Berbagi Cinta : Cinta Sesungguhnya

Berbagi Cinta : Cinta Sesungguhnya
Mengenang masalalu


__ADS_3

"Jeslyn," seru ayah Dave dengan wajah terkejut. Dia berjalan mendekati menantunya yang sedang duduk bersama dengan seorang anak kecil yang ada dipangkuannya.


Ketika melihat ayah mertuanya mendekat, Seketika Jeslyn langsung mengangkat Alea dari pangkuannya, lalu menghampiri ayah mertuanya sambil menggandeng Alea. "Bagaimana kabar Papa?" tanya Jeslyn sambil tersenyum.


"Papa baik." Ayah Dave kemudian menunduk menatap heran pada Alea.


Jeslyn yang melihat wajah penarasan ayah mertuanya seketika langsung berkata, "Alea, beri salam pada Opa," pinta Jeslyn sambil menunduk menatap Alea yang tampak sedang menatap ke arah ayah mertua Jeslyn sambil menerka siapa orang yang sedang menatapnya terus.


"Opa." Dengan malu-malu Alea maju, lalu mencium punggung tangan ayah Dave.


"Dia anak Stella Pa," ucap Ibu Dave yang baru datang dari arah dapur.


Ketika sampai mansionnya, ibu Dave langsung menuju dapur untuk menyuruh seseorang membawakan minuman dan camilan untuk Jeslyn dan Alea. Di rumah tersebut mereka memilki beberapa beberapa pekerja yang melakukan tugas yang berbeda-beda. Khusus untuk urusan dapur dikerjakan oleh bi Sarti.


Ayah Dave seketika menoleh pada istrinya, seolah meminta penjelasan dari istrinya. "Mama akan menceritakan semuanya pada Papa termasuk kenapa mereka bisa berada di sini." Ibu Dave keumdian mengajak mereka semua untuk duduk di ruangan keluarga.


Ibu Dave lalu menceritakan semuanya, sesekali diangguki oleh Jeslyn untuk membenarkan ucapan ibu Dave. Setelah mengetahui semua, Wajah ayah Dave tampak berubah menjadi cerah. Dia sangat bahagia akhirnya istrinya mau menerima Jeslyn sebagai menantunya, apalagi mereka sudah saling memaafkan.


Mereka melanjutkan obrolan sore itu di taman belakang. Mereka semua sedang menimati matahari sore dengan secankir teh dan camilan., sambil terus mengawasi Alea yang tampak sedang bermain-main di taman luas yang berada di dekat kolam renang.


Terlihat sekali rona kebahagaian terpancar dari wajah mereka semua. Tawa riang terdengar dari mulut mungil Alea, sesekali ditimpali Jeslyn.


****


Wajah Dave tampak panik dan cemas, ketika dia baru saja mendapatkan kabar kalau Jeslyn dan Alea berada di mansion orang tuanya. Dia langsung menyuruh asistennya melajukan mobilnya ke mansion orang tuanya saat itu juga. Untung saja pekerjaan Dave sudah selesai, jadi dia bisa langsung pulang ketik membaca pesan dari ibunya.


"Jeslyn.. Jes," panggil Dave sambil terus mencari keberadaan istrinya ketika dia baru saja sampai di mansion orang tuanya.


"Maa.. Mama.." Karena Dave tidak mendapatkan jawaban apapun dari Jeslyn, dia memutuskan untuk memanggil ibunya. Kondisi mansion orang tua Dave terlihat sangat sepi ketika dia baru saja tiba.


"Jeslyn," teriak Dave lagi.


"Jeslyn." Dave terus memanggil nama istrinya.


Seorang wanita paruh baya menghampiri Dave dengan langkah buru-buru. "Nyonya Jeslyn sedang berada di taman belakang, Tuan," ucap wanita paruh baya yang dikenal dengan nama bi Sarti.


"Terima kasih Bi." Dave langsung berjalan menuju taman belakang dengan langkah cepat yang cenderung berlari kecil.

