Berbagi Cinta : Cinta Sesungguhnya

Berbagi Cinta : Cinta Sesungguhnya
Kemarahan Ayah Felicia


__ADS_3

"Plaaaak." Felicia terkejut ketika ayahnya menampar pipinya dengan keras.


Paa.." seru Felicia dengan air mata yang mulai kelaur dari pelupuk matanya.


"Papaaa..! Kenapa Papa malah menampar Felicia?" teriak ibu Felicia ketika melihat suaminya menampar anak kesayangannya. Dia berlari menghampiri anaknya yang sedang memegang pipinya yang terasa sakit.


Ayah Felicia menoleh pada istrinya dengan wajah yang merah padam. "Ini semua gara-gara Mama yang terlalu memanjakan dia, sehingga dia jadi begini," hardik ayah Felicia.


Dia baru saja mendapatkan surat pemanggilan untuk Felicia dari kantor polisi. Baru 2 hari yang lalu Felicia keluar dari rumah sakit. Felicia belum berani memberitahukan pada orang tuanya mengenai laporan Dave terhadapnya.


Ketika ayahnya tahu mengenai surat pemanggilan tersebut, dia langsung menghubungi Dave. Dia ingin menanyakan langsung pada Dave mengenai laporannya tersebut. Setelah mengetahui ceritanya dari Dave sang ayah langsung murka.


Awalnya dia memang curiga kenapa Dave tidak pernah mendampingi Felicia ketika di rumah sakit. Apalagi apa yang menimpa Felicia adalah yang yang sangat berat dan membuat Felicia terpuruk.


Ketika orang tuanya bertanya pada Felicia, mereka dikejutkan oleh berita mengenai perceraian anaknya. Ayah Felicia yang heran langsung menanyakan penyebab perceraian anaknya. Felicia tidak berani memberitahukan penyebab Dave menceraikannya. Dia takut kalau ayahnya akan marah padanya kalau mengetahui kesalahan yang sudah dia perbuat.


"Paa, dengar dulu cerita dari Felicia, bisa jadi ini cuma salah paham, Pa." Ibu Felicia berusaha untuk menenangkan suaminya agar tidak menyalahkan anaknya lagi.


Sesudah mendengar cerita Dave, dia langsung memberitahukan pada istrinya tentang kelakuan anak mereka. Awalnya ibunya juga terkejut, tapi sesudahnya mendengar semua ceritanya, ibu Felicia tampak tidak percaya kalau anak kesayangannya bisa melakukan hal tersebut.


"Apa menurut Mama Dave akan berbohong pada Papa? Sudah jelas-jelas dia yang salah. Berani sekali dia mencelakai istri pertama Dave, apalagi mereka sampai kehilangan bayi mereka," ucap ayah Felicia menggebu-gebu.


Ayah Felicia tampak memandang anaknya dengan wajah yang masih emosi. Felicia masih dia sambil berlinang air mata.


"Pa, Felicia juga kehilangan bayinya. Bagaimana bisa Papa hanya menyalahkan anak kita. Bisa jadi istri pertama Dave yang justru mencelakai anak kita, buktinya anak kita rahimnya sampai diangkat. Dan istri Dave hanya kehilangan anaknya saja."


Saat tahu anaknya keguguran dan rahimnya haris diangkat, ibu Felicia tampak langsung marah dan menyalahkan Dave karena tidak bisa menjaga anak semata wayang mereka. Setelah mendengar berita tersebut, dia berniat menemui Dave dan ibunya, tetapi langsung dicegah oleh Felicia. Felicia sampai memohon pada ibunya agar tidam memperpanjang masalah tersebut karena takut kejahatannya akan terbongkar jika sampai ibunya menemui Dave langsung.

__ADS_1


Felicia nampak sudah terisak,tapi dia tidak berani membuka suara karena takut ayahnya akan bertambah marah.


"Dave bilang dia punya rekamam CCTV ketika Felicia mendorong Jeslyn dari tangga. Tidak mungkin Dave melaporkan anak kita ke polisi jika tidak memiliki bukti kuat Ma. Dia bahkan sampai menceraikan Felicia tanpa menunggu kondisi anak kita pulih, itu artinya kesalahan anak lita sudah sangat fatal," sergah papa Felicia cepat.


Emosinya sulit untuk dikendalikan saat ini. Dia bertambah emosi ketika tahu saat anaknya berselingkuh bahkan sampai hamil anak selingkuhannya.


"Pasti ada alasan kuat kenapa Felicia melakukan itu Pa. Papa jangan menyalahkan anak kita terus. Anak kita tidak mungkin mencelakai orang lain kalau dia tidak diganggu terlebih dahulu," bela ibu Felicia. Dia tidak suka kalau suaminya terus-terusan menyalahkan anaknya. Selama ini yang dia tahu Felicia adalah anak penurut dan tidak pernah menimbulkan masalah. Yang dia tahu kalau kerjaan anaknya hanya bersenang-senang, dan menghamburkan uang.


"Seharusnya Mama tidak membela Felicia disaat dia melakukan kesalahan. Jika Mama terus membenarkan kesalahan yang dia perbuat, bagaimana bisa dia menyadari kesalahannya dan bisa bertanggung jawab dengan apa yang sudah dia lakukan. Papa sangat malu pada keluarga Tjendra. Mau ditaruh di mana muka Papa Ma?" ujar ayah Felicia dengan wajah marah dan frustasi dan kecewa.


"Kenapa Papa jadi menyalahkan mama juga? Lebih baik Papa mencari cari agar anak kita bisa lolos dari masalah ini."


