Berbagi Cinta : Cinta Sesungguhnya

Berbagi Cinta : Cinta Sesungguhnya
Menemukannya


__ADS_3

Dave mengikuti taksi yang membawa Jeslyn pergi. Berbagai pertanyaan muncul di benaknya. Taksi yang ditumpangi Jeslyn berhenti di sebuah restoran. Restoran itu adalah restoran langganan Jeslyn. Dave melihat Jeslyn sudah memasuki restoran tersebut.


“Kau tunggu di sini.” Dave turun dari mobil. Dia mengikuti Jeslyn memasuki restoran itu.


Dengan hati-hati dia melihat ke dalam. Jeslyn sedang duduk memunggunginya. Dave memutuskan untuk mencari tempat duduk yang tidak jauh dari tempat duduk Jeslyn.


Dave memilih tempat duduk yang berada di sudut ruangan yang terhalang oleh tembok. Dia menutupi wajahnya dengan buku menu agar Jeslyn tidak bisa melihatnya.


Tidak lama kemudian datang seseorang laki-laki menghampiri Jeslyn. Dia adalah Dion, laki-laki yang sangat dibenci oleh Dave. Mereka terlihat sedang mengobrol serius.


Dave hanya bisa memandangi dari kejauhan. Dia tidak bisa mendengar pembicaraan mereka. Dia melihat Dion mengusap wajah Jelsyn. Tangan Dave seketika mengepal.


Dia ingin sekali menghampiri mereka dan menghajar Dion karena sudah berani menyentuh istrinya, tetapi dia urungkan ketika teringat hubungan buruknya dengan Jeslyn. Dia tidak ingin Jeslyn bertambah marah dengannya.


“Mungkin memang sudah saatnya aku melepasmu. Kau bahkan tidak pernah tersenyum bahagia seperti itu saat bersamaku,” ucap Dave ketika melihat senyuman lebar Jeslyn.


Dave memutuskan untuk meninggalkan restoran tersebut. Dia tidak bisa lebih lama lagi melihat Jeslyn bersama laki-laki lain.


*****


“Zayn, selidiki latar belakang Dion. Aku mau informasi yang lengkap.” Dave sedang memandang pemadangan kota dari lantai tertinggi gedung kantornya.


“Baik Tuan.”


“Zayn, apa kau sudah menyuruh Jody untuk menghentikan kasus perceraianku dengan Felicia?”


Saat mengetahui Felicia sedang hamil. Dave meminta Zayn mengabari pengacaranya untuk menunda perceraiannya sementara dengan Felicia. Setelah dia memiliki butki yang kuat, dia akan langsung menggugat cerai Felicia.


“Suruh pengawal untuk mengawasi Felicia mulai sekarang! Aku sangat yakin kalau itu bukan anakku.”


“Baik Tuan, lalu bagaimana dengan Nyonya Jeslyn? Apa Tuan yakin akan menceraikannya?” tanya Zayn.


Dave terdiam sesaat. Dia tampak memikirkan pertanyaan yang dilontarkan oleh asisten pribadinya. “Minta Jody menemuiku. Aku ingin membahas soal perceraianku dengan Jesyn. Aku sudah tidak bisa menahannya terus, Zayn. Aku tidak ingin membuatnya lebih menderita lagi.”


Saat melihat senyuman bahagia Jeslyn pada Dion tadi, dia baru menyadari kalau Jeslyn memang tidak pernah bahagia hidup dengannya.


Dia memutuskan untuk mempercepat perceraiannya dengan Jeslyn. “Tapi bukankah Tuan juga akan menceraikan nyonya Felicia? Kenapa Tuan menceraikan nyonya Jeslyn juga?”


Zayn tidak mengerti jalan pikiran Tuannya. Kenapa dia menceraikan kedua istrinya di saat yang berdekatan. Padahal, bosnya sudah mempunyai rencana untuk memberitahu publik kalau Jeslyn adalah istri pertamanya, sebelum ada berita kehamilan Felicia.


“Itu adalah permintaan Jeslyn, yaitu bercerai denganku secepatnya.”


Dave tiba-tiba ingat kata-kata Jelsyn mengatakan kalau dia sudah menyesal menikah dengannya.

__ADS_1


“Setelah aku resmi bercerai dengan jeslyn, baru aku akan menceraikan Felicia. Aku harus memiliki bukti kuat untuk menceraikan Felicia. Dia pasti akan menggunakan anak di dalam perutnya untuk menggagalkan perceraianku.”


“Saya akan mencari bukti secepatnya Tuan, agar kau bisa membuktikan kalau anak itu bukanlah anakmu.”


Zayn merasa iba melihat bosnya. Dia ingin membantu Dave mencaritahu anak siapa yang ada di kandungan Felicia secepatnya agar mereka tidak jadi bercerai.


“Aku tidak terlalu berharap banyak Zayn. Waktuku hanya tersisa sedikit untuk membuktikannya. Aku sudah siap jika memang aku harus berpisah dengan Jeslyn.” Dave tidak ingin menjadi egois dan hanya memikirkan dirinya saja.