__ADS_1


"Jeslyn," panggil Dave ketika melihat istrinya sedang menemani Alea bermain. Sementara kedua orang tuanya tampak hanya duduk di sebuah kursi panjang sambil memandang ke arah Jeslyn.


Jeslyn seketika langsung menoleh diikuti oleh kedua orang tuanya. "Dave," seru Jeslyn sambil berdiri.


"Daddy." Alea tampak melambaikan tangan ke arah Dave dan seketika langsung dibalas oleh Dave juga sambil tersenyum.


Setelah itu, Dave menghampiri Jeslyn lalu memegang kedua bahu istrinya sambil menatap wajah istrinya dengan wajah heran. "Kenapa kau bisa berada di sini? Apa mama memaksamu?" tanya Dave dengan napas yang tidak beraturan karena tadi dia sempat berlari kecil ketika mencari keberadaan istrinya di mansion besar orang tuanya.


Jeslyn menggeleng pelan. Dia kemudian menatap suaminya yang tampak berkeringat. "Tidak Dave. Mama tidak memaksaku," jelas Jeslyn.


"Aku akan menjelaskannya nanti, lebih baik kita masuk ke dalam rumah. Ini sudah mau gelap," ajak Jeslyn ketika melihat matahari sudah tenggelam dengan sempurna dan tidak menampakkan sinarnya lagi.


Dave mengangguk cepat. "Baiklah."


Jeslyn kemudian mengampiri Alea yang tampak masih bermain. "Sayang, kita masuk sekarang ya? Ini sudah gelap," ajak Jeslyn dengan suara lembut.


"Iya Ma." Jeslyn kemudian menggandeng tangan Alea, lalu berjalan mendekati Dave.


"Daddy," panggil Alea dengan wajah ceria.


"Iyaa sayang," ucap Dave lembut. Alea kemudian merentangkan kedua tangannya meminta Dave untuk menggendongnya.


Ibu Dave kemudian mendekati mereka. "Alea, bagaimana kalau masuk dengan Oma?" tanya ibu Dave sambil menunduk menatap wajah Alea yang tampak kecewa karena penolakan Dave.


Dahi Dave mengerut dengan alis terangkat satu. "Oma?" tanya Dave sambil menoleh pada istrinya, seolah meminta jawaban atas apa yang baru saja dia dengar dari mulut ibunya.


Kenapa Dave menatap Jeslyn, bukannya ibunya. Jawabannya adalah karena ibu Dave sengaja menghindari tatapan dia dan langsung menarik tangan Alea agar segera meninggalkan tempat itu. Ibu Dave sengaja buru-buru mengajak Alea agar Dave tidak banyak tanya padanya.


Jeslyn tersenyum sambil mengusap-usap lengan suaminya dengan pelan. "Nanti akan aku jelaskan sayang," ucapan Jeslyn dengan nada lembut. Jeslyn berusaha untuk membuat hati Dave dingin dulu. Dia hanya takut kalau Dave akan marah sebelum dia sempat menjelaskan semuanya.


Dave beralih ke arah ibu dan ayahnya yang terlihat sudah memasuki mansion mereka bersama dengan Alea. Dave kemudian memicingkan matanya menatap istri tercintanya. "Pasti ada yang kau sembunyikan dariku, kan?" tebak Dave dengan wajah yakin.


Jeslyn yang jarang sekali memanggil Dave dengan kata "Sayang" tentu saja langsung mengundang kecurigaan Dave terhadap istrinya. Biasanya Jeslyn akan memanggilnya kata "Sayang" jika dirinya melakukan kesalahan, mencoba membujuk Dave, atau sedang menyembunyikan sesuatu.


"Sudahlah. Ayoo masuk." Jeslyn langsung menarik tangan suaminya untuk masuk ke dalam mansion orang tuanya.


Sesampainya di dalam mereka tidak melihat keberadaan ibu Dave dan Alea, hanya ada ayahnya yang sedang duduk menikmati secangkir kopi panas.

