya. Aku tidak mau sampai kehilanganmu juga. Hidupku akan hancur Dave tanpamu,” ucap Felicia dengan cepat.


“Tolong maafkan aku sekali ini Dave,” mohon Felicia dengan air mata yang terus mengalir di pelupuk matanya. Felicia sudah kehilangan anak dan rahimnya, dia tidak ingn kehilangan Dave juga.


“Cepat tanda tangani surat itu sebelum aku memaksamu. Jangan salahkan aku jika aku menyeretmu ke penjara sekarang juga.”


Felicia yang memucat. “Dave tolong maafkan aku. Aku akan meminta maaf pada Jelsyn, kalau perlu aku akan berlutut padanya. Tolong ampuni aku kali ini saja.”

__ADS_1


Dave langsung meraih dagu Felicia, lalu mencengkramnya dengan kuat. “Apa kau tahu, karena ulahmu, anakku tidak bisa di selamatkan. Kau sudah membunuh anakku Fel. Tidak ada ampun lagi bagi wanita iblis sepertimu.”


“Lepas Dave, sakiiit.”


Dave justru mencengkram lebih kuat dagu Felicia. " Seharusnya kau tidak menyentuh Jeslyn. Selama ini aku sudah bersikap terlalu baik padaku sehingga kau berani berbuat sesukamu tanpa memikirkan akibatnya. Kau harus menerima hukuman atas apa yang sudah kau perbuat pada istri dan anakku."


Air mata Felicia masih mengalir di pipinya. Dave langsung melepaskan tangannya dengan kasar. “Zayn, hubungi polisi sekarang!”


Mendengar nama polisi Felicia langsung pucat dan panik. “Dave tunggu dulu,” ucap Felicia dengan wajah panik. “Baiklah aku akan tanda tangani surat ini. Tolong jangan laporkan aku.” Dave melemparkan pulpen ke pangkuan Felicia.


Dengan tangan gemetar dan air mata yang masih mengalir, Felicia menandatangi surat cerai mereka dengan cepat. “Mulai sekarang kau bukan istriku lagi. Jangan pernah muncul di hadapanku apalagi dihadapan istriku.”


Dave menoleh pada Zayn. "Beritahukan pada semua media, kalau Felicia bukan istriku lagi. Pastikan berita itu dimuat di semua stasiun televisi dan surat kabar di negri ini," perintah Dave.


Dave mulai kembali geram. "Bukankah itu anakmu denga Bian? Kau pikir aku tidak tahu, kalau itu bukan anakku? Aku tidak pernah menyentuhmu Jes, jadi pernah berpikir untuk membodohiku. Aku memiliki bukti tes DNA yang menyatakan kalau anak itu bukanlah anakku."


"Apa..Apa maksudmu? Bagaimana bisa..."


"Bagaimana bisa aku memiliki bukti itu?" ujar Dave dengan alis yang terangkat satu. "Aku sudah menyuruh dokter Sarah untuk mengambil cairan Amnion dalam kandungamu untuk melakukan tes DNA tanpa sepengetahuanmu."


"Kau jahaaat Dave.. Bagaimana bisa kau melakukannya tanpa sepengetahuanku."


Dave tidak menggubris ucapan Felicia, dia justru menoleh pada asistennya. “Zayn, segera laporkan tindak kriminal Felicia. Jerat dia dengan pasal perselingkuhan, penipuan dan percobaan pembunuhan. Tuntut dia dengan hukuman maksimal. Serahkan semua bukti-bukti yang akan memberatkannya pada pengacarku.”


Felica langsung turun dari ranjangnya sambil menahan sakit. Dia bersimpuh sambil memegang kaki Dave. “Daveee..Tolong jangan lakukan itu Dave. Aku minta maaf Dave,” mohon Felicia sambil memegang erat kaki Dave. Dia tidak menyangka kalau Dave akan melaporkannya ke polisi. "Ampuni aku sekali saja. Aku khilaf Dave."

__ADS_1


Dave menatap Felicia dengan dingin. “Kau tenang saja. Kau tidak sendirian. Aku sudah mengirim kekasihmu terlebih dahulu ke penjara. Kalian bisa bertemu nanti. Kalian memang pantas berada di sana. Akan lebih baik kalau kalian membusuk bersama di sana.”


“Davee, tolong ampuni aku sekali ini saja. Aku janji tidak akan melakukannya lagi.” Dave melepaskan tangan Felicia dengan kasar, kemudian meningglakan Felicia yang sedari tadi berteriak memohon ampun padanya.


“Davee...!! Tungguu Dave..” teriak Felicia. “Dengarkan aku dulu Dave..!!! Aku mohon ampuni aku Dave..!!”


Dave berjalan menuju ruang ICU, tetapi ayahnya dan Jeslyn sudah tidak ada di sana. Dia kemudian menelpon ayahnya. Ternyata Jeslyn sudah di pindakan ke ruangan perawatan. Dengan langkah cepat Dave menuju ruangan Jeslyn. Setibanya di depan ruangan Jeslyn, Dave tampak menarik napas dalam-dalam. Dia harus mempersiapkan diri sebelum masuk ke dalam ruangan Jeslyn.


Dave mulai membukan pintu, mata Dave langsung menyala saat melihat Jeslyn sedang duduk berhadapan dengan Dion. Jeslyn duduk di tempat tidur, sementara Dion di kursi. Amarahnya semakin memuncak ketika melihat Dion sedang memegang erat tangan istrinya. Dave yang suasana hatinya sedang buruk langsung melangkah cepat.


Dion dan Jeslyn langsung menoleh ketika mendengar suara langkah kaki. Dion langsung berdiri. “Aku tinggal dulu,” ucap Dion sambil mengusap lembut bahu Jeslyn. Dia sedang tidak ingin membuat keributan dengan Dave sehingga dia memilih pergi.


Dave manatap tajam Dion ketika mereka berpapasan. “Jauhi istriku,” ucap Dave sambil berlalu. Tentu saja Dave mengatakannya dengan nada pelan tapi penuh penekanan.


Dion tampak tersenyum sinis pada Dave sambil melirik malas padanya. Kalau saja mereka di luar ruangan, mungkin saja Dave sudah menghajar Dion.


Jeslyn tampak hanya duduk diam sambil menatap lurus ke depan dengan tatapan kosong. Dia bahkan tidak menoleh pada Dave sama sekali. “Sayang, maafkan aku karena tidak bisa menjaga kalian.” Dave langsung memeluk erat istrinya.


Jeslyn tidak bergeming. Dia hanya diam tanpa membalas pelukan suaminya. Dia bahkan tidak mengeluarkan suara sedikitpun. “Seharusnya aku tidak membawa Felicia ke rumah kita lagi. Maafkan aku sayang.” Dave mengusap kepala istrinya.


Merasa ada yang aneh dengan Jeslyn, Dave kemudian melepaskan pelukannya lalu memegang bahu istrinya sambil menatap wajahnya. Wajah Jeslyn tampak pucat dan matanya sembab. Dave mendunga kalau Jeslyn habis menangis. “Sayang, kenapa diam saja? Apa ada yang sakit?” Jeslyn masih diam.


Dave menghembuskan napas ketika melihat Jeslyn mengacuhkannya. “Dave mari bercerai,” ucap Jeslyn dengan wajah datar. Tidak ada ekspresi apapun di wajahnya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2