Berbagi Cinta : Cinta Sesungguhnya

Berbagi Cinta : Cinta Sesungguhnya
Menemukannya


__ADS_3

Hari ini Dave memutuskan untuk mencari istrinya. Dia tidak bisa tidur semaleman memikirkan keadaan Jeslyn. “Di, jika Zayn sudah datang langsung suruh ke ruanganku!” ucap Dave ketika dia baru saja sampai di depan meja sekertarisnya.


“Baik pak,” ucap Diana cepat.


Walaupun mereka berteman dekat, dia saat berada di ruang lingkup kantor, Diana selalu menggunakan sapaan formal pada Dave. Jika sudah berada di luar jam kantor, Diana hanya akan memanggil namanya saja.


Dave berjalan masuk ke dalam ruangannya. Dia duduk di kursi sambil memijit pelipisnya. Pikirannya sangat kalut semenjak kepergian Jeslyn. “Tok ...Tok ...Tok.” Terdengar suara ketika pintu.


“Masuk,” sahut Dave.


“Selamat pagi, Tuan,” sapa Zayn ketika dia baru saja membuka pintu ruangan Dave.


Pagi ini Dave sengaja datang lebih awal dari biasanya. Dia juga tidak meminta Zayn untuk menjemputnya pagi ini. Dave pergi ke kantor menggunakan mobil yang biasa dipakai oleh Jeslyn.


“Apa kau sudah tahu di mana keberadaan istriku?” tanya Dave langsung. Dia sudah tidak sabar untuk menemui istrinya.


“Sudah, Tuan,” jawab Zayn cepat. “Nyonya Jeslyn sedang berada di apartemennya,” sambung Zayn lain.


Apartemen itu adalah apartemen pribadi milik Jeslyn. Sebelum menikah dengan Dave, Jeslyn tinggal di apartemen tersebut. Dave memang tahu kalau Jeslyn mempunyai apartemen pribadi, tetapi diam tidak tahu pasti apartemen Jeslyn berada di mana.


“Apa kau tahu alamatnya?”


“Tahu Tuan.. Saya sudah menempatkan orang untuk mengawasi Nyonya Jeslyn.”


Zayn sengaja menempatkan beberapa orang pengawal di sekitar apartemen Jeslyn karena tidak ingin sampai kehilangan jejaknya lagi. Zayn juga ingin memastikan tidak ada yang mengganggu istri bosnya.


“Baguus Zayn, aku akan menaikkan gajimu 2 kali lipat dari sebelumnya.” Dave memang royal terhadap asisten pribadinya. Itu karena waktu kerja Zayn yang tidak menentu dan terkadang harus bekerja melebihi jam kerja orang normal.


Gaji yang diberikan Dave juga tidaklah kecil. Gaji sebulannya berkisar 30 juta diluar lembur dan bonus bulanannya. Terkadang jika Dave memberikan tugas yang sulit, bonusnya bisa melebihi dari gajinya. Itulah sebabnya Zayn betah bekerja dengan Dave. Untuk bisa bekerja dengan Dave juga tidaklah mudah. Dia harus melewati beberapa seleksi ketat.


“Terima kasih, Tuan,” ucap Zayn.


“Panggil Diana ke ruanganku,” perintah Dave.


Zayn langsung keluar ruangan Dave, tidak lama kemudian dia masuk bersama dengan sekertarisnya. “Di, cancel semua meeting hari ini! Aku ada keperluan penting di luar.”


Dave berencana langsung pergi ke apartemen Jeslyn saat itu juga. Dai benar-benar tidak sabar bertemu dengan istrinya.

__ADS_1


“Baik Pak, saya akan rescedule ulang meeting hari ini,” jawab Diana cepat.


“Jika ada berkas penting yang harus aku tanda tangani, kau bisa menghubungi Zayn.”


“Baik pak.”


“Kau boleh pergi.” Diana berjalan menuju pintu.


“Diana, tunggu.”


Diana langsung menoleh. “Ada apa, Pak?”


“Kalau ibuku bertanya tentang aku. Bilang saja aku adaa meeting di luar kota dan tidak bisa kembali hari ini. Jangan mengatakan apapun padanya. Jika dia bertanya hal lain, bilang saja kau tidak tahu.” Dave tahu, kalau ibunya pasti akan bertanya perihal keberadaannya hari ini.


Diana mengangguk. “Baik Pak.”


Ibu Dave memang sering kali mengecek keberadaan anaknya di kantor. Dia terkadang datang ke kantor untuk memastikan kalau anaknya memang benar ada di kantornya.


Dari kemarin sore ibu Dave terus saja munghubungi dirinya, memintanya untuk datang ke rumah sakit untuk menemani Felicia. Dave menolak permintaan ibunya, dia beralasan kalau dirinya sedang sibuk di kantor.


Felicia masih berada di rumah sakit. Ibu Dave memintanya untuk berisitirahat selama 2 hari di rumah sakit. Ibu Dave masih khawatir dengan janin di dalam perut Felicia.


Setelah kepergian Diana, Dave merapikan bajunya. “Zayn, antarkan aku ke aparemen istriku sekarang.” Dave berjalan keluar bersama Zayn menuju parkiran.


Lokasi apartemen Jeslyn dengan kantor Dave cukup jauh. Membutuhkan waktu sekitar 1.5 jam perjalanan untuk sampai ke sana. Setelah tiba di apartemen Jeslyn. Dave langsung melangkah dengan cepat menuju unit apartemen Jeslyn.


