Berhak Bahagia

Berhak Bahagia
BAB 1 - TELAT KERJA


__ADS_3

Keluarga adalah tempat pulang paling aman dan nyaman. Tempat belajar susah dan senang. Karena keluarga adalah teman paling setia.


 


🍀🍀🍀🍀🍀🍀


 


Roda kehidupan pasti berputar.


Kebahagiaan tidak akan selalu bersama kita. Dan setiap manusia pasti akan merasakan semua cobaan, dan kita semua tau, bahwa tuhan tidak akan memberikan cobaan yang melebihi kemampuan hambanya. Ini adalah kisah seorang gadis, berusia 15tahun. Yang harus menanggung beban hidupnya sendirian.


Ariska Hafiya, seorang gadis yang harus membagi masa remajanya, dengan menjadi tulang punggung keluarganya.


~ flasback on ~


Dia adalah gadis yang lucu dan energik, dia selalu ceria, tidak pernah ada kesedihan di raut wajahnya. Dia 3 bersaudara. Kakak pertamanya adalah laki-laki bernama Bayu Setiawan, kakak yang kedua adalah perempuan yaitu Arisna Hafiyana. Dan yang terakhir adalah dia Ariska Hafiya. Btw dia ini kembar, dengan kakaknya Arisna Hafiyana.


Kehidupan mereka dibilang cukup bahagia. Memiliki orang tua yang sangat sayang terhadap mereka.


Riska gadis yang sangat manja, setiap harinya dia selalu ingin bersama dengan ayahnya. Sedangkan risna selalu dekat dengan ibunya.


"Yah, riska mau tanya. Kenapa sih yah, ayah selalu beliin apa yang riska mau" tanya riska kepada ayahnya.


"Karena kalian bertiga anak kesayangan ayah, bukan hanya riska. Ayah juga sayang bang bayu sama risna juga" jawab dari ayah


Kata-kata sayang selalu terucap dari bibir ayahnya. Beda dengan mamah riska, mamahnya selalu sibuk kerja. Ia jarang sekali dirumah. Tapi walaupun begitu riska dan saudaranya sangat mencintai mamahnya.


~ flashback off ~


Tanggal 9 september 2013 riska berulang tahun yang ke 15 tahun. Tahun ini adalah tahun yang berbeda dengan tahun-tahun yang lalu.


Di ulang tahun kali ini tidak ada pesta maupun hadiah.


"Eh ris kok nglamun aja" gertak bella, teman dari riska.

__ADS_1


"Eh engga kok hehe" riska tertawa receh.


"Jangan bohong kamu ada masalah ya, apa butuh uang lagi" tanya bella sedikit memaksa.


"Engga kok lagi ga enak badan" jawab riska dengan muka yang mulai sendu.


Di hari ulang tahunnya bukan kado ataupun pesta yang dia mau. Melainkan, dia ingin papahnya sehat seperti dahulu.


Burhan Hanafi ayahnya, Beliau sudah sakit sekitar 2 tahun belakangan ini. Karena sebuah diagnosa dokter yang mengatakan bahwa ayahnya menderita Lymphoma stadium 3. Semenjak ayahnya sakit perekonomian keluarga riskapun menurun.


Abangnya tidak bisa melanjutkan kuliah, mamahnya jadi jarang sekali dirumah, dan risna kakaknya. Harus rela bekerja setelah sepulang sekolah.


Riska pun tidak tinggal diam, sepulang sekolah dia bekerja di sebuah cafe untuk menjadi waiters disana. Mulai bekerja dari jam 4 sore sampai jam 11 malam.


Belajar untuk sekolahnya di lakukannya di sela-sela istirahat kerjanya.


Riska tidak pernah mengeluh karena ayahnya selalu bilang "Anak ayah tidak boleh lemah, anak ayah anak-anak yang kuat. Kalau mau apa-apa tidak boleh nangis minta sama orang tua. Tapi harus berusaha dulu buat nabung. Kalau kurang baru ayah sama mamah yang nambahin"


Riska selalu ingat kata-kata dari ayahnya itu. Dan itulah alasan dia bertahan sampai sekarang, sekolah sambil bekerja. Untuk uang sekolah dan pengobatan ayahnya.


🍀🍀🍀🍀


" loh masih ada rapat osis ini, mau kemana lo" jawab dion.


"Ada kerjaan yon, aku duluan ya" sambil terburu-buru riska mengambil sepeda motornya lalu pergi meninggalkan parkiran sekolahan.


"Halah kebiasaan, selalu aja kerjaan jadi alasan" keluh dion, sambil menarik nafasnya gusar.


Di perjalanan riska merasa tidak tenang, karena ini sudah sangat telat untuk masuk kerja.


"Ahhh gara-gara pak samsul yang nambahin materi jadi telat, semoga si bos belum di cafe" gerutu riska dengan wajah panik.


Tiba-tiba ada tabrakan di depan matanya.


Seorang nenek-nenek yang sedang menyebrang tertabrak oleh anak SMA pulang sekolah yang naik motor dengan ugal-ugalan. "Astagfirullah" teriak riska.

__ADS_1


Riska langsung turun dari motornya dan berlari ke arah nenek itu yg terjatuh "Nek bangun nek, Tolong.. Tolong.. Tolong" teriak riska mencari bantuan.


Akhirnya nenek itu dibawa kerumah sakit, dan sebagai jaminannya riskalah yang menjadi nama pengantar nenek itu.


sekitar 30 menit riska menunggu keluarga dari sang nenek yang belum datang juga. sampai akhirnya anak dari nenek itupun datang.


"mbak bagaimana dengan ibu saya mbak" tanya perempuan itu dengan wajah yang sangat panik.


"Di dalam sudah di rawat tante, sudah di tangani dokter" jawabku, sambil menjabat tangannya.


"terima kasih ya mbak sudah bawa ibu saya ke rumah sakit. nama mbak siapa?" tanya perempuan itu.


"sama-sama tante, nama saya riska tante" jawab riska.


"Nama saya Ana, sekali lagi terima kasih ya mbak riska" jawabnya sambil memeluk riska. riska tau, pasti perempuan itu sangat panik sekarang. karena terdengar detak jantungnya yang terasa saat perempuan itu memeluk riska.


Tiba-tiba dia teringat sesuatu "Astagfirullah, kerjaan aku" batin riska.


"tante, riska duluan ya mau berangkat kerja" kata riska sambil menjabat tangan tante ana.


"iya mbak riska, hati-hati ya mbak" jawab tante ana dengan wajah yang masih panik.


secepatnya riska meninggalkan rumah sakit, setelah keluarga korban datang.


Dengan nafas yang memburu dia berlari ke arah motornya. Dengan tarikan gas motor yang kencang 60/km. Dia melaju melesat ke tempat kerja. Sesampainya di tempat kerja


"Riska.... dari mana saja kamu. Ini jam berapa" ternyata di depan pintu cafe sudah berdiri bu nadira, pemilik cafe tempatnya bekerja.


"Mati aku, gimana ini" batin riska.


🍀🍀🍀🍀🍀🍀


**Hai Semuanya salam kenal 😊


Ini adalah tulisan pertama saya. Maaf apabila ada kesalahan titik koma, atau kata yang kurang jelas di mengerti. Atau mungkin ada typo penulisan.

__ADS_1


saya minta maaf ya 😁


Terima kasih sudah membaca 🌹**


__ADS_2