Berbagi Cinta : Cinta Sesungguhnya

Berbagi Cinta : Cinta Sesungguhnya
Rumor Dave dengan Diana


__ADS_3

Felicia menatap Jelsyn dengan tatapan tajam. “Maaf!”


“Felicia, apa begitu caramu meminta maaf?” ucap Dave saaf melihat tatapan Felicia kepada Jeslyn.


“Dave, aku harus minta maaf bagaimana lagi?” tanya Felicia kesal. Dia merasa kalau Dave sengaja ingin mempermalukan dirinya dihadapan Jeslyn.


Dave tahu kalau Felicia meminta maaf karena terpaksa, tidak tulus dari hatinya. “Aku rasa kau belom menyadari kesalahanmu apa?”


“Dave, kau jangan keterlaluan. Felicia sudah meminta maaf. Jangan mempersulitnya.” Ibu Dave merasa geram karena Dave terus memojokkan Felicia.


“Ma, jika orang tuanya tidak bisa mendidiknya dengan benar. Maka aku yang akan mendidiknya. Mama tidak perlu ikut campur urusan rumah tanggaku.”


Ibu Dave memang selalu membela Felicia terlepas dari salah atau benar, sehingga membuat Felicia merasa besar kepala. Hal itulah yang tidak disukai oleh Dave. Mamanya terlalu memanjakan Felicia.


“Dave, kenapa sekarang kau terus membela Jeslyn, bukankah dulu kau tidak menyukainya Bukankah dulu kau menyukai Felicia, tapi kenapa sekarang malah sebaliknya? Apa Jeslyn sudah mencuci otakmu?”


Ibu Dave merasa aneh dengan sikap Dave beberapa bulan ini. Dia selalu membela Jeslyn.


“Ma, jangan mengungkit masalalu lagi. Aku tidak mau membahas hal yang tidak penting. Lebih baik kalian keluar dari sini! Jeslyn butuh istrirahat,” ujar Dave sambil membawa Jeslyn duduk di tempat tidur.


“Kau mengusirku hanya karena wanita ini?” tanya ibu Dave dengan wajah memerah. Emosinya kembali naik setelah mendengar perkataan anaknya.


“Ma, tolong jangan memperpanjang masalah. Aku lelah. Aku sedang tidak ingin berdebat denganmu,” ucap Dave tegas.


“Fel, ayo kita keluar.” Westi menarik tangan Felicia keluar dari kamar Dave dengan wajah marah.


*****


“Apakah masih sakit?” tanya Dave sambil mengusap lembut pipi Jeslyn.


Jeslyn langsung mengeleng. “Tidak Dave,” jawab Jeslyn pelan.


“Aku akan mengambil es untuk mengompres wajahmu,” ucap Dave sambil berdiri.


Jeslyn langsung menahan tangan Dave. “Tidak perlu Dave. Aku akan mengobatinya sendiri nanti.”


Dave duduk kembali, dia menghadap Jelsyn. “Lebih baik kita pulang setelah kita bertemu dengan papa.”


Dave merasa tidak bisa tinggal lebih lama lagi di mansion orang tuanya. Peringatan yang diberikan Dave sebelum dia pergi ke kantor, tidak dihiraukan oleh Felicia dan Ibunya membuat Dave tidak mau lagi menunda kepulangannya.

__ADS_1


“Dave, kenapa kau sudah pulang?” Jelsyn penasaran karena Dave pulang lebih awal.


Biasanya Dave akan pulang malam hari atau paling cepat pukul 6. Jeslyn belum pernah melihat Dave pulang kantor cepat selama dia menikah dengan Dave.


“Bukankah kau memintaku untuk pulang cepat?”


Setelah selesai menelpon Jeslyn tadi siang, Dave langsung mengerjakan semua pekerjaannya dengan cepat. Dia sengaja ingin pulang lebih awal, selain karena ucapan Jeslyn yang memintanya untuk pulang cepat. Dia juga tidak tenang meninggalkan istrinya di rumah sendiri.


“Aku hanya bercanda Dave, kenapa kau anggap serius perkataanku.”


“Aku tahu, aku tidak tenang meninggalkanmu di sini sendirian, jadi aku sengaja menyelesaikan pekerjaanku lebih cepat.”


Dave bersyukur karena dia pulang lebih awal hari ini, sehingga dia bisa tahu kelakukan istri keduanya dan ibunya, jika dia tidak ada.


“Apa pekerjaanmu sudah selesai semua?”


“Aku sudah menyelesaikan semua pekerjaan yang penting, sisanya aku serahkan pada Mark dan Diana.” Dave mulai melepas dasinya. Dia menggulung lengan kemeja dan membuka beberapa kancing bajunya.


“Dave, bolehkah aku menanyakan sesuatu.” Dave meletakkan dasinya di atas nakas.


“Kau mau bertanya soal apa?”


Jelsyn tiba-tiba teringat dengan sekertaris Dave saat, suaminya menyebutkan namanya. Dulu, ada rumor yang mengatakan kalau mereka sangat dekat dan memiliki hubungan khusus.


