Berbagi Cinta : Cinta Sesungguhnya

Berbagi Cinta : Cinta Sesungguhnya
Keinginan Stella


__ADS_3

Stella mengampiri Jeslyn yang baru saja pulang kerja. “Jeslyn, bisakah kita berbicara sebentar.” Stella sengaja menunggu Jeslyn di loby bawah untuk berbicara dengannya.


Jeslyn menatap datar ke arah Stella. “Aku tidak punya urusan denganmu. Aku rasa tidak ada yang perlu kita bicarakan.” Jeslyn berjalan meninggalkan Stella menuju lift.


Stella menyusul Jeslyn. “Tunggu Jeslyn. Aku ingin berbicara tentang Dave,” ucap Stella sambil memegang lengan Jeslyn.


Jeslyn menatap malas pada Stella. “Cepat katakan padaku. Apa yang ingin kau bicarakan.”


“Jangan bicara di sini. Aku tidak ingin Dave melihatku menemuimu.”


Dahi Jeslyn mengerut. Dia menatap heran pada Stella. “Dave sedang di apartemenku bersama dengan Alea. Aku tadi berpamitan padanya untuk membeli sesuatu. Aku takut dia melihatku menemui di sini.”


Jeslyn tersenyum sinis. “Stella, mau sedekat apapun kalian, atau apapun yabg terjadi pada masalu kalian dulu, bukankah tidak pantas bagimu untuk terlalu dekat dengan suamiku. Aku masih menjadi istri Dave yang sah.”


“Bukankah kalian sebentar lagi akan bercerai?


"Apakah Dave yang mengatakan padamu, kalau kami akan bercerai?” tanya Jeslyn dengan sorot mata tajam.


“Iyaa,” jawab Stella singkat. “Ikut aku, aku janji tidak akan lama.” Stella menarik tangan Jeslyn keluar dari apartemen menuju salah satu cafe yang ada di lingkungan apartemen mereka.


Jeslyn melipat kedua tangannya di depan dadanya. “Cepat katakan padaku, apa yang ingin kau bicarakan denganku?” tanya Jeslyn ketika mereka sudah duduk di salah satu bangku yang ada di dalam cafe.


“Tunnggu sebentar.” Stella memanggil salah satu pegawai cafe tersebut lalu memesan 2 minuman dingin untuk mereka berdua.


“Aku minta padamu, segeralah berpisah dengan Dave.” Tanpa basa-basi, Stella langsung menyampaikan maksudnya mengajak Jeslyn bicara.


Jeslyn menatap Stella yang berada tepat di depannya dengan senyum sinis. “Bukankah seharusnya aku yang menyuruhmu untuk menjauhi Dave? Aku adalah istrinya. Kau tidak punya hak apapun untuk menyuruhku berpisah dengan suamiku sendiri.”


“Tentu saja aku memiliki hak. Aku adalah ibu dari anak Dave. Seharusnya kau tahu, kalau aku adalah wanita yang sangat dicintai oleh Dave. Dari awal Dave adalah milikku. Aku hanya ingin mengambil kembali milikku.”

__ADS_1


“Kau hanyalah masa lalunya. Aku tidak akan berpisah dengan Dave.”


Stella tampat sedikit terkejut dengan ucapan Jeslyn. “Bukankah kau akan menggugat cerai Dave? Kenapa kau tiba-tiba berubah pikiran?” tanya Stella dengan wajah heran.


“Kau tidak perlu tahu apa alasanku. Yang harus kau tahu, aku tidak akan pernah bercerai dengan Dave. Jadi, simpan saja anganmu untuk bisa bersama dengannya.”


“Jeslyn..Apa kau tidak kasihan pada Alea. Dia membutuhkan figuran seorang ayah. Apa kau berniat untuk menjauhkan Alea dengan ayah kandungnya?”


“Aku tidak sekejam itu Stella. Aku bahkan ragu kalau Alea itu anak Dave, tapi seandainya benar Alea anak Dave. Aku akan tetap mengijinkan mereka bertemu. Kau tidak perlu khawatir tentang hal itu.”


“Alea butuh sosok ayah yang nyata Jeslyn. Aku hanya ingin mewujudlkan keinginan Alea untuk memiliki keluarga yang utuh.”


“Aku rasa itu adalah keinginanmu. Bukan keinginan anakmu,” sergah Jeslyn cepat.


Stella menyunggingkan bibirnya. “Apa kau masih mencintai Dave?”


“Kau tidak perlu tahu mengenai perasaanku pada Dave.”


Jeslyn menatap jengah pada Stella. “Sudah aku bilang. Aku tidak akan pernah berpisah dengan Dave,” ucap Jeslyn dengan tegas.