Dave mengetuk beberapa kali sebelum pintu terbuka. “Dave?” ucap Jeslyn dengan wajah terkejut.


Jeslyn memang tahu kalau Dave pasti bisa menemukan beradaanya, tetapi dia tidak menyangka kalau Dave akan menemukan keberadaanya secepatnya ini.


“Jeslyn, ijinkan aku masuk,” mohon Dave sambil menahan pintu dengan tangannya, agar Jeslyn tidak bisa menutup pintunya.


“Aku sedang tidak ingin berbicara denganmu,” ucap Jeslyn acuh tak acuh.


Dave langsung menerobos masuk ketika Jeslyn lengah. Dave kemudian mengunci pintunya. “Maafkan aku Jeslyn. Aku hanya ingin berbicara denganmu.”


Dave menarik tangan Jeslyn menuju sofa. Dia kemudian meraih tubuh Jeslyn ke dalam pelukannya. “Aku sangat merindukanmu Jeslyn,” ucap Dave sambil memeluk erat tubuh istrinya.

__ADS_1


Air mata Jeslyn langsung menetes di pipinya. Tidak bsia dipungkiri olehnya, kalau dia juga merindukan Dave. Semenjak kepergiannya dari rumah. Jeslyn hanya berbaring di tempat tidur sambil menagis.


Dia merasa sangat rapuh saat ini. Entah mengapa dia tidak bisa menahan air matanya. Jeslyn merasa tidak pernah sesedih ini. Dia selalu bisa menyembuyikan perasaannya di depan Dave.


Dia bahkan tidak menangis saat Dave mengatakan kalau dia mencintai wanita lain. Berbeda dengan saat ini. Suasana hatinya cepat sekali berubah. Belakangan ini dia merasa kalau dirinya terlalu lemah dan mudah terbawa suasana. Dia juga mudah terpancing emosi.


“Kenapa kau pergi dari rumah?” tanya Dave lembit ketika dia sudah melepaskan pelukannya.


Jeslyn masih diam. Dia tidak menjawab pertanyaan suaminya. Dave menatap wajah istrinya yang terlihat masih pucat. Dia berpikir kalau Jeslyn pasti belum memakan sesuatu.


“Dave, aku hanya ingin menenangkan pikiranku saat ini. Aku tidak bisa melihat wajahmu.”


“Katakan padaku, apa yang harus aku lakukan agar kau tidak marah lagi padaku.” Dave bisa mengerti kalau Jeslyn tidak ingin berbicara denganya saat ini, tetapi Dave juga tidak ingin masalah ini berlarut-larut.


Jeslyn mengalihkan pandangannya. “Ceraikan aku,” ucap Jeslyn singkat.


Dave langsung menggeleng kuat. “Aku tidak akan menceraikanmu. Harus berapa kali aku mengatakan kalau aku tidak akan pernah menceraikan aku.”


Jeslyn bangun dari duduknya. “Terserah padamu. Aku akan memberikanmu waktu seminggu untuk mencereraikan aku, jika tidak, aku yang akan menggugatmu langsung,” ucap Jeslyn tegas.


“Dave lebih baik kau pulang. Aku ingin istrirahat.”


Jeslyn meninggalkan Dave menuju kamarnya. Jeslyn merasa tubuhnya akan jatuh karena tubuhya tidak memiliki tenagan lagi. Itu karena Jeslyn belum memakan apaapun dari kemarin siang. Dia hanya meminum air saja. Dia kemudian merebahkan tubuhnya di tempt tidur.


Setelah melihat Jeslyn masuk. Dave menghungi Zayn. Dia minta Zayn untuk membelikan sarapan untuk dirinya dan Jeslyn. Dave melonggarkan dasinya, kemudian menyandarkan tubuhnya di sofa. Dia membiarkan Jeslyn untuk beristirahat dulu.


Sekitar 20 menit kemudian Zayn mengantarkan makanan untuk Dave dan Jeslyn. Setelah mengantarkan makanan, Dave menyuruhnya untuk kembali ke kantor.


Dave kemudian berjalan menuju dapur dan meletakkan makanan di atas meja makan. Setelah itu, dia kembali duduk di sofa. Dia menyandarkan tubuhnya sambil memejamkan matanya sejenak.


Dave membuka matanya setelah tertidur selama 1 jam. Dia berjalan masuk ke dalam kamar Jeslyn. Dia melihat istrinya sedang tertidur dengan tubuh tertutup selimut menyisakan kepalanya saja.


Dave berjalan mendekati istrinya. Dengan gerakan perlahan dia naik ke tempat tidur. Dave memasukkan sebagian tubhnya ke dalam selimut kemudian memeluk istrinya dari belakang.


“Aku sangat merindukanmu sayang,” gumam Dave pelan. Dia merasa tenang saat memeluk tubuh istrinya.


Jeslyn kembali menitikkan air mata saat mendengar ucapan Dave. Dia sebenarnya hanya pura-pura tidur saat mendengar suara pintu terbuka. Dia hanya ingin menghindari Dave. Dia berpikir Dave akan pergi jika melihatnya masih terlelap. Dia tidak menyangka kalau Dave justru akan naik tempat tdiur dan memeluknya.

__ADS_1


Kenapa sangat sulit untuk merelakanmu. Setelah apa yang terjadi aku masih tidak bisa membencimu Dave. Aku justru sangat nyaman saat berada di dalam pelukanmu saat ini. Aku merasa tidak bisa jauh darimu. Apa yang harus aku lakukan sekarang terhadapmu Dave?


Bersambung..


__ADS_2