Berbagi Cinta : Cinta Sesungguhnya

Berbagi Cinta : Cinta Sesungguhnya
Menuruti Semua Keiginanmu


__ADS_3

"Tidak akan sayang. Aku justru menyukai bentuk tubuhmu saat ini. Kau terlihat seksi dengan perut yang membesar," bisik Dave di telinga istrinya dengan suara seraknya.


Yang dikatakan Dave memang benar adanya. Dia mengatakan hal itu bukan hanya sekedar untuk menenangkan istrinya, melainkan dia memang merasa kalau istrinya terlihat lebih menarik dan seksi semenjak perut istrinya membesar. Perubahan itu justru membuatnya selalu ingin menyentuh istrinya.


Jeslyn membalik badannya lalu bertanya pada suaminya. "Benarkah?" Jeslyn meletakkan tangannya di dada suaminya ketika Dave sudah melingkar tangannya dipinggangnya.


"Iyaa, Sayang. Kau sangat cantik dengan tubuh seperti ini. Aku lebih suka melihat tubuhmu berisi dibandingkan tubuh kurus tanpa daging."


"Tapi tubuhku saat ini aku terlalu gemuk, Dave," protes Jeslyn.


"Wajar sayang, kau kan sedang hamil," ucap Dave lembut.


"Aku akan menurukan berat tubuhku setelah aku selesai memberikan asi eksklusif pada anak kita," aku Jeslyn.


"Iyaa, tapi jangan terlalu banyak kau turunkan. Aku lebih suka tubuhmu sedikit berisi, sayang. Jangan terlalu kurus seperti sebelumnya."


Dave merasa kalau tubuh istrinya berisi, dia terlihat lebih segar dan lebih cantik.


"Bukankah biasanya pria lebih suka wanita yang kurus? Jangan-jangan kau sengaja membuat aku terlihat jelek makanya aku tidak boleh menurunkan berat badanku terlalu banyak."


Dave terkekeh mendengar itu. "Tidak sayang. Aku serius kalau kau lebih menarik jika tubuhmu sedikit berisi, membuat aku selalu ingin....." Dave sengaja membisikkan pada istrinya lanjutan dari perkataannya.


Wajah Jeslyn langsung memerah dan tersipu malu. "Dave, jangan menggodaku." Jeslyn memukul pelan dada suaminya dengan wajah memerah.


"Aku berkata yang sebenarnya sayang. Jika saja kau sedang tidak hamil. Aku akan mengurungmu selama seminggu di dalam kamar," gurau Dave sambil tersenyum.


"Benarkah?"


Jemari Jeslyn mulai membuka kancing baju suaminya dengan tatapan menggoda. Dia sengaja ingin mengerjai suaminya setelah mendengar ucapannya barusan. Semejak Jeslyn memasuki usia kehamilan 8 bulan. Dave mati-matian menahan diri agar tidak terlalu sering menyentuh istrinya.


"Jangan menggodaku, sayang. Kau sengaja ya ingin membuatku tersiksa?" tanya Dave ketika jemari Jeslyn sedang menulusuri dada bidang suaminya setelah dia berhasil melepaskan kemeja dari tubuh Dave.


Jeslyn nampak tersenyum jahil. "Aku tidak menggodamu, Dave. Ini adalah keinginan anakmu. Dia ingin menyentuh tubuh ayahnya."


Dave tahu kalau Jeslyn berbohong dan sengaja ingin menggodanya karena Jeslyn pikir kalau dirinya tidak akan berani menyentuhnya.

__ADS_1


Dave menghela napas berat lalu berkata, "Sayang, apa kau tidak kasihan padaku?" tanya Dave dengan tatapan mengiba.


Sudah tiga minggu berlalu semenjak terakhir kali dia tidak menyentuh istrinya. Itu juga dia melakukannya hanya sebentar dan sangat hati-hati.


"Ini bukan keinginanku, Dave. Ini adalah permintaan anakmu." Jeslyn terus saja meraba tubuh suaminya dengan wajah tak bersalah.


"Kalau begitu aku lebih baik mandi. Jangan sampai aku hilang kendali, sayang." Dave memegang tangan istrinya agar tidak menyentuh tubuhnya lagi.


"Apa kau tidak sayang dengan anakmu? Dia akan sedih nanti jika keinginannya tidak dipenuhi."


Jeslyn berpura-pura menampilkan wajah kecewa dan sedihnya. Dave pasti akan luluh padanya jika dia menampilkan wajah sedih.


"Apa kau yakin itu keinginan anakku? Bukan karena kau sedang mengerjaiku?" tanya Dave dengan wajah curiga dan mata yang menyipit.


"Iyaa benar, Dave, ini memang keinginan anakmu. Sepertinya dia merindukan ayahnya karena hari ini ayahnya sibuk bekerja."


Jeslyn merasa senang melihat wajah tak berdaya suaminya. Selama ini, dia selalu saja dikerjai oleh suaminya sehingga membuat Jeslyn kesal.


Dave menyeringai lalu berkata, "Kalau begitu, aku akan menengoknya sekalian agar dia tidak merindukanku aku lagi." Detik kemudian Dave sudah mengangkat tubuh istrinya ke arah tempat tidur.


Jeslyn nampak tercengang. "Dave, turunkan aku."


"Bukankah kau bilang anakku merindukanku karena seharian ini aku sibuk bekerja?" tanya Dave dengan satu alis terangkat. Dave mulai melepas kain yang melekat pada tubunya dan istrinya.


"Tunggu dulu, Dave." Jeslyn berpikir dengan cepat bagaimana caranya untuk lolos dari suaminya.


"Anakmu bilang sudah tidak merindukanmu lagi, jadi lebih baik kau mandi sekarang. Aku tahu kau pasti lelah setelah bekerja."


