
Pagi hari pun menjelang. Sang surya telah mulai menampakkan sinarnya. Burung-burung pun telah berkicau memamerkan suara merdu mereka. Namun, kedua insan manusia yang berada di kamar hotel itu masih bergelung di bawah selimut tanpa merasa terganggu dengan alam yang telah bangun dari tidur panjangnya.
Ya, Lino dan Luna masih bergelung dengan selimut yang membungkus tubuh polos mereka. Dengan masih berpelukan satu sama lain, rasanya dua orang ini akan tertidur hingga siang nanti. Mereka masih terlalu lelah dengan pergulatan panas mereka yang terjadi berulang kali.
Setelah beberapa jam matahari bergerak naik, akhirnya salah satu dari mereka pun mulai menggerakkan tubuhnya. Mulai menggeliat dan merentangkan tubuhnya layaknya orang bangun dari tidur panjangnya.
Kali ini, Lino adalah orang yang pertama menggerakkan tubuhnya. Matanya pun mulai mengerjap dan membuka sedikit demi sedikit, menyesuaikan diri dengan cahaya yang masuk.
Dan setelah matanya benar-benar terbuka, Lino pun mulai melihat kesamping. Dia masih mendapati gadis yang sekarang telah menjadi wanitanya seutuhnya itu tidur dengan nyenyak seperti bayi disampingnya.
Lino pun mengulas senyumnya. Terlebih ketika mengingat pergulatan panas mereka semalam. Entah bagaimana jika wanita disebelahnya ini terbangun. Pasti akan terjadi kehebohan nantinya.
Sepertinya, Lino juga harus merubah semua rencananya kedepan. Ia tidak mungkin hanya akan bertunangan dengan wanita yang telah di ambil kegadisannya itu. Bahkan semalam, seingatnya, ia telah menyemburkan
laharnya berkali-kali di dalam wanita itu. Mereka pun tidak menggunakan pengaman apapun.
__ADS_1
Oleh karena itu, sepertinya Lino harus merubah persta pertunangannya menjadi sebuah pesta pernikahan yang sangat mewah. Ia tidak ingin terjadi hal-hal diluar dugaan nantinya dengan wanita yang telah mengisi hatinya itu. Apalagi jika nantinya wanita itu dicap buruk oleh orang lain. Rasanya Lino tidak akan bisa tinggal diam.
Lino pun tidak membuang waktu lagi. Setelah puas memandang wajah wanita disampingnya itu, ia pun segera menghubungi pihak wedding organizer untuk merubah semua rencananya, sembari menunggu wanita itu
bangun dari tidurnya. Setelah itu, Lino pun memutuskan untuk membersihkan dirinya.
Ditengah-tengah Lino sedang membersihkan dirinya, ia pun mendengar suara erangan dari dalam kamar. Dan Lino pun tahu bahwa itu adalah suara wanitanya yang pasti merasa kesakitan pada area sensitifnya.
Lino tahu itu karena perbuatan mereka adalah yang pertama bagi mereka berdua. Dan darah yang ada di kasur menjadi bukti nyata bahwa dirinyalah yang membobol pertahanan terakhir dari wanita yang dicintainya itu.
“AAAAAAAAAAAAAA..” teriak Luna ketika melihat Lino keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunakan bathrobe.
Mendengar teriakan Luna, Lino pun segera berlari menadapati wanitanya.
“Kenapa?” tanya Lino dengan wajah bingung yang menyiratkan ketidaktahuan akan alasan Luna mengeluarkan teriakannya yang cukup melengking.
__ADS_1
“Apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu disini? Apa yang kita lakukan? Kenapa badanku sakit semua?” kata Luna dengan berbagai pertanyaan.
Sebelumnya, Luna masih belum sadar dengan apa yang telah dilakukannya. Ketika bangun dan mendapati tubuhnya seakan pegal, ia hanya berpikir bahwa semalam ia terlalu lelah.
Hingga Lino keluar dari kamar mandi, Luna masih setengah sadar sehingga tidak menyadari bahwa dirinya
tertidur dengan tubuh polos tanpa sehelai benang pun.
Namun ketika melihat pergerakan Lino, kesadaran Luna seakan merasukinya dengan sangat cepat. Dan teriakan itu terjadi karena ia juga menyadari bahwa dirinya masih polos dan entah dimana dress yang semalam
digunakannya itu.
Terlebih lagi ketika melihat rambut basah dari Lino dan juga Lino yang hanya mengenakan bathrobe. Pikiran jelek pun segera menghampiri gadis itu. Saat ini, Luna hanya berharap semua kilatan kejadian dikepalanya itu hanyalah mimpi. Dan ia pun masih seperti sebelum datang ke pesta reuni itu.
***************
__ADS_1
-Bersambung-