__ADS_1


"Mama dan Alea ke mana Pa?" tanya Dave sambil mengedarkan pandanganya keseluruh ruangan saat tidak mendapati keberandaan mereka berdua. Dave sendiri sedang berdiri bersama dengan istrinya tidak jauh dari tempat ayahnya duduk.


Ayah Dave yang mendengar pertanyaan dari anaknya, seketika meletakkan cangkir kopi yang baru saja dia minum. Setelah itu dia baru menatap anaknya. "Sedang di kamar tamu, ibumu sedang membantu membersihkan tubuh Alea."


Barang Jeslyn dan Alea sudah diletakkan oleh Anis di kamar Dave. Anis adalah salah satu asisten rumah tangga mereka yang betugas membersihkan seluruh mansion tersebut. Sebemum ibu Dave membawa Alea ke kamar tamu, terlebih dahulu dia meminta Anis untuk mengambil perlengkapan Alea termasuk baju gantinya.


Ibu Dave sengaja tidak memakai kamar anaknya karena tidak ingin mengganggu anak dan menantunya.


Jeslyn kemudian mengapit lengan Dave. "Lebih baik kau mandi dulu Dave," usul Jeslyn.


"Baiklah," ucap Dave. Dia kemudian beralih pada Papanya. "Pa, kami ke kamar dulu."


"Ya."


Sesampainya di kamar, Dave langsung berjalan menuju kamar mandi. Dia merasa tubuhnya sudah sangat lengket.


"Apa yang kau sembunyikan dariku sayang," ucap Dave sambil memeluk istrinya yang tampak sedang berdiri di depan lemari pakaian untuk mencarikan pakaian untukknya.


Jeslyn tidak menyadari kehadiran suaminya seketika dibuat terkejut ketika mendengar suara sekaligus tangan yang sudah melingkar di area perutnya. "Dave, kau mngangetkanku." Jeslyn berusaha menoleh tapi tidak bisa karena saat ini Dave sedang memeluknya dari belakang sambil meletakkan dagunya di bahu istrinya.


"Dave, pakai bajumu dulu." Jeslyn mengangkat tangannya yang sedang memegang pakaian untuk Dave. Dia bisa merasakan kulit Dave menyentuh bajunya.


"Tidak mau! Aku masih ingin memelukmu," tolak Dave.


Tangannya sudah mulai menyusup ke dalam pakaian istrinya. "Dave, kita harus segera keluar, sebentar lagi makan malam. Mereka akan mencari kita nanti." Jeslyn harus segera menghentikan aksi suaminya sebelum terlambat.


Dave tampak mengacuhkan perkataan istrinya. "Apa kau ingat sayang, di kamar inilah pertama kali kita melakukannya." Seketika wajah Jeslyn memerah.


Tentu saja Jeslyn ingat betul apa yang dimaksud oleh Dave. Malam saat Felicia memberikan obat pada Dave yang berujung pada penyatuan diri mereka untuk pertama kalinya. Dave baru melepaskan Jeslyn menjelang pagi hari pada waktu itu sehingga membuar tubuh Jeslyn remuk.


"Aku tidak akan pernah melupakannya Dave. Itu adalah simbol kalau aku sudah menyerahkan seluruh hidupku padamu," ucap Jeslyn lirih.


Bagaimanapun malam itu adalah malam saat dia memberikan satu-satunya sesuatu paling berharga yang dia jaga selama hidupnya.


"Apa kau tahu, aku sangat bahagia malam itu Jes. Aku merasa menjadi laki-laki paling beruntung di dunia." Dave mulai memberikan kecupan lembut di leher Jeslyn. Seraya tangannya terus berkeliaran di dalam baju istrinya.


Bersambung...

__ADS_1


Bantu berikan dukungan untuk author dengan cara Komen, Vote, Favorite dan Like setiap bab ya. Kasih hadiah juga boleh..Dukungan kalian sangat berarti bagi Author.


Terima Kasih..


__ADS_2