"Sekarang aku yang merindukan anakku, sayang. Dan aku juga tidak lelah sama sekali."


Jeslyn sudah tidak bisa lari lagi dari suaminya. Perutnya yang sudah besar membuatnya kesulitan untuk bangun dan bergerak sehingga dia akhirnya pasrah ketika suaminya mulai menyentuhnya lagi. Jeslyn pun hanya meminta pada suaminya untuk berhati-hati.


*****


Pagi ini Jeslyn berencana untuk bertemu Stella yang sedang hamil besar juga. Kandungan Stella sudah memasuki usia 7 bulan. Mereka memang berencana untuk bertemu karena ingin berbelanja baju dan perlengkapan bayi mereka sebelum Jeslyn dibawa Dave ke rumah sakit.

__ADS_1


Sebenarnya Dave sudah melarang istrinya, untuk pergi ke mall karena takut istrinya akan melahirkan tiba-tiba karena memang istrinya sudah waktunya akan melahirkan, tapi Jeslyn terus membujuk suaminya hingga akhirnya Dave mengijinkan jika dirinya ikut serta bersamanya.


Jeslyn dan Stella sering kali berbagi pengalaman selama masa kehamilan mereka, apalagi Stella sudah pernah mengalami sebelumnya dan setidaknya lebih banyak tahu dari pada dirinya. Mereka terlihat seperti adik dan kakak jika sedang berjalan bersama. Hubungan mereka juga sudah sangat dekat seperti layaknya saudara kandung. Hubungan Dave dan Dion juga tidak sekaku dulu, mereka sekarang terlihat lebih santai jika bertemu.


Mereka pun beberapa kali mengobrol soal pekerjaan. Dion masih bekerja di rumah sakit, Dave. Padahal orang tuanya sudah meminta Dion untuk mengambil alih perusahaan tapi Dion menolak. Akhirnya Stella yang dipercaya oleh orang tua Dion untuk mengurus perusahaaan, tapi saat kehamilan 8 bulan nanti, Dion meminta istrinya untuk berhenti bekerja.


Jeslyn sedang bersiap di dalam kamar bersama suaminya. Setelah selesai bersiap mereka langsung menuju ke rumah Dion dan Stella. Butuh waktu satu jam untuk sampai ke kediaman Stella dan Dion karena jarak antara rumah orang tua Dave dan Dion cukup jauh. Sesampainya di rumah Dion dan Stella, mereka terlihat berbincang sebentar lalu menuju mall yang akan mereka datangi.


Stella dan Jeslyn tampak antusias memilih perlengkapan bayi mereka. Sebenarnya ibu Dave sudah lama ingin membelikannya untuk cucunya hanya saja dilarang oleh Dave karena menurutnya terlalu cepat mempersiapkan perlengkapan untuk anaknya karena saat itu usia kandungan Jeslyn baru memasuki usia 8 bulan.


Dave bilang pada ibunya jika ingin membelikannya setelah memasuki usia kehamilan 9 bulan saja. Akhirnya ibu Dave mengalah dan menungggu sampai mendekati hari kelahiran cucunya. Alhasil, seminggu yang lalu ibu Dave memborong banyak sekali pakaian bayi tanpa sepengetahuan menantu dan juga anaknya.


"Ini lucu sekali, bagaimana menurutmu?" Stella bertanya pada Jeslyn ketika melihat baju jumsuit berwarna pink dengan motif bunga.


"Iyaa, aku jadi ingin membeli baju ini, tapi aku takut kalau nanti anakku nanti laki-laki," ucap Jeslyn dengan wajah cemberut.


Berbeda dengan Jeslyn, Stella justru sudah tahu jenis kelamin bayi yang dikandungannya. Bayinya yang dikandung Stella berjenis kelamin laki-laki. Itulah membuat Stella lebih mudah dalam berbelanja pakaiaan untuk calon anaknya.


Sementara Jeslyn agak kesulitan menentukan baju dan perlengkapan yang akan dia beli. Padahal Dave sudah memintanya membeli pakaian dan perlengkapan untuk bayi perempuan dan laki-laki agar Jeslyn tidak kesulitan dalam membelinya, tapi Jeslyn merasa itu hanya pemborosan.


"Beli saja semuanya sayang, jangan sampai kau stress hanya karena bingung memilih baju untuk anak kita."


Dave terlihat tahan dengan istrinya yang menurutnya terlalu irit. Sedari tadi Jeslyn selalu tampak ragu untuk membeli sesuatu untuk anak mereka, padahal selama ini, Dave selalu membeli tanpa melihat harga.


Jeslyn menoleh pada suaminya. "Tapi...."


"Sayang, apa kau lupa siapa suamimu ini? Kau jangan terlalu irit, Sayang. Orang lain akan berpikir kalau aku ini orangnya pelit dan tidak bisa memanjakan istriku jika melihatmu seperti ini. Padahal apapun yang kau minta pasti akan selalu aku turuti," ucap Dave sambil menghampiri istrinya.


"Waaah, kau keren sekali, Dave," puji Stella sambil tersenyum pada Dave.


Dion menghampiri istrinya juga ketika mendengar istrinya malah memuji Dave.


"Jangan memujinya, Sayang. Aku juga selalu menuruti apapun kemauanmu." Dion terlihat tidak suka mendengar istrinya memuji mantan kekasihnya.


"Iya, aku tahu." Stella mengapit lengan Dion sambil tersenyum lebar.

__ADS_1


"Mbak, tolong bungkuskan semua pakaian dan perlengkapan bayi masing untuk anak laki-laki dan perempuan dengan merk dan kualitas paling bagus di toko ini," pinta Dave.


Bersambung..


__ADS_2