Berbagi Cinta : Cinta Sesungguhnya

Berbagi Cinta : Cinta Sesungguhnya
Permintaan Jeslyn


__ADS_3

“Mungkin saja dia iri karena anak Felicia akan menjadi cucu pertama sekaligus pewaris Tjendra group nantinya,” ucap ibu Dave dengan enteng.


Felicia tampak tersenyum tipis. “Maa, Jeslyn adalah istri pertamaku. Hanya anak dari Jeslyn yang akan menjadi penerusku nanti.”


Dave sebenarnya sudah berkali-kali menegaskan pada ibunya mengenai hal itu, tetapi ibu Dave tampak tidak menganggap sama sekali ucapan anaknya.


“Mama tidak peduli dia istri pertamamu, yang pasti Felicia yang akan melahirkan terlebih dahulu, secara tidak langsung dia akan menjadi cucu pertama dari keluarga kita. Lagi pula, mama tidak pernah menganggap anak Jeslyn sebagai cucumu mama,” ucap ibu Dave dengan wajah angkuh.


“Maa..! Bagaimana bisa Mama mengatakan kalau anak yang ada di kandungan Jeslyn bukan cucu mama? Dia darah dagingku Ma, yang berarti ada darah mama juga mengalir dalam tubuhnya.”


“Mama hanya perlu anak dari Felicia saja. Mama tidak mengharapkan anak dari Jeslyn. Dari awal mama tidak pernah setuju kau menikah dengannya," ucap ibu Dave dengan wajah acuh.


Dave berusaha untuk mengatur napasnya. Dia merasa marah ketika mamanya tampak tidak peduli sama sekali dengan anaknya yang ada di kandungan Jeslyn. “Suatu saat Mama akan menyesal dengan perkataan Mama sendiri.”


Ibu Dave tampak masih acuh. Dia tidak terpengaruh sama sekali dengan ucapan anaknya. “Itu tidak akan terjadi.” Ibu Dave berdiri setelah meraih tasnya. “Jaga baik-baik Felicia. Jangan sampai terjadi apa-apa dengan kandungannya. Mama pulang dulu.”


Dave hanya diam. Dia menatap ibunya yang sedang memeluk Felicia dengan erat. “Mama pulang dulu ya sayang. Jaga dirimu baik-baik. Hubungi mama jika Dave memperlakukanmu dengan buruk,” ucap ibu Dave sambil melirik sekilas pada anaknya.


“Baik, Ma.” Felicia mengantar ibu mertuanya sampai ke depan.


Beberapa menit kemudian Felicia kembali masuk ke dalam rumah. “Aku akan mengantarmu ke kamar.” Dave bangun dari duduknya lalu menghampiri Felicia.


Felicia tampak bingung dengan sikap Dave. Dia hanya diam sambil mengikuti langkah Dave yang terlihat sedang menuju kamarnya. Berbagai macam pertanyaan muncul di benak Felicia.


Dave meraih handle pintu. “Masuklah, aku ingin bicara denganmu.” Dave berjalan mendahului Felicia kemudian duduk di sofa panjang yang ada di dalam kamar.


“Ada apa Dave?” tanya Felicia ketika Dave hanya diam tanpa mengatakan apapun padanya. Felicia merasa risih ketika Dave terus memandangnya.

__ADS_1


“Mari bercerai Fel.”


Ucapan Dave sukses membuat Felicia terkejut. Dia tidak menyangka pertemuan pertama dengan Dave langsung membahas masalah perceraian.


“Aku tidak mau. Aku sedang hamil Dave. Bagaimana bisa kau dengan teganya minta cerai,” ucap Felicia dengan wajah marah.


“Fel, seharusnya kau tahu apa alasannya. Kau tenang saja, aku tetap akan memberikanmu rumah, uang serta 30% dari asetku. Hidupmu akan terjamin dengan kompensasi yang aku berikan padamu.”


Walapun Dave tidak mencintai Felicia, tetapi dia tetap memikirkan nasib Felicia setelah bercerai dengannya. Dia sudah mengatur uang kompensasi yang besar untuk Felicia. Kompensasi tersebut bahkan bisa menghidupi dirinya dan anaknya sampai Felicia menua.


“Aku tidak mau Dave. Aku mencintaimu. Aku tidak mau bercerai denganmu. Kau tahu sendiri ibu tidak akan membiarkanmu menceraikan aku.“


“Jangan membuat rumit masalah ini Fel, jika kau bersikeras tidak ingin bercerai dengaku, aku akan melakukannya dengan caraku. Kau tidak akan bisa mencegahku. Lebih baik kau menyetujui perceraian kita. Aku tahu keluargamu nyaris bangrut dan sedang membutuhkan uang dalam jumlah besar untuk menyelematkan perusahaan kalian.”


