Berbagi Cinta : Cinta Sesungguhnya

Berbagi Cinta : Cinta Sesungguhnya
Yang Sebenarnya..


__ADS_3

Glen kemudian menoleh pada Dave. "Apa maksudmu? Kenapa aku harus butuh ijinmu untuk menemuinya?" tanya Glen dengan dahi mengerut dan alis menyatu.


Dave menunduk sejenak, lalu menatap Glen dengan wajah serius. "Karena wanita yang selama ini kau cari adalah istriku," ucap Dave dengan wajah serius.


Glen langsung berbalik menghadap Dave. "Istri??" Glen menatap heran pada Dave. "Ciih..Kau ini. Hampir saja aku tertipu dengan leluconmu." Glen menggelengkan kepalanya seraya kembali duduk bersandar.


Jujur saja ucapan Dave sempat membuatnya syok. "Jangan bercanda denganku Dave. Aku sedang serius saat ini." Glen menatap malas pada Dave.


"Aku tidak sedang bercanda, Glen. Aku serius dengan ucapanku tadi." Tidak ada senyum sedikitpun di wajah Dave. "Jeslyn Hartanto, gadis yang selama ini kau cari adalah istriku yang sah. Dia bekerja sebagai Dokter Bedah di rumah sakitku," ungkap Dave.


Seketika senyuman di wajah Glen langsung memudar tergantikan dengan wajah tercengang. "Kau bilang dia istrimu? Bukankah kau baru akan menikah beberapa hari lagi? Lalu bagaimama bisa kau mengklaim wanita yang aku cari selama ini sebagai istrimu?" tanya Glen dengan wajah heran.


Glen masih berusaha untuk mencerna pelan-pelan informasi yang dia dapat dari Dave. Dia belum bisa menerima kenyataan yang membuatnya dirinya terkejut.


Dave meraih ponselnya di saku celananya, terlihat dia sedang melihat mencari sesuatu di layar ponselnya. "Bukankah ini wanita yang selama ini kau cari?" Dave meletakkan ponselnya di atas meja dan nampak dengan jelas foto Jeslyn yang terpampang jelas di layar ponselnya sedang tersenyum ke arah kamera.


Glen langsung meraih ponsel Dave dan menatap lekat layar ponsel sahabatnya. Tubuh Glen langsung lemas ketika melihat foto wanita yang selama ini dia cari.


"Bagaiamana bisa?? Bagaimana bisa wanita yang selama ini aku cari sudah menjadi istrimu Dave?" tanya Glen sembari meletakkan ponsel Dave di atas meja.


Glen tampak sangat terkejut mendapati kenyataan pahit yang baru saja dia ketahui. "Kau pasti memperimainkan aku, kan? Benar, kan Dave?"


Glen masih berharap kalau yang dikatakan Dave adalah kebohongan belaka. Dia masih belum bisa menerima kenyataa yang ada.


"Aku berkata jujur, Glen," jawab Dave, "kami sudah menikah hampir 2 tahun. Kau harus menerima kenyataan yang sebenarnya. Aku harap kau mau merelakan istriku karena aku tidak bisa melepasnya untukmu," ujar Dave masih dengan wajah serius.


"Kau menusukku dari belakang Dave? Kau tega menghianatiku? Sahabatmu sendiri?" tanya Glen dengan wajah kecewa. "Bukankah kau tahu kalau aku sudah lama mencarinya Dave?"


"Aku juga baru tahu kemarin kalau wanita yang kau cari adalah istriku, Glen. Aku juga tidak percaya awalnya kalau Jeslyn adalah wanita yang kau maksud."


"Kalau kau benar sudah menikah dengannya? Kenapa aku tidak tahu sama sekali mengenai pernikahanmu? Lalu apa maksud dari pernikahan yang akan kau laksanakan beberapa hari lagi?" tanya Glen dengn tatapan heran.


Dave menghembuskan napas panjang. "Aku akan menceritakan dari awal, bagaimana aku bertemu dengannya dan sampai akhirnya sampai akhirnya bisa menikah dengannya dan alasan kenapa baru sekarang kami melakukan resepsi pernikahan."

__ADS_1


Glen menyandarkan punggungnya ke sofa lalu menatap sahabatnya dengan wajah datar. "Aku harap kau mempunyai alasan yang bagus Dave, jika tidak, aku rasa kita akan berakhir jadi musuh dan aku tidak mau hal itu terjadi," ucap Glen tegas.


Dave kemudian menceritakan semuanya pada Glen dari awal sampai akhir. Glen terlihat menyimak dengan seksama hal yang disampaikan oleh Dave.


"Itulah yang terjadi sebenarnya," ucap Dave ketika dia baru saja menceritakan semua pada sahabatnya.


"Kau sudah menyakitinya Dave. Seharusnya aku bisa menemukannya lebih awal dan membawanya pergi bersamaku agar dia tidak mengalami hal menyakitkan dalam hidupnya." Glen tampak merasa marah pada Dave usai mendengar semua cerita sahabatnya.


"Itu sudah menjadi masalalu, Glen. Saat ini, aku sudah sangat mencintainya," papar Dave.


