Berhak Bahagia

Berhak Bahagia
Episode 61 – Make Over


__ADS_3

Selesai dengan urusan pergaunan, kini Lino pun membawa Luna ke salah satu salon yang cukup ternama di kota itu. Ya, salon yang biasa digunakan oleh ibu-ibu pejabat, para artis papan atas, dan orang-orang terkenal lainnya. Dan karena Bunda Nadia termasuk dalam jajaran orang penting di kota ini, maka tentunya ia juga memiliki member yang bisa memberikannya berbagai fasilitas lainnya yang tentu dibayar dengan harga yang tidak murah.


“Kenapa kesini?” tanya Luna yang telah berada di depan salon dengan tatapan heran.


Luna tidak habis pikir kenapa orang-orang kaya ini bisa dengan mudahnya menghabiskan uang untuk hal-hal yang tidak perlu seperti ini. Menurutnya, masih banyak salon lain yang memiliki harga relative murah dengan pelayanan dan hasil yang cukup baik. Jadi tidak perlu mendatangi salon yang terlalu mahal.


“Bunda ada di dalam. Menunggumu.” ucap Lino singkat menunjukkan bahwa ini adalah sebuah perintah yang tidak dapat dibantah.


Luna yang mendengar perkataan Lino pun hanya bisa mendengus pasrah dan mengikuti kemana laki-laki itu membawanya. Bagaimanapun juga, jika sudah perintah dari Bunda Nadia, Lino pun tidak memiliki kapasitas


untuk membantah.


Setelah memasuki salon tersebut, Lino langsung disambut oleh salah satu pegawai disana untuk menanyakan keperluannya. Karena, saat ini Bunda Nadia masih menikmati berbagai perawatan dari salon tersebut,


sehingga tidak mungkin jika Lino, yang dikenal sebagai anak kesayangan dari Bunda Nadia, telah datang untuk menjemput.

__ADS_1


“Saya membawa Nona atas nama Luna. Saya rasa Bunda Nadia telah memberitahukan apa yang harus dikerjakan untuk Nona ini.” ucap Lino sambil menarik tangan Luna perlahan untuk menyuruhnya maju dan menyerahkan


kepada pegawai tersebut.


Pegawai yang telah mengetahui apa yang harus dilakukannya, karena memang tadi Bunda Nadia membooking untuk dua orang, pun menuntun Luna untuk memasuki salah satu ruangan dimana Bunda Nadia sedang


melakukan perawatan.


“Silahkan Nona mengganti pakaiannya dengan ini agar kita bisa memulai perawatan. Pesan dari Bunda Nadia, kita harus selesai semua sebelum pukul lima sore.” ucap pegawai tersebut sambil menyerahkan pakaian khusus kepada Luna dan meninggalkannya untuk mengganti pakaian.


Luna pun keluar setelah selesai dengan urusan mengganti pakaian dan menyimpan pakaiannya sendiri ke dalam loker yang telah disediakan.


“Silahkan Nona Luna. Bunda Nadia telah menanti Anda di dalam ruangan itu.” ucap pegawai yang memang sejak tadi mengawal Luna. Dan Luna pun masuk ke dalam ruangan tersebut, dimana Bunda Nadia sedang melakukan


perawatan dan sedang menunggunya.

__ADS_1


“Akhirnya kamu datang, Nak. Kita nikmati dulu perawatannya. Setelah ini, aku akan memperkenalkan kamu kepada semua kolega-kolega. Kamu harus tampil cantik, menawan, dan memukau semua orang disana.” ucap Bunda Nadia yang melihat kedatangan Luna.


Luna pun hanya menganggukan kepalanya tanda mengerti ucapan Bunda Nadia. Dan Luna pun menuju tempat yang telah disediakan dan ditunjukkan oleh pegawai salon tersebut. Luna pun menikmati setiap perawatan


yang diterimanya. Ya, Luna memang sudah sangat lama tidak memanjakan dirinya seperti saat ini. Terlebih ketika dia masih bersama keluarganya, waktu dan uangnya tidak akan pernah bisa dinikmati untuk kesenangan seperti ini.


*************


Siapa yang gak mau dibayarin perawatan mahal? Hehehe.. Mith juga mau kalau ada yang mau bayarin.. hehehe


Mohon maaf karena kemarin tidak update ya. Mith abis cabut gigi jadinya otak juga mapet banget buat mikir. Harap maklum ya. Hehe


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini ya. Jangan lupa like, komen, dan vote nya.


**************

__ADS_1


-Bersambung-


__ADS_2