Dave menatap Jelsyn sejenak. “Kenapa kau bertanya seperti itu?” Dave tahu kalau istrinya pasti sudah mendengar berita mengenai dirinya dan Diana.


“Aku hanya penasaran saja, jika kau tidak mau memberitahuku, aku tidak akan memaksa.”


Dave tidak langsung menjawab pertanyaan Jeslyn. Dia berdiri, lalu berjalan menuju lemari pakaian untuk mengganti pakaiannya. Setelah mengganti pakaiannya, Dave kembali menghampiri Jeslyn yang tampak duduk diam. Dave merebahkan tubuhnya di tempat tidur.


“Kemarilah.” Dave menarik tangan Jeslyn agar berbaring di sebelahnya.


Jeslyn menuruti perkataan suaminya, dia berbaring miring menghadap suaminya. Dave lalu membawa Jeslyn ke dalam pelukannya. “Aku tidak pernah memiliki hubungan dengan Diana.” Dave mengelus rambut istrinya.


“Benarkah? Tapi beberapa bulan setelah kita menikah, aku mendengar banyak rumor tentang kalian.”


Dulu saat Jeslyn mendengar rumor itu, dia tidak punya keberanian untuk bertanya langsung pada Dave mengingat hubungan mereka tidak begitu baik.


“Kami memang dekat, selain karena dia sekertarisku, kami juga teman sekolah waktu SMA. Kami memang dekat dari dulu, tapi kami tidak memiliki hubungan lebih dari itu. Dia satu-satunya orang yang tahu kalau aku sudah menikah denganmu.”

__ADS_1


Jelsyn mendongakkan kepala menatap wajah Dave. “Benarkah?? Dari mana dia tahu?”


Dave mengecup pucuk kepala Jeslyn. “Aku yang memberitahunya.”


“Kenapa kau memberitahunya?”


Jeslyn merasa heran kenapa Dave malah memberitahu sekertarisnya, padahal dia sendiri yang memintanya untuk merahasiakan dari orang lain.


“Karena dia menyukaiku. Saat itu, dia menyatakan perasaanya padaku. Aku langsung menolaknya dan mengatakan kalau aku sudah menikah denganmu. Aku tidak ingin dia berharap lebih padaku yang akan berujung rusaknya pertemanku dengannya, karena aku sudah berteman dengannya cukup lama.”


Jeslyn memang sudah menduga kalau sekertris Dave memiliki perasaan suka pada suaminya. Hanya saja Jeslyn tidak tahu perasaan Dave yang sesungguhnya bagaimana. “Apa dia masih menyukaimu?” tanya Jeslyn penasaran.


Dave menunduk dan menatap wajah istrinya. “Aku tidak tahu, karena semenjak saat itu aku dan dia tidak pernah membahas masalah itu lagi, lagi pula dia selalu bekerja secara priofesional. Dia bisa membedakan urusaan kantor dan urusan pribadi.”


Jelsyn terdiam sejenak. “Kau tidak perlu cemburu dengannya sayang. Aku tidak memiliki perasaan apa dengannya.”


“Benarkah, apa kau yakin? Bukankah dia sangat cantik?” tanya Jelsyn dengan tatapan menyelidik.


“Dari mana kau tahu kalau dia sangat cantik?” tanya Dave heran.


Selama mereka menikah, Dave tidak pernah membawa Jeslyn ke kantornya jadi tidak mungkin kalau Jeslyn pernah bertemu dengan Diana.


“Aku pernah melihat foto kalian berdua, sedang berjalan berdampingan sambil tertawa. Aku juga melihatnya datang ke pernikahanmu dan Felicia.”


Foto yang dilihat oleh Jelsyn adalah foto yang tersebar di internet dan sosial media.


Dave masuk jajaran pengusaha muda tersukses di kotanya. Perusahaannya menduduki peringkat pertama. Dave selalu menutup rapat masalah pribadinya kepada media.


Kehidupan pribadinya yang tidak pernah terekspos membuat media dan publik penasaran wanita mana yang bisa meluluhkan hati Dave Christian Tjendra.


Sering kali media media mencari tahu dan memotretnya diam-diam. Banyak wanita dari kalangan atas yang berlomba-lomba untuk mendekati Dave, tetapi tidak ada yang berhasil. Dave memang terkenal dingin, acuh dan susah di dekati.


“Dia memang cantik dan pintar, tetapi aku tidak tertarik dengannya, sayang.”


Dave merasa senang saat melihat Jeslyn cemburu dengan Diana. Walaupun Dave tahu kalau dari dulu Jeslyn menyukainya, tetapi Jeslyn tidak pernah menampakkan rasa cemburunya, bahkan dengan Felicia sekalipun.


“Kau harus percaya padaku sayang. Walaupun dulu hubungan kita tidak baik. Aku tidak pernah memiliki hubungan dengan wanita manapun. Aku tidak pernah bermain-main dengan wanita di luar sana,” jelas Dave.


“Asal kau tahu Jeslyn, aku tidak pernah menyentuh wanita manapun selain dirimu,” ungkap Dave seraya menatap serius pada istrinya. Seolah tahu apa yang sedang dipikirkan oleh istrinya saat ini.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2