“Tuan.....” Zayn tampak ragu ingin menyampaikan sesuatu pada Dave.


“Ada apa?” tanya Dave ketika melihat wajah ragu Zayn.


Zayn tampak berpikir. Dia tidak tahu ini adalah waktu yang tepat atau tidak untuk menyampaikan pada bosnya.


“Saya sudah menemukan keberadaan Nona Stella.” Akhirnya Zayn memberanikah diri untuk menyampaikan informasi tersebut.


Wajah Dave langsung berubah. “Benarkah?? Di mana dia?”


“Nona Stella ada di Swiss Tuan.”


“Bagaimana keadaanya? Apa dia baik-baik saja?” tanya Dave penasaran.


“Dia baik-baik saja Tuan. Tapi.. “


“Saya kehilangan jejaknya lagi Tuan. Dia sudah pindah lagi.”


“Apa dia sudah menikah?”


“Sepertinya belum Tuan, tapi menurut informasi yang saya dapatkan. Dia terlihat bersama dengan anak perempuan kecil.”


“Berapa usia anak itu?”


“5 tahun Tuan.” Melihat Dave diam, Zayn kemudian bertanya, “Apakah Tuan ingin saya mencarinya lagi?”


Dave memang sudah lama memerintahkan untuk mencari keberadaan Stella. Jauh sebelum dia menikah dengan Jeslyn, tetapi Stella seolah hilang ditelan bumi. Dia tidak menyangka di saat dia sudah tidak mengharapkannya lagi, Zayn justru menemukan keberadaannya.


“Tidak perlu, biarkan saja.” Dave tidak ingin fokus dulu dengan permasalahanya dengan Jeslyn dan Felicia.


“Baik Tuan.”


“Apa ibuku tahu mengenai keberadaan Stella?”


“Tidak Tuan.”

__ADS_1


“Bagus, tetap rahasiakan masalah ini dari ibuku. Aku tidak ingin ibuku mengganggunya lagi.”


“Baik Tuan.”


“Kau boleh pergi!”


*********


Setelah pertemuannya dengan Dion, Jelsyn pulang ke rumah Dave. Dia ingin mengambil baju dan barang-barang yang diperlukannya. Tidak ada siapa-siapa di rumah itu. Jelsyn tidak ingin berlama-lama berada di rumah tersebut. Setelah mengambil barang-barangnya. Dia kembali ke apartemennya.


Jeslyn berusaha untuk mencari kesibukan dengan merapikan barang-barang yang dia ambil dari rumah Dave tadi. Setelah selesai membereskan semuanya. Jeslyn memutuskan untuk berjalan-jalan ke taman yang ada di lingkungan apartemennya.


Jelsyn duduk di bangku yang ada di taman tersebut karena hari sudah mulai sore, banyak orang ada berada di taman tersebut. Banyak dari mereka membawa anak mereka untuk bermain di taman.


Jelsyn melihat anak kecil yang sedang menangis karena terjatuh. Dia langsung menghampiri anak itu. “Jangan menangis sayang,” ucap Jeslyn Jeslyn sambil membantu anak itu berdiri.


Dia mencoba menenangkan anak itu sampai berhenti menangis. “Di mana ibumu?” tanya Jeslyn ketika anak itu sudah tenang. Anak itu hanya diam tidak menjawab pertanyaan Jesyn. Dia hanya menatap wajah Jeslyn.


“Alea!” teriak seorang wanita cantik sambil menghampiri Jelsyn dan anak perempuan itu.


“Kau tidak apa-apa sayang?” ucap wanita itu sambil memeluk anak perempuan itu.


“Iyaa,” jawab anak itu sambil mengangguk.


“Apa kau ibunya?” tanya Jelsyn sambil menatap perempuan itu.


Wanita itu beralih menatap Jelsyn. “Iyaa, kau siapa?”


“Aku penghuni apartemen sini. Tadi aku melihat anakmu jatuh, jadi aku menghampirinya karena dia terus menangis,” jelas Jeslyn. Dia takut kalau ibu anak itu salah paham dengannya.


“Terima kasih karena sudah menolong anakku,” ucap wanita itu tulus.


“Tidak perlu berterima kasih aku hanya menenangkannya saja.”


“Kalau begitu aku permisi.” Jeslyn mengangguk.


Sebelum wanita itu melangkah pergi, dia sempat menatap Jelsyn sebentar, lalu kemudian berbalik pergi dengan anaknya.


Setelah kepergian wanita itu dan anaknya, Jeslyn memutuskan untuk kembali ke apartemennya. Sesampainya di apartemennya Jeslyn lalu membersihkan tubuhnya karena hari sudah mulai gelap.


“Tok... tok,” Terdengar suara ketukan pintu. Jeslyn berjalan menuju pintu. “Kenapa kau ke sini lagi?” tanya Jeslyn saat melihat Dave yang sedang berdiri di depan pintunya.


“Kau tidak suka aku datang?” Tersirat kesedihan dalam perkataan Dave.

__ADS_1


Bersambung ...


__ADS_2