“Dave, jangan memaksaku untuk melakukan hal buruk pada Jeslyn. Kalau sampai kau menceraikan aku. Aku akan membuat hidup Jeslyn menderita,” ancam Felicia dengan wajah penuh amarah.


“Jika kau berani menyentuh Jeslyn sedikit saja, akan kupastikan keluargamu hidup menderita Fel. Kau juga tidak akan mendapatkan apa-apa dariku jika kau menentangku. Lebih baik kau menyetujui perceraian kita.”


“Apa aku harus mengungkapkan kepada publik tentang perselingkuhanmu dengan Bian? Jika perlu aku akan mengungkapkan bahwa bayi yang ada di kandunganmu bukanlah anakku,” ucap Dave dengan tatapan tajam ke arah Felicia.


“Apa kau mempunyai bukti bahwa anak ini bukan anakmu? Bukankah malam itu aku sudah bilang, sebelum aku menjalin hubungan dengan Bian, aku sudah mengandung anakmu terlebih dahulu. Anak ini adalah darah dagingmu Dave,” ujar Felicia penuh percaya diri.


“Felicia, aku bukan ibuku yang bisa dengan mudah kau bodohi. Aku akan memberikanmu waktu 3 hari untuk memikirkannya. Besok siang Zayn akan mengatarkan surat perceraian kita. Kau tinggal tanda tangani saja. Jika dalam 3 hari kau tidak mengambil keputusan, jangan salahkan aku jika aku mengambil tindakan sendiri. Kau tidak akan mendapatkan apapun dariku jika kau tidak menuruti perkataanku Fel.”


Dave melangkah pergi meninggalkan Felicia. “Kau tidak akan bisa menceraikan aku Dave. Kita lihat saja nanti,” tantang Felicia sebelum Dave menghilang dari balik pintu.


“Aku tidak membiarkanmu mengusirku dari sini Dave. Jika anaku tidak bisa menjadi pewaris keluarga Tjendra, aku juga tidak akan membiarkan anak Jeslyn menjadi penerus keluarga Tjendra,” gumam Felicia dalam hati.

__ADS_1


****


Dave terus memandang wajah istrinya yang sedang tertidur pulas. “Kau terlihat menggemaskan jika sedang tidur sayang, membuatku ingin memakanmu lagi,” ucap Dave sambil mengecup lembut pipi istrinya.


“Dave,” ucap Jeslyn ketika melihat suaminya sedang menatapnya sambil tersenyum. Jelsyn mengerjapkan matanya beberapa kali, dia merasa tubuhnya kembali segar setelah tidur selama 3 jam lamanya.


“Sudah sore sayang, bangunlah. Kenapa kau jadi tukang tidur sekarang?”


Jeslyn membenamkan wajahnya di dada suaminya. “Ini juga gara-gara kau Dave. Kau membuatku lelah,” ucap Jeslyn dengan wajah cemberut. Tentu saja Dave tidak bisa melihatnya karena wajahnya Jeslyn sengaja disembunyikan olehnya.


“Bangunlah, kau harus makan. Jangan sampai anakku kelaparan dan menjadi kurus nantinya,” gurau Dave sambil mengelus kepala istrinya.


Jeslyn menjauhkan tubuhnya dari Dave lalu menatapnya dengan wajah cemberut. “Jadi sekarang kau hanya peduli pada anakmu. Jangan-jangan kau sudah tidak mencintaku lagi?”


“Mana mungkin sayang. Aku mencintai kalian berdua. Tubuhmu akan lemas lagi jika kau tidak makan. Kau hanya makan sedikit tadi siang.”


Sebelum pulang ke rumah Dave mengajak Jeslyn untuk mempir ke restoran Italy untuk makan siang. Semenjak hamil Jeslyn justru menyukai makanan yang dulunya dia tidak suka.


Jeslyn langsung tersenyum. “Aku tahu Dave.. Aku hanya bercanda.” Jeslyn mulai bangun dari tidurnya bersamaan dengan Dave.


“Kau tunggu di sini saja. Aku akan menyuruh bi Asri untuk membawakan makanan ke sini.” Dave melangkah menuju pintu.


“Dave, aku tidak mau makan di sini. Aku ingin makan di bawah saja sambil menonton televisi,” ucap Jeslyn sambil menghampiri Jeslyn.


“Di sini juga ada televisi sayang, lebih baik makan di kamar saja.” Dave sebenarnya melarang Jeslyn untuk keluar karena tidak ingin kalau Jeslyn bertemu dengan Felicia.


“Tapi aku bosen Dave.”

__ADS_1


“Baiklah, tapi kita makan di lantai ini saja,” ucap Dave sambil merangkul pinggang Jeslyn berjalan menuju ruang kelurga yang berada di lantai 2 yang tidak jauh dari kamar Felicia.


Bersambung...


__ADS_2