"Bagaimana aku bisa percaya dengan ucapanmu setelah kau menyakitinya dan membuatnya hidupnya menderita selama menikah denganmu."


"Aku tidak minta kau percaya denganku. Aku hanya ingin kau tahu kebenaran yang sesungguhnya," tutur Dave.


"Bagaimana kalau aku tidak berniat mundur?" tanya Glen cepat.


"Aku tidak ingin bersaing denganmu, Glen. Dia sudah menjadi milikku. Kau tidak bisa merebutnya dariku karena aku tidak akan pernah melepaskannya," ucap Dave dengan ekpresi wajah yang mulai mengeras.


"Maaf Glen, wanita yang sangat aku cintai sekarang hanyalah Jeslyn, istriku," akunya.


Glen memejamkan matanya sejenak setelah itu mengusap kasar wajahnya, kemudian menunduk seraya menatap ke bawah. "Kenapa harus Elin yang menjadi istrimu Dave?" tanya Glen dengan suara rendah.


"Aku akan memberikanmu kesempatan untuk berbicara dengan istriku, tapi lain kali, kau harus menjauhinya," ucap Dave dengan tegas.


Glen kemudian mengangkat kepalanya. "Bagaimana kalau aku tidak mau menjauhinya? Apa yang akan kau lakukan?"


Dave tidak langsung menjawab pertanyaan Glen. Dia berpikir sejenak seraya memandang ke arah Glen dengan wajah datarnya. "Apa aku sungguh ingin merusak persahabatan kita yang sudah terjalin sejak kecil?"


"Dave, aku rasa kau pasti tahu bagaimana sulitnya untuk melupakan wanita yang sangat kau cintai, bukan?" tanya Glen dengan senyum sinisnya. "tapi kau pasti tidak tahu, bagaimaa rasanya mencari seseorang selama bertahun-tahun lalu setelah berhasil menemukannya, kau harus menerima kenyataan bahwa orang yang kau cari selama ini ternyata istri dari sahabat baikmu," ucap Glen dengan wajah sedih dan kecewa.


"Aku bahkan belum sempat menyatakan perasaanku padanya, tapi aku harus langsung menjauhinya. Bukankah sangat menyedihkan seandainya kau menjadi aku?"


Dave menghela napas. "Glen, tolong mengerti. Aku tidak bisa melepaskan istriku. Aku sangat mencintainya," tutur Dave.

__ADS_1


Seketika langsung hening, tidak lama kemudian terdengar suara gaduh dari luar.


"Minggir, aku ingin masuk." Terdengar suara wanita dari luar pintu.


Dave dan Glen tampak menoleh ke arah pintu setelah mendengar suara pintu terbuka dengan keras.


"Menyingkir dari pintu aku ingin lewat," ucap Jeslyn dengan tatapan marah ketika Diana menghalangi jalannya untuk masuk ke dalam ruangan suaminya.


Jeslyn merasa kesal pada Diana dan Zayn karena tidak diinjinkan masuk ke ruangan suaminya. Melihat sikap aneh mereka berdua yang menahannya di depan pintu Dave, membuat Jeslyn berpikiran buruk mengenai suaminya. Dia menduga kalau suaminya sedang bermesraan dengan seorang wanita di dalam ruangannya.


Karena sudah emosi, akhirnya dia memaksa untuk masuk dengan cara mendorong pintu dengan kuat. Diana menoleh pada Dave ketika pintu sudah terbuka lebar. "Maaf Pak," sesal Diana dengan wajah bersalah karena tidak bisa menahan Jeslyn untuk tidak masuk ke ruangannya.


Dave memang sudah mengirim pesan kepada mereka untuk menahan sementara istrinya agar tidak masuk dulu ke ruangannya ketika mash ada sahabatnya.


Glen yang duduk membelakangi pintu tidak bisa melihat dengan jelas wanita yang berada di depan Diana. "Tidak apa-apa, biarkan dia masuk, Di," ucap Dave, "kau boleh kembai ke tempatmu."


"Baik, Pak," jawab Diana sembari mengangguk.


Glen tampak tertegun melihat wanita yang selama ini dia cari sedang berjalan ke arah mereka berdua.


"Dave, apa yang kau sembuyikan dariku? Kenapa kau memperbolehkan aku masuk ke sini?" tanya Jeslyn dengan wajah marah. Dia bahkan tidak menyadari kalau ada orang lain yang sedang menatap dirinya.


"Duduklah," ucap Dave lembut sembari menepuk tempat duduk di sampingnya.


Jeslyn menghembuskan napas kasar lalu menoleh. "Hai Lyn, lama tidak berjumpa." Glen menatap Jeslyn dengan senyuman lebar ketika arah pandangannya Jeslyn jatuh pada dirinya.


"Glen??" ucap Jeslyn dengan wajah terkejut.


Glen terenyum lebar. "Aku kira kau sudah melupankanku Lyn," ucap Glen dengan nada lembut.


Bersambung...


Bantu berikan dukungan untuk author dengan cara Komen, Vote, Favorite dan Like setiap bab ya. Kasih hadiah juga boleh..Dukungan kalian sangat berarti bagi Author. Terima Kasih..

__ADS_1


__ADS_2