Ibu Felicia masih saja belum menyadari kalau memang dia sudah salah dalam mendidik anaknya. Terlalu memanjakan dan memberikan apa yang dia mau, membuat Felicia merasa apa yang dia inginkan harus dia dapatkan, mau itu cara yang salah ataupun benar, dia tidak peduli.


"Mama pikir kita bisa melawan keluarga Tjendra? Felicia tidak dituntut hukuman mati saja sudah bagus, Ma. Dia dan selingkuhannya itu merencakan pembunuhan Dave. Dia juga hampir membunuh istrinya. Papa tidak habis pikir dengan pola pikir anak kesayanganmu itu Ma. Dia sudah mencoreng nama baik keluarga kita. Papa sangat malu mempunyai anak seperti dia," ungkap ayah Felicia masih dengan wajah yang dipenuhi emosi.


"Mama sepertinya belum menyadari kesalahan apa yang sudah diperbuat oleh anak kita. Apa Mama pikir Dave akan membantu orang yang sudah mencelakainya dan juga istrinya?" Ayah Felicia sangat tidak lagi apa yang ada dipikiran istrinya. Dia bahkan terlihat tidak menyesali perbuatan yang sudah dilakukan oleh anaknya.


"Paa, Felicia itu hanya khilaf. Dia hanya tidak sengaja mencelakai orang lain," ucap ibu Felicia enteng. Ibu Felicia tampak tidak merasa kalau kesalahan anaknya adalah kesalahan besar. Terbukti tidak ada rasa penyesalan di dalam wajah istrinya.


"Hanya kata Mama??" pekik ayah Felicia dengan wajah yang merah padam. Kali ini, dia sungguh dibuat emosi oleh perkataan istrinya. "Felica hampir saja membunuh. Mama bilang hanya tidak sengaja??" tanya ayah Felicia dengan penuh penekanan.


Ibu Felicia tampak menunduk. Dia tidak berani lagi membantah ucapan suaminya. Dia tahu kalau saat ini suaminya sudah sangat marah.


"Cukup Pa. Jangan menyalahkan Mama lagi." Karena sudah tidak tahan mendengar perdebatan orang tua akhirnya Felicia membuka suara.


Ayah Felicia beralih menatap anaknya. "Dengarkan Papa. Nanti kau harus ikut Papa untuk meminta maaf pada Dave dan istrinya. Walaupun Papa tahu, mereka tidak akan memaafkanmu, tetapi setidaknya kau harus meminta maaf dan mengakui kesalahan yang kau buat."

__ADS_1


"Tapi Paa...." Ibu Felicia tampak menghentikan ucapannya ketika melihat tatapan tajam dari suaminya.


"Mama jangan pernah membela anak ini lagi. Dia harus bertanggung jawab atas apa yang sudah dia perbuat. Asal mau tahu, kalau bukan karena kebaikan Dave pada keluarga kita. Mungkin kita sudah menjadi gembel saat ini."


Ibu Felicia menatap heran pada suaminya. "Maksud Papa?"


"Selama ini perusahaan Papa mengalami krisis keuanga. Saat Dave menikah dengan Felicia, dia memberikan suntikan dana pada perusahaan papa yang nyaris saja bangkut," terang ayah Felicia.


"Seharusnya kau itu berbaik hati pada Jelsyn, selain dia mau berbagi suami denganmu, dia juga tidak pernah mengganggumu. Suaminya bahkan memberikan bantuan pada keluarga kita. Kau tidak akan menemukan orang sesabar Jeslyn dan sebaik Dave dengan posisimu sebagai orang ketiga dalam rumah tangga mereka," lanjut Ayah Felicia lagi.


Ibu Felicia tampak tercengang, dia baru tahu mengenai bantuan Dave terhadap keluarganya. Selama ini ayah Felicia memang tidak pernah menceritakan pada istri dan anaknya


Felicia tampak masih menunduk seraya terdiam. "Jika mereka tidak mau memaafkanmu, papa juga tidak sudi mengakuimu sebagai anak. Papa tidak pernah mengajarimu untuk berbuat diluar batas seperti itu."


Ayah Dave menyesali karena selama ini dia tidak mengntrol anaknya. Dia terlalu disibukkan oleh urusan pekerjaan sehingga membuat anaknya menjadi seperti itu. Salah asuh yang menyebabkan Felicia tidak pernah takut berbuat buruk pada orang lain karena masalah dengan mudah diselesaikan oleh ibunya.


"Papa rasanya sudah tidak memiliki muka lagi untuk bertemu dengan keluarga Dave. Memang lebih kau menghabiskan waktu dipenjara untuk merenungi semua kesahanmu. Jangan menganggap papa sebagai ayahmu kalau kau masih belum menyesali perbuatanmu dan mendapatkan maaf dari Dave dan istrinya."


Selama ini memang istrinya terlalu memanjakan anaknya, jika Felicia berbuat salah, bukannya memarahinya, ibu Felicia cendrung membela anaknya dan menyalahkan orang lain. Karena dukungan dari ibunya membuat Felicia seperi terbiasa berbuat salah tanpa menyesali perbuatannya, dan sikap itulah yang ayah Felicia tidak suka dari istrinya. Bukannya mengajarkan tetapi malah membenarkan kesalahan putrinya.


"Papaaa... bagaimana bisa papa bilang seperti itu pada anak semata wayang kita?"


"Jika Mama tidak keberatan dengan apa yang papa sampaikan. Mama juga bisa keluar dari rumah ini bersama dengan Felicia."


Mata istrinya langsung membulat. Dia tidak menyangka kalau suaminya akan berkata seperti itu padanya.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2