“Baiklah kalau begitu..Aku akan merebut paksa Dave darimu. Aku akan menggunakan Alea supaya dia mau kembali lagi padaku. Lagi pula Dave masih mencintaiku. Tidak sulit unutkku membuatnya berpisah denganmu,” ucap Stella penuh percaya diri.


Dalam hati Jeslyn mulai cemas ketika mendengar ucapanya Stella. “Kita lihat saja, apa kau bisa mewujudkan mimpimu itu. Aku harap kau tidak kecewa saat Dave lebih memilih aku dari pada dirimu.” Jeslyn terlihat sangat percaya diri ketika berbicara dengan Stella. Padahal dalam hatinya dia gelisah dan mulai ragu dengan perasaan Dave padanya.


“Baiklah. Aku harus pergi. Dave sudah mencariku,” ucap Stella ketika dia melihat pesan singkat yang dikirim oleh Dave. Dia bangun dari duduknya kemudian meninggalkan Jeslyn yang tampak hanya diam.


******


Jeslyn baru saja menyelesaikan pekerjaannya pada pukul 10 malam. Dia memutuskan untuk langsung pulang ke apartemennya setelah pekerjaanya selesai. Hari ini dia pulang menggunakan taksi karena Dion sudah pulang terlebih dahulu. Sesampainya di apartemen, dia tidak sengaja melihat Dave dan Stella baru saja keluar dari lift menuju pintu keluar.

__ADS_1


Terlihat Dave dan Stella tampak sedang berbicara, setelah berbicara sebentar Dave tampak memeluk Stella sebentar lalu berjalan menuju keluar meninggalkan apartemen Jeslyn.


Tidak terasa air mata Jeslyn langsung menetes di pipinya. Hatinya terasa sakit melihat kedekatan Dave dan Stella. Jeslyn memutuskan untuk langsung menuju apartemennya sebelum Stella menyadari keberadaannya.


Dengan pikiran kalut Jeslyn memutuskan untuk memejamkan matanya.


Pagi harinya, saat Jeslyn baru saja akan masuk ke dalam mobil. Ada seseorang yang memanggilnya. “Ada apa lagi?” tanya Jeslyn ketika melihat Stella yang memanggil namanya tadi.


“Ini tanda tangani. Dave sudah memutuskan untuk menceraikanmu.” Stella memberikan amplop besar berwarna coklat pada Jeslyn.


Seketika tubuh Jeslyn menegang. Dia tidak menyangka kalau Dave akhirnya memutuskan untuk bercerai dengannya.


Jeslyn berusaha untuk tetap tenang. “Aku tidak akan mau menandatangani surat itu.” Jeslyn mengambil dan merobek amplop yang ada di tangan Stella.


“Percuma kau merobeknya. Aku bisa membawakannya lagi untukmu,” ucap Stella dengan senyuman meremehkan. “Lebih baik kau menyerah. Kami sudah memutuskan untuk menikah setelah kalian resmi bercerai.” Perkataan Stella yang barusan langsung membuat Jeslyn lemas.


“Bukankah sudah aku bilang. Kalau Dave masih mencintaiku. Terbukti dia langsung menceraikanmu saat aku memintanya.” Stella tersenyum dengan bangga.


“Pergilah..Jangan menggangguku!”


“Jeslyn..Percuma saja kau terus menghindariku. Sebentar lagi Dave akan benar-benar menjadi milikku. Aku akan menjadi Nyonya Dave menggantikan dirimu,” ucap Stella dengan senyuman mengejek.


“Aku akan meminta Dave memberikan langsung surat cerai kalian, jika kau tidak ingin bertemu denganku lagi.” Stella pergi meninggalkan Jeslyn dengan senyuman penuh kemenangan.


Jeslyn langsung bersandar pada mobilnya setelah kepergian Stella. Ucapan Stella terus terngiang-ngiang di telinganya. Tubuhnya seperti tidak memiliki tenaga lagi. Dengan perlahan dia membuka pintu mobil lalu kemudian duduk di kursi kemudi.


Jeslyn tampak termenung untuk beberapa saat. Tidak lama kemudian Jeslyn mulai melajukan mobilnya dengan perasaan yang campur aduk. Dia seperti tidak fokus ketika mengendarai mobilnya.


Saat berada di perempatan jalan, Jeslyn tampak tidak sadar kalau dirinya menerobos lampu merah. Tanpa duga dari arah lain ada mobil yang sedang melaju kencang. Jeslyn langsung tersadar ketika mobil tersebut membunyikan klaksonnya.

__ADS_1


Jeslyn langsung tersadar dan membanting stir ke arah yang lain hingga mobilnya menghantam pembatas jalan dengan keras. Jeslyn yang mengalami syok seketika langsung pingsan.


Bersambung